Passion oh passion

Passion. Jika saya perhatikan, percaya atau tidak, pada deretan notes yang Yoters share dalam rangka pendaftaran YOTCA batch 5, notes yang berjudul passion lebih sering di view oleh para Yoters. Ada apa? Apa Yoters ingin mengetahui passion dari Yoters lain? Atau Yoters masih mencari tahu apa itu passion dan apa passion-nya masing-masing?

Jujur, saya juga lebih banyak membaca notes passion dari Yoters. Ada yang sudah mantap dan menceritakan passion-nya, dan ada juga yang masih mencari-cari passion.  Saya adalah salah satu yang masih bertanya-tanya apa passion saya. Saya membaca buku Rene Suhardono, Your Job is Not Your Career dan menemukan banyak hal tentang passion tapi saya masih belum tahu. Your strength is (not) what you’re good at. It is what you enjoy the most! It’s your passion. Jika seperti itu, saya jadi teringat ketika saya sedang menari. Pada saat saya SMA, saya mengikuti ekstrakulikuler tari daerah (saman). Ketika saya sedang menari, saya melakukannya tanpa beban. I feel alive dan saya merasa enjoy melakukannya. Saya selalu berusaha tampil yang terbaik. Saat saya belum hafal gerakan, saya terus berusaha mencoba dan mencoba lagi walaupun dihadapkan dengan berbagai tekanan. Tidak hanya itu, kerja sama juga sangat dibutuhkan dalam menari. Dan setelah saya sadari, saya awal menari saat sd namun saat smp saya tidak meneruskannya. Saya juga masih terus mengeksplorasi diri saya. Karena saya sendiri masih menganggap bahwa saya masih berada dalam comfort zone. Mungkin masih banyak lagi hal yang bisa saya lakukan dan saya sukai.  Maka dari itu, saya sedang dalam proses keluar dari comfort zone. 

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on March 19, 2014 read:161

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter