Pelajaran dari UN 2015

Halo, YOTers!
Apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Akhirnya bisa nulis lagi, setelah hampir sebulan disibukkan dengan urusan akademis. Yak, jadi kali ini saya ingin beropini tentang beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari Ujian Nasional 2015. YOTers ada yang baru selesai menjalaninya? Semoga lancar dan sukses ya!

Perubahan dari Pemerintah : Inisiatif Perubahan

UN tahun 2015 ini memberikan banyak cerita baru, baik dari sisi pemerintah pelaksana, maupundari sisi sekolah dan siswa yang menjadi peserta. Beberapa perubahan yang paling mencolok antara lain : (1) UN tidak lagi dijadikan standar kelulusan, (2) Format hasil UN tidak lagi hanya berupa nilai kuantitatif total dari masing-masing mata ujian, namun disertai nilai dari masing-masing kompetensi di masing-masing mata ujian, dan (3) UN dilaksanakan dengan berbasis computer di lebih dari 500 sekolah. Untuk menunjang perubahan tersebut, kementrian pendidikan merilis indeks kejujuran setiap sekolah yang mengikuti UN. Bahkan di tahun 2016, akan ada beberapa kebijakan pendukung lain yang diterapkan.

Secara pribadi, perubahan yang dilakukan pemerintah di UN 2015 menurut saya memberikan sebuah angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Banyak masalah harusnya bisa diatasi dengan perubahan-perubahan ini, walaupun belum sepenuhnya terselesaikan, dan malah menimbulkan beberapa masalah baru. Akan tetapi, yang saya dengar dari banyak pihak, dan berbagai berita, perjalannya sudah jauh lebih baik daripada tahun lalu. Semoga tahun-tahun yang akan datang bisa lebih baik.

Oknum “Pengkhianat”

Satu kalimat menarik dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan : “1 orang yang membocorkan soal UN, maka ia mengkhianati 700 ribu individu yang telah bekerja keras dan menjaga amanah demi berlangsungnya UN 2015 yang jauh lebih baik”

Kalimat itu dilontarkannya ketika muncul indikasi kebocoran soal, yang setelah diselidiki, merupakan soal-soal berkode Aceh dan Yogyakarta (masih dalam penyelidikan lebih lanjut). Saya sangat tertusuk dengan kalimat ini. Karena memang ternyata masih ada (dan masih akan terus ada) oknum yang berusaha mengambil keuntungan dari jalan-jalan haram, dengan merusak pelaksanaan UN ini. Soal bocor, seorang teman mendapat tawaran joki, dsb. Menyedihkan. YOTers melakukannya? Atau pernah menjadi salah satu pihak yang terlibat? Semoga tidak, dan terus tidak.

Pengaruh Media

Saya juga sedih, dengan beberapa media yang menjadikan momen UN malah sebagai ajang komedi yang menurut saya negatif. Setidaknya ada 2 media dengan pengikut ribuan sampai jutaan orang, yang berulang kali membuat lelucon tentang menyontek, bayar soal, cari kunci jawaban, dll. Di berita juga sempat diangkat sebuah program radio yang membuat lelucon tentang itu. Memang mereka bergenre komedi, tapi saya yakin ada hal positif tentang UN yang bisa diangkat, bukan malah mengangkat konten negatif dan menceritakannya seolah itu hal yang “biasa” di negara ini.

YOTers pernah mendengar atau mengetahui tentang media yang memberi pengaruh buruk? Yuk sama-sama kita tegur.

Well, UN 2015 sudah berakhir. Semoga banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap hal yang ada. Semoga YOTers peserta UN hasilnya keren!

Semoga bermanfaat,
See you on TOP!

Teuku Yuza Mulia
Young On Top Campus Ambassador
Universitas Indonesia

yuzamulia.wordpress.com | @yuzamulia

  




By : Yuza Mulia

Posted on April 18, 2015 read:94

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter