Nasionalisme Jaman Modern

Terinspirasi dari sharing saya hari ini di rangkaian Pertamina Goes To Campus di Univeresitas Sriwijaya, Palembang,.. Saya tergerak untuk menulis tentang dengan judul yang agak aneh ini. Saya ngga pengen ngebahas apa itu arti nasionalisme. Saya yakin YOTers juga sudah tau, atau punya pengertian sendiri apa itu nasionalisme. Tapi, ini yang saya rasakan..

Dulu, dari SD (saya lupa apakah TK juga) hingga SMA, setiap hari Senin, semua siswa wajib untuk mengikuti upaca bendera. Biasanya rata-rata ngga ada tuh siswa yang suka. Di lapangan, dijemur panas-panas. Siapa yang suka? Saya pernah dan sering berpikir, "Apakah dengan diharuskannya upacara bendera setiap mingu, akan membuat siswa-siswa akan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi?"

Ketika kuliah di Amerika, saya juga sering berpikir, "Koq orang-orang Amerika begitu tinggi rasa cinta akan negaranya?" Apakah nasionalisme itu bisa dipaksakan? Menurut saya, jawabannya, "TIDAK".

Menurut saya, seorang warga negara akan mencintai negaranya apabila dia sudah mampu merasa bersyukur. Entah apakah karena dia merasa negaranya adalah "land of opportunities", telah membuat dia bisa sukses seperti hari ini, dan seterusnya. Yang artinya, selama dia belum merasa dia beruntung lahir, besar, dan tinggal di negaranya, rasa kecintaannya terhadap negaranya pasti masih kecil, mau dipaksa kaya gimana pun.

Dulu, saya juga seperti siswa pada umumnya. Kesel kalo upacara bendera. Tapi mau tau apa yang saya lakukan dan rasakan sekarang ini?

Di setiap pembukaan Young On Top Campus Ambassador Monthly Meeting (YOT CA MM), kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tadi, di pembukaan Pertamina Goes To Campus juga. Dannnn, saya selalu merinding, terharu, dan bangga ketika menyanyikan lagu kebangsaan kita itu. Kok bisa? Saya ngga tau jawaban pastinya. Ngga ada orang yang pernah menyuruh saya untuk merasakan itu semua.

Rasa itu tau-tau timbul begitu saja. Dan semakin kesini, semakin saya berbuat lebih untuk bangsa ini, sekecil apapun itu. Fokus saya: untuk anak-anak muda khususnya. Mungkin, karena saya merasa sangat-sangat beruntung lahir, besar, dan berkarir, hingga berbinis di negeri ini.

Saya BERSYUKUR tidak hanya karena negara ini merdeka,tapi karena saya negara ini telah mengijinkan saya untuk bisa seperti sekarang ini. Beneran ngga kebayang kalau saya lahir di negara yang masih berperang..buku Young On Top, radio show, tv show, komunitas YOT di 35 kota, juga YOT mentorship program ngga akan pernah ada kali ya?

Jadi,.. Menurut saya, nasionalisme itu ngga bisa dipaksakan. Ngga bisa kita bilang, "Hey, kita harus cinta tanah air, kita harus cinta produk dalam negeri".

Kalau produk kita keren, bagus kualitasnya, cara pemasarannya tepat, saya rasa tanpa didengung-dengungkan cinta produk dalam negeri, masyarakat kita juga akan beli dengan sendirinya. Inilah nasionalisme jaman modern, menurut saya.

What do you think? Apakah YOTers juga ada yang merasakan hal seperti yang saya rasakan?

See You ON TOP!

@billyboen

PS: Sudah daftar Young On Top 2012? Mau tanya-tanya, silahkan ke yotnc@youngontop.com

  




By : Billy Boen

Posted on September 19, 2012 read:1,223

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter