Queen, Woman Leader

"Some leaders are born women" - Geraldine Ferraro

Ungkapan itu adalah salah satu Quote yang saya sisipkan dalam CV saya.  Women leader, why not?

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup di salah satu negara yang masih menganggap "tabu" sosok pemimpin perempuan. Walaupun sudah ada beberapa bukti yang bahkan terukir jelas dalam sejarah tentang gebrakan pemimpin wanita.

Sebut saja sosok R.A Kartini, Cut Nyak Dien atau beberapa sosok pemimpin wanita yang saat ini hangat di masyarakat seperti contohnya Ibu Tri Rismaharini. They've proved, gender isn't everything. Pertanyaannya adalah, bagaimana mereka mampu mendapatkan kepercayaan menjadi seorang pemimpin?

They do it with action dan membuat orang menilai sendiri bagaimana kualitas kinerja mereka, tanpa mereka memaksakan orang lain untuk memberikan perhatiannya. Hal itu datang dengan sendirinya, berbanding lurus dengan hasil kinerja yang telah mereka lakukan. Rahasianya?

Komitmen, kompetensi dan prestasi. Mereka komitmen terhadap sesuatu yang sudah mereka putuskan. They've finish what they started. Apapun resiko dan tempaan yang mereka hadapi sekarang dan nanti, mereka siap dan menyiapkan diri untuk mampu menyelesaikannya. Mereka juga Do what they love, love what they do . Mereka menikmati proses di dalamnya, langkah demi langkah dan tahan banting. Untuk menjadi seorang pemimpin harus berani dan mau diproses. But believe me, proses itu tidak enak. But, if you want to be a leader, you've to enjoy the process, learn from it and increase your level.

Kompetensi. Sesuatu hal yang dapat "menjual" kita untuk "membeli" kepercayaan menjadi seorang pemimpin adalah Kompetensi. Untuk menjadi pemimpin perempuan, kita harus mampu menunjukkan sesuatu hal yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu melalui kompetensi. Seorang pemimpin harus memiliki kompetensi yang mampu mempengaruhi kinerja timnya untuk meraih tujuan bersama. Jika seseorang tidak mempunyai kapabilitas maka bagaimana orang lain mau percaya apalagi jika seorang perempuan. Selain itu, seorang perempuan juga  memiliki tanggungjawab lain dalam keluarga selain dalam pekerjaan yaitu menjadi seorang ibu dan istri. It isn't a simple thing, you must to do with the priority and work of life balance. Seorang pemimpin perempuan harus mampu menjalankan multiperannya dengan baik.

Prestasi. Sebagian orang Indonesia masih memiliki pandangan untuk melihat hasil daripada proses. Tidak dapat dipungkiri bahwa hasil juga salah satu hal yang mampu membuat orang lain memberikan kepercayaannya untuk menjadi seorang pemimpin. So, set your goal, set your plan and do consistently. Seorang pemimpin wajib memiliki tujuan dan mimpi mau dibawa tim yang dia bawa dan seorang pemimpin tahu apa yang harus ia lakukan.

 Everyone has chances to become a leader. Wherever you come from, whatever your gender, you've the same opportunity. Increase your level, make yourself have capabilities to become the leader. Take a breath, then BREAK THE LIMIT.

"You're not a Princess, you don't need saving. You're a Queen, you fot this handled"

by :
Lisa Amalia Artistry Ramadhani
Young On Top Campus Ambassador batch 5
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on August 07, 2014 read:150

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter