passion

Passion

Sewaktu saya masih kecil banyak dari orang dewasa yang tidak sepenuhnya saya kenal(temen orang tua), bertanya kepada saya tentang apa yang saya sukai. “hai dimas, dimas kalo di rumah sukanya ngapain ?” menurut kalian apa respon saya ? YA.SAYA DIEM. Bukan karena nggak kedengeran atau bukan juga karena saya nggak ngerti bahasa indonesia, tapi karena suatu hal yang menurut saya simpel. “apa untungnya bagi saya menjawab pertanyaan anda wahai pria yang mengaku dewasa ? “. Mungkin saya terlihat seperti anak kecil yang sombong waktu itu, tapi percayalah bukan seperti itu maksud saya. Ketika saya remaja, tepatnya ketika saya menulis artikel yang anda baca ini saya kembali berfikir tentang masa kecil saya itu. Saya mulai memahami bahwa dalam teori kita bertindak ada harga yang harga yang harus dibayar. Saya membayangkan tiap penyiar radio, stand up comedian, presenter mereka dibayar untuk tiap kata yang dilontarkan lewat mulut mereka. Itulah alasan saya mempertanyakan kenapa sewaktu saya kecil, ketika ditanya sesuatu, saya harus menjawab pertanyaan mereka tanpa mendapat bayaran ? ketika saya pikir-pikir lagi ternyata saya yang bodoh. Ya jawabanya simpel. Karena saya bukan penyiar, stand up comedian, maupun seorang presenter. Saya adalah mahasiswa akuntansi. Dan itu membuat saya mau tidak mau membaca banyak buku tentang ekonomi. Dan betapa terkejutnya saya ketika membaca buku ekonomi. Tepatnya ada tiga hal yang membuat saya terkejut, yang pertama harga bukunya mahal, yang kedua covernya bagus, yang ketiga adalah bagaimana ekonom jaman dahulu menyimpulkan teori bahwa semakin tinggi permintaan semakin murah harga barang tersebut. Wow, itu jenius. Teori itu memberi saya dasar bahwa sewaktu ditanya “sukanya ngapain ?” saya harusnya menjawab tanpa meminta imbalan. Ya semua orang kan bisa bertanya seperti itu jadi analoginya permintaannya tinggi banget sampai harganya pun gratis. Lain cerita jika sewaktu saya ditanya oleh luna maya, “mau nggak kamu jadi pacar aku ?”. ya saya harus memperhitungkan semuanya. karena jarang yang bakal nanya hal tersebut. Jadi permitaanya rendah. Harga yang harus dibayar juga tinggi. Bayangkan jawaban yang akan saya lontarkan, itu bisa mempengaruhi semuanya. Mungkin ketika saya menjawab TIDAK, bisa saja luna maya stress lalu minum obat nyamuk karena berniat bunuh diri. Dan bagaimana jika saya menjawab IYA,bisa saja luna maya akan senang sekali sampai terharu lalu nggak tahan dan berniat bunuh diri juga ? harga yang mahal sekali yang harus dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan itu. Keren.

Oke, mungkin banyak dari kalian yang membaca tulisan saya ini menduga-duga passion saya adalah nulis nggak jelas, atau mungkin kalian menduga bahwa passion saya adalah ngelamun jorok dengan subjek luna maya. Jelas bukan. Mungkin lebih tepatnya passion saya adalah EKONOMI. Kenapa begitu ? saya yakin sebagian dari kalian berfikir karena saya pernah membaca buku ekonomi yang harganya mahal dan covernya keren itu, tapi mungkin itu tidaklah tepat. Memang saya banyak membaca buku yang berhubungan dengan ekonomi seperti “sunset & sunrise PROPERTY” milik Matius Yusuf atau buku” Rich dad, poor dad” milik robert kiyosaki, tapi alasan utama saya memiliki passion ekonomi adalah karena saya gemar sekali menghubung hubungkan sesuatu dengan aspek ekonomi. Kan sudah jelas bahwa PASSION itu apa yang kita sukai,bukan apa yang ingin kita gapai. Katanya sih gitu. Oh iya sewaktu saya nulis artikel ini kebetulan donal trump nge tweet ini  “the only way to do great work is love what you do”- steve jobs. Saya nggak tahu sih apa hubunganya dengan tulisan saya ini. Tapi saya pikir itu berguna buat dicantumin. Think again.

  




By : hananto dimas m

Posted on March 20, 2014 read:148

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter