Monthly Meeting Perdana YOT CA Batch 6

 

Monthly Meeting (MM) pertama Young On Top Campus Ambassador (YOT CA) batch 6 pada tanggal 1 Agustus 2015 ini bertemakan all about YOT, integrity, dan commitment. Monthly Meeting yang berjalan kurang lebih 4 jam ini dihadiri oleh para YOT CAbatch 6 dan juga kesepuluh mentor. Beberapa YOT CA batch 5 juga turut meramaikan YOT MM perdana ini. Acara langsungdibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Ini sudah menjadi suatu tradisi dalam YOT. Setiap orang yang hadir harus menyanyi dengan sikap siap sambil hormat ketika ada bendera. Namun ketika tidak ada bendera, peserta cukup bersikap siap saja. Dalam first meet up, Mbak Dini juga mengingatkan untuk memfokuskan pandangan kearah bendera (kalau ada). Meskipun tidak ada bendera, pandangan juga harus tetap fokus menghadap ke depan. Tidak boleh liat sana-liat sini. Setelah menyanyikan Indonesia Raya, acara Monthly Meeting ini dilanjutkan dengan perkenalan dan pesan-kesan dari para mentor dan Mbak Dini secara bergiliran.

 

Jonathan Christian Susanto – Mas Jojo (Founder Inspirator Freak)

http://www.inspiratorfreak.com/wp-content/uploads/2014/08/P1010131-150x150.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Mas Jojo ini merupakan anggota YOT CA batch 1 pada tahun 2010 lalu dan saat ini menjadi salah satu mentor di YOT CAbatch 6. Beliau berpesan agar para YOT CA batch 6 ini jangan bangga dan berpuas hati dulu karena perjalanan masih panjang. Akan banyak tantangan yang muncul. Mas Jojo pun selalu mengucapkan “welcome to the jungle” karena memang pembelajaran di YOT CA ini seperti di hutan – siapa yang kuat, dialah yang akan bertahan.Mas Jojo juga berkata, “semua bisa memulai, tetapi tidak semua bisa mengakhiri.” Oleh karena itu, para YOT CA diharapkan mempunyai mental yang kuat, semangat dan komitmen yang tinggi serta berusaha menjadi yang terbaik dalam YOT CA ini. Dalam speech yang diberikan, Mas Jojo juga menyampaikan evaluasinya terhadap YOT CA sebelumnya. Belajar dari hari kemarin, beliau berharap agar para YOT CA batch 6 bisa lebih berbaur dengan mentor dan juga sesama YOT CA. Para YOT CA dituntut untuk lebih berinisiatif dalam bertanya kepada para mentor, bahkan di luar YOT MM. Mas Jojo juga menyarankan untuk mengadakan pertemuan sendiri di luar YOT MM agar terbangun kekeluargaan yang lebih erat karena pertemuan saat MM saja tidaklah cukup.

 

Ricky Setiawan – Mas Ricky (Talent Manager serta consultant di bidang research&human resource)

mas ricky.jpg

Mas Ricky menyebutkan bahwa potensi terbesar Indonesia adalah sumber daya manusianya. Namun, diperlukan proses yang tidaklah mudah untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Mengingat susahnya mencari top talent dari para fresh graduated di Indonesia saat ini, Mas Ricky menaruh harapan besar pada mentorship program ini. Semoga program mentorship ini dapat membentuk generasi muda yang tangguh. Generasi muda berkualitas yang dicari perusahaan. Setelahnya, semoga generasi muda tersebut yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

 

Anggia Silalahi – Mas Anggi (Personal Trainer dan Coach)

Sesuai dengan profesinya, Mas Anggi sangat peduli terhadap kesehatan tubuh. Mas Anggi juga menyarankan agar kita lebih peduli terhadap kesehatan diri kita. Hal ini bisa dilakukan secara berkala hingga terbentuk kebiasaan hidup sehat. Mulai dari hal-hal kecil seperti rutin berolahraga dan membawa air putih (untuk diminum) kemanapun kita pergi. Sebelum kita ingin melakukan hal-hal yang impactful, kita harus mampu menjaga kesehatan kita terlebih dahulu. Kesehatan adalah modal terpenting dan termahal. Otak yang pintar pun akan terganggu jika kondisi tidak baik.

 

Gunawan Susanto – Mas Gunawan (President Director IBM Indonesia)

mas gunawan.jpg

Mas Gunawan ini mengajak para YOT CA untuk melihat what we are today, what we can do today. Kemudian, kita harus memasang target apa yang ingin kita capai 1 tahun kedepan selama mentorship program ini. “Week by week, challenge yourself to go there,” tambah beliau.Mas Gunawan juga mengajarkan agar para YOT CA dapat meningkatkan awareness-nya untuk  belajar dari siapa pun dan apa pun itu. Belajar juga dari hal-hal kecil kemudian tunjukan apa yang kamu pelajari melalui real action.Don’t just talk!

 

Taufan Teguh Akbari – Mas Taufan (Educator)

mas taufan.jpg

Mas Taufan menjelaskan bahwa manusia hidup di dunia ini dengan tiga modal, yaitu spiritual, intelektual, dan sosial. Spiritual memang sudah diajarkan sejak lahir sedangkan intelektual diperoleh melalui kursus dan pembelajaran di sekolah. Sedangkan yang terpenting, yaitu sosial, dibagi lagi menjadi trust, network, dan pranata sosial. Yang pertama adalah trust. Para YOT CA harus bekerja keras untuk menunjukan performa yang bagus dalam mentorship program ini. Bermodalkan performa yang bagus, para YOT CA akan mendapatkan kepercayaan dari teman dan para mentor. Ketika telah memperoleh kepercayaan, bisa saja para mentor akan menawarkan pekerjaan kepada para YOT CA karena sudah tahu kemampuan dan kualitasnya seperti apa. It is what we call as the power of trust. Kemudian adalah network. Kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki pun akan menjadi sia-sia tanpa networking. Kembali lagi pada “manusia adalah makhluk sosial” yang pasti membutuhkan orang lain. Kemampuan berkomunikasi dan interpersonal skill sangat dibutuhkan di sini. Yang terakhir adalah pranata sosial atau komunitas seperti YOT CA ini sebagai wadah untuk kita membekali diri dengan skills yang kita perlukan ketika bekerja nanti. Menyinggung sedikit tentang IPK, Mas Gunawan menjelaskan agar para mahasiswa jangan hanya terpaku pada IPK tinggi saja. Ketika kita bekerja dan berkecimpung di masyarakat, sosial capital kita yang akan membantu kita, bukan IPK. IPK kita butuhkan untuk memasuki gerbang dunia kerja nanti dan selanjutnya akan ditentukan oleh sosial capital kita. Yang dapat membantu kita dalam dunia kerja nanti adalah emotional intelligent, personal skills, dan lain sebagainya.

 

Henry Pradipta – Mas Didip (Head of Principle Management of PT Sinar Niaga Sejahtera (Garuda Food))

mas didip.jpeg

Speech singkat dari Mas Didip mengajak para YOT CA untuk menunjukan sesuatu yang amazing selama setahun kedepan ini. Bagaimana? Caranya adalah dengan mengerjakan setiap tugas yang diberikan kepada kita dengan segenap hati. Kita harus dapat mempertanggungjawabkan apa yang menjadi kewajiban kita. We have to put our best effort to do it. Ketika kita sudah mengerjakan dengan sungguh-sungguh, orang lain pun akan dapat melihat usaha yang kita keluarkan karena hasil tidak pernah menghianati usaha.

 

Sirly W. Nasir– Mbak Sirly (Public Relation)

Hampir sama dengan mentor-mentor sebelumnya, Mbak Sirly sekali lagi menekankan pada komitmen para YOT CA untuk mengembangkan diri dalam mentorship program ini. Tidak hanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri, para YOT CA juga diingatkan untuk tetap berbagi dengan community. Sesuai dengan moto YOT, learn and share. Cerita singkat Mbak Sirly tentang perkembangan beberapa YOT CA sebelumnya juga cukup memberikan inspirasi. Dari cerita beliau, Mbak Sirly sangat menghargai perkembangan sekecil apapun. Mulai dari yang biasa diam duduk di belakang, dan sekarang mulai duduk di depan untuk menunjukan bahwa kita benar-benar ingin belajar. Sampai yang awalnya tidak berani speak up menjadi berani untuk mengutarakan pendapatnya di muka umum. 

 

Maya Arvini - Mbak Maya (Sales and Marketing)

images.jpeg

Ada banyak orang pintar di dunia ini, namun yang membedakannya adalah attitude mereka. Kemampuan yang dimiliki akan menjadi lebih berharga ketika dibarengi oleh attitude yang baik. Attitude yang baik akan terbentuk ketika bergaul dengan orang-orang yang memiliki attitude yang baik pula. Ini layaknya penyakit yang menular. Mbak Maya juga mengatakan bahwa ketika bekerja nanti, tetap saja kita akan dilihat secara individual. Karenanya, kita harus belajar dengan cepat untuk mengembangkan diri kita kearah yang lebih baik dan cara pembelajaran tercepat ialah melalui orang lain, salah satunya melalui para mentor. Mbak Maya juga share tentang prinsip beliau terkait mentorship program. Orang-orang yang mau menjadi mentor tersebut tidak mendapatkan bayaran. Beliau-beliau tersebutmalah harus menghabiskan waktu dan tenaganya. Oleh karena itu, para YOT CA harus memegang prinsip untuk sukses agar usaha para mentor tersebut tidak sia-sia. Mbak Maya menghimbau agar seluruh YOT CA dan para mentor bisa saling mengenal sehingga para mentor dapat memberikan penilaian. Bagaimana para mentor dapat membimbing dan menilai kalau tidak saling mengenal?

 

Eva Andari - Mbak Eva (Dokter Gigi)

mbak eva.jpg

Speech dari Mbak Eva cukup mengesankan bagi saya karena saya pun pernah berada dalam bidang yang saya anggap bukanlah passion saya. Sayangnya lagi, saya tidak show my best di sana. Hanya sekedar saja. Saya mendapat pelajaran dari Mbak Eva tentang passion. “Terkadang, apa yang kamu kira passion kamu itu, belum tentu benar-benar passion kamu.” Selagi muda, kita harus berani mencoba banyak hal dan kemudian kita akan menemukan apa yang benar-benar menjadi passion kita. Kalaupun kita sudah terlajur masuk dalam bidang yang bukan passion kita, ya kita harus tetap fokus dan menunjukan yang terbaik dari kita. Istilahnya, “terlanjur basah, ya sudah mandi sekali.”

 

Veronika Dini - Mbak Dini (Business Manager Young On Top)

mbak dini.jpg

Mbak Dini menjelaskan bahwa para YOT CA akan dididik layaknya ketika di dunia kerja yang sebenarnya. Para mentor dan Mbak Dini pun akan mendidik para YOT CA dengan keras dengan tujuan yang baik. Mbak Dini juga menghimbau agar para YOT CA tidak membeda-bedakan para mentor karena semua mentor itu memiliki kemampuan dan niat untuk berbagi. Para YOT CA pun harus menyiapkan mental dan “welcome to the jungle.”

 

Billy Boen – Mas Billy (Founder Young On Top)

mas billy.jpg

Dalam kesempatan ini, Mas Billy menceritakan tentang bagaimana awal terlahirnya Young On Top. Mulai dari menulis karena keren-kerenan saja, sampai kisahnya mendapat email yang menyentuh dari seorang anak asal Medan. Mas Billy pun kemudian mulai berpikir untuk membantu anak-anak muda Indonesia yang berpotensi melalui program mentorship ini. Pembahasan lalu dilanjutkan pada topik integritas dan komitmen. Integritas (walk the talk): ‘jangan cuma ngomong doang’. Kita harus menjaga integritas kita untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Komitmen (finish what you started). Dari sekian mentor yang memberikan speech, hampir semua menekankan kata ini. Komitmen. Komitmen untuk terus belajar di YOT CA, terlepas dari segala tantangan yang akan datang.

Dalam Monthly Meeting pertama ini juga diumunkan siapa-siapa saja yang lolos menjadi key position di YOT CA batch 6dan akan menjabat selama setahun kedepan (kalau tidak di drop out atau mengundurkan diri). Open recruitment untuk masing-masing divisi pun akan segera dilaksanakan. Akan ada pula pembagian kelompok beserta mentor untuk masing-masing kelompok. Seluruh CA yang tergabung dalam batch 6 ini akan dibagi kedalam 5 kelompok. Masing-masing kelompok akan memiliki 2 mentor, namun tidak menutup kemungkinan untuk bertanya pada mentor lain di luar dari pembagian tersebut. Pembagiannya akan dikirim melalui email.

See you on Top! 

 

Ni Putu Ayu Frida Ningsih (Frida)

Management - Sampoerna University

Young On Top Campus Ambassador Batch 6

 

 

  




By : Ni Putu Ayu Frida Ningsih

Posted on August 08, 2015 read:106

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter