Harmonisasi dalam Melodi

"Dunia ini bulat adanya, tetapi manusia gemar mengkotak-kotakannya".

Saya sangat bersyukur hari ini YOTers. Mengapa? Karena untuk kedua kalinya saya mendapatkan kesempatan untuk meliput pagelaran Drama Musikal "Gemuruh" karya pemuda bangsa dari Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN).

Gemuruh menceritakan sebuah kisah kehidupan mengenai 4 suku / klan yang tinggal di suatu lembah, yaitu Samasta dengan latar belakang berbeda dan selalu memiliki konflik karena menganggap bahwa klan merekalah yang paling hebat.

Sikara, klan pemuja matahari yang berambisi bahwa dialah yang paling hebat diantara lainnya.

Aruna, klan pemuja bulan yang menggambarkan kedamaian dan selalu mengingatkan bahwa pertengkaran hanya akan membuang waktu dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Tranggana, klan pemuja bintang yang selalu memberikan pencerahan pemikiran bagi warga Samasta lainnya. 

Balin, klan pencinta bumi yang ingin membuat semua warga Samasta bahagia.

Singkat cerita, di tengah konflik perseturuan yang tak kunjung menemukan benang merah, mereka terpaksa memutuskan untuk harus bersatu, membangun kembali kehidupan Samasta yang hancur karena bencana alam letusan gunung. Sejak saat itulah, mereka menyadari bahwa mereka berasal dari unsur yang sama dan mereka saling membutuhkan satu sama lain.

YOTers, tepat hari ini 70 tahun Indonesia telah merdeka. Tapi, sampai saat ini, nilai keberagaman sering hilang dan masih belum mengikat erat dalam nadi kita. Bagaimana cara membangun keberagaman dalam diri kita? Hal pertama dilakukan adalah yuk, buka pikiran kita dan respect. Sesuai dengan buku Young On Top, sikap open minded bergantung dari seberapa respect kita terhadap orang lain. Semakin kita respect terhadap orang yang memberikan ide, semakin mudah bagi kita untuk menerima ide tersebut.

Disanalah, keberagaman mengajarkan kita tentang penerimaan akan banyaknya perbedaan. Jadikan hidup lebih indah dengan bergaram warna yang berbeda. Seperti halnya sebuah harmonisasi dalam melodi. Harmonisasi diciptakan dari nada-nada yang BERAGAM bukan SERAGAM.

Lihatlah perbedaan di sekelilingmu dan satukanlah menjadi sebuah keberagaman.

 

MERDEKA!!! Dirgahayu RI ke 70 Indonesiaku.

Semoga bermanfaat YOTers :)

See you on TOP!

 

Charlie Coulson Simanjuntak

Universitas Tarumanagara

Young On Top Campus Ambassador

  




By : Charlie Coulson Simanjuntak

Posted on August 16, 2015 read:189

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter