ORGANISASI; INVESTASI (MAHA)SISWA

Sebenarnya, para pelajar memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi diri, improvisasi diri, dan menumbuhkembangkan minat dan bakat mereka. Banyak media yang mempermudah para pelajar untuk mengembangkan potensi diri, terlebih di era modern seperti sekarang dimana akses internet bisa menjangkau lebih luas masyarakat.

Salah satu media eksplorasi diri adalah melalui organisasi. Di tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, berbagai instansi pendidikan menyediakan wadah ekstrakurikuler guna menunjang kemampuan non-akademik pelajar. Organisasi yang disediakanpun beragam bidang seperti olahraga, penelitian, jurnalistik dan pemberitaan, kepramukaan, kesehatan, kelompok sukarelawan, paguyuban dan komunitas, seni dan sebagainya.

Lebih dari itu, banyak organisasi yang berada di luar sekolah dan disediakan dengan tujuan sosial. Beberapa contohnya adalah Forum Lingkar Pena (FLP), Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Young On Top (YOT). Bahkan diantaranya sama sekali tidak memungut biaya.

Organisasi begitu penting bagi para pemuda yang mempersiapkan masa depan cerah mereka. Hal itu terlihat dari menjamurnya berbagai organisasi. Banyaknya organisasi yang dibentuk mengindikasikan kesadaran orang bahwa organisasi tak kalah penting dari pendidikan formal. Organisasi adalah penyeimbang kegiatan akademik di sekolah dan kampus.

Organisasi juga merupakan miniatur dari perusahaan. Di organisasi juga ada pemimpin, dan ada keanggotaan. Hal tersebut menjelaskan bahwa di organisasi kita belajar leadership yang nantinya akan sangat berperan ketika kita sudah bekerja.

Kegiatan-kegiatan di dalam organisasi sangat bermanfaat bagi para penjemput masa depan. Karena apa? Kegiatan sekolah dan perkuliahan di dalam kelas sangat tidak cukup untuk bahan eksplorasi diri kita. Kebanyakan, kegiatan di dalam kelas hanya diisi oleh rutinitas yang diikuti secara membabi buta tanpa beresensi penguatan karakter. Kegiatan di dalam kelas cenderung kaku karena sistem pembelajarannya ada yang masih bersifat gurusentris dimana pendidik dijadikan raja yang setiap omongannya diterima mentah-mentah. Selain itu, guru sangat ditakuti, apalagi guru yang dinilai galak oleh pelajar.

Nah, organisasi mencoba menjawab permasalahan tersebut. Dalam organisasi, kita bisa belajar menjadi insan yang lebih kritis dan demokratis. Tak hanya itu, minat dan bakat kita yang tak tersalurkan di dalam kelas akan diwadahi disini.

Organisasi adalah investasi dari para pelajar. Meskipun kita saat ini disibukkan dengan tugas-tugas sekolah/kuliah dan kegiatan organisasi, namun hasilnya akan kita rasakan nanti di masa depan. Tentu hasil yang kita dapatkan akan lebih baik daripada teman-teman kita yang hanya disibukkan oleh tugas kuliah saja. Posibilitas sukses itu sangat terbuka lebar untuk organisator. See you on top!

Ahmad Zulfiyan (@azulfiyan), YOT Campus Ambassador Batch 5,

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on August 11, 2014 read:232

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter