Perjalanan ini...

Pilihan moda transportasi pertama gw untuk jalan-jalan ke daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah kereta api. Sudah beberapa kota di pulau Jawa yang gw singgahi dengan menggunakan kereta api. Dari pilihan yang lainnya kenapa kereta yang gw pilih, pertama tentu sebagai mahasiswa harga adalah poin krusial dan kereta menyediakan pilihan berupa kelas ekonomi AC yang fasilitasnya sebanding dengan harga. Berikutnya adalah soal waktu perjalanan yang memang kalau dibandingkan dengan pesawat akan kalah jauh, namun dibalik waktu perjalanan yang panjang itu ada momen yang buat saya pribadi menenangkan pikiran saya.

Momen ini serasa membayar lunas waktu perjalanan yang terasa panjang namun menenangkan. Sebagai putra Bangsa Indonesia tentunya kita paham bahwa negara kita adalah negara agraris, sebagai putra bangsa yang lahir dan tumbuh besar di daerah sub-urban, lingkungan pertanian merupakan hal yang asing bagi saya. Kalau anda pernah menggunakan moda transportasi kereta dari Jakarta menuju Semarang misalnya, maka mulai dari Karawang sampai Brebes mata anda akan disuguhi hamparan lahan tanaman padi dan lainnya. Apabila pada bulan ini anda menggunakan jasa kereta api maka anda akan melihat hamparan cokelat kekuningan lahan padi yang telah dipanen, tapi apabila waktu perjalanan anda pas maka hamparan hijau padi yang baru tumbuh sepanjang perjalanan akan menanti anda. Tentunya anda harus memilih perjalanan di Siang hari untuk menyaksikan pemandangan indah tersebut.

Buat saya yang bersekolah di sebuah institut pertanian, melihat pemandangan hamparan sawah yang seakan tak ada habisnya merupakan salah satu sarana untuk menjernihkan pikiran. Momen ini sudah beberapa kali saya rasakan dan untuk saya ini sangat menenangkan batin dan pikiran saya. Kadang sepanjang perjalanan tersebut seakan keran inspirasi mengalir begitu derasnya, mungkin ada korelasinya antara inspirasi dengan suasana hati.

Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal, sampai kapankah pemandangan tersebut akan bertahan. Saya paham bagaimana derasnya laju konversi lahan pertanian sekarang ini, pertanyaan yang paling mengganggu saya adalah apakah ada anak petani yang ketika punya option hidup yang lain tapi memilih untuk jadi petani seperti orang tuanya?

Jawaban untuk pertanyaan diatas juga masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab bagi saya dan saya berusaha terus untuk mencari jawabannya, apakah ada cara yang membuat saya lebih optimis bahwa pemandangan ini akan bertahan sampai generasi berikutnya. Ahh biarlah, biarlah saya terus mencari selagi masih ada waktu.

  




By : Aldrian Kuswadi

Posted on November 17, 2015 read:34

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter