Renungan 10 Juli 2014

Kamis, 10 Juli 2014, 01.57 WIB,

Malam ini saya lagi santai di kamar kost, baru selesai nonton How To Train Your Dragon di laptop. Rencananya, saya bakal nonton pertandingan semi final Piala Dunia 2014, Belanda lawan Argentina, tapi ga bisa tidur. Kebetulan memang belum menonton seri pertama film ini.

Selesai film, yang bagi saya keren, saya teringat tentang sekuelnya yang jauh lebih keren. Kenapa? Karena How To Train Your Dragon 2 membawa nilai yang lebih kuat, pesan yang lebih jelas untuk para penontonnya, terutama tentang kepemimpinan. Dan dari ingatan sekilas itu, pikiran saya langsung nyambung ke Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Ya, sekarang negara kita tercinta ini lagi dalam masa pergantian pemimpin. Berbagai dinamika, keramaian, suka cita, konflik, kebetulan memuncak pada 9 Juli kemarin. Heboh, heboh banget. Di media cetak, elektronik, internet, semuanya. Jelas, ini adalah pemilu paling “ramai” dan paling “diminati” sepanjang sejarah Indonesia. Sebabnya? Saya yakin : Anak Muda.

Suara-suara itu pun muncul berbisik di sekitar kepala saya..

Youth Power : Bring the Positives!

Sebut saja orang-orang berusia 17-30 tahun di tahun ini adalah pemuda. Kita udah sering dengar lah, tentang bonus demografis yang dialami Indonesia dengan sesaknya tanah ini dengan orang-orang berusia muda. Namun ga hanya terbatas usia, saya melihat pemikiran banyak orang seakan di-refresh dalam pesta demokrasi tahun ini. Hal ini terjadi karena teknologi, yang membuat informasi menyebar dengan begitu cepatnya, menguntungkan banyak orang untuk melakukan edukasi tentang bagaimana seharusnya memandang panggung politik. Semuanya berjalan dengan begitu lancar karena anak muda lah yang menguasai teknologi, dan anak muda juga yang menjadi “pasar” terbesar dari teknologi.

Imbasnya, dunia politik kembali dilirik. Seruan-seruan untuk orang baik agar masuk ke dunia politik bergaung dimana-mana. Tentu ini berpengaruh terhadap cara kedua calon dalam berkampanye. Mereka berlomba-lomba menonjolkan kebaikan calon yang diusungnya dengan berbagai cara yang jauh lebih dahsyat dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Belum pernah saya melihat berbagai bentuk kampanye yang luar biasa beragamnya, yang bahkan dilakukan berbagai relawan di seluruh Indonesia. Saya yakin jumlah dan besar pergerakan relawan tahun ini jauh lebih besar untuk kedua belah pihak, karena ribuan anak muda terlibat di dalamnya.

Ini jelas positif..

What’s Next?

Saya ingat perkataan salah satu panutan saya, Anies Baswedan : “Pemuda tidak memikirkan masalah di masa lalu, namun mereka membawa harapan untuk masa depan”

So, let’s move on. Mari kita pikirkan keadaan di depan, mulai 10 Juli ini.

Selesaikan Pemilu

It’s not over, guys!

Tahan euforia, tahan kekecewaan. Bahagia atau sedih boleh, tapi ayolah kita tunggu dulu pengumuman resmi sebelum sedikit lagi menghela napas. Selesaikan ini dengan baik, kita pantau terus keadaannya, kritisi pelaksanaannya, hingga terpilih presidennya.

Melihat hasil quick count kemarin, banyak kontroversi yang muncul, jadi saya yakin masih banyak black campaign atau negative campaign yang akan muncul untuk kedua calon. Hati-hati, jangan mudah terpengaruh, bahkan terprovokasi untuk menyebarkan isu yang belum tentu benar. Kalaupun mau menyebarkan isu, sebarkan isu dari kedua calon agar berimbang.

Membangun Komitmen

Kamu yang membaca tulisan ini pasti orang yang sangat berkomitmen “kepo-in” pemilu kemarin.  Berbagai berita dibaca, RT kicauan rekan, hajar kicauan lawan, siaran TV di kritisi, tantangan aksi diatasi.

What a good training, huh?

Ayo sambil menunggu pengumuman resmi, kita bangun kembali komitmen kita untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di negeri ini. Jangan sampai komitmen kita berakhir disini. Membangun komitmen itu sulit, makanya kita harus terus bersama-sama, saling mengingatkan. Ya, kita. Indonesia tidak bisa berjaya kalau setelah pemilu ini kita urun angan, menyerahkan semuanya kepada pemimpin terpilih.

Kalau kata seorang teman, “Ini bukan sekedar tentang aku dan kamu, tapi tentang kita”.

Kalau kata no.1, “Kalau bukan kita, siapa lagi?”

Kalau kata no.2, “Indonesia adalah kita”

Kalau kata BEM UI 2014, “Kita untuk Indonesia”

Bersatu, Indonesia!

Pemilu rasanya udah memecah Indonesia jadi dua kubu yang sangat bertentangan. Sudah saatnya kita kembali bersatu, tidak lagi berlebihan mendukung atau menjelek-jelekkan calon. Toh, siapapun yang terpilih, akan jadi presiden KITA semua kan?

Saya sih menyarankan segera lepas embel-embel, atribut, avatar, dan lain-lain yang berkaitan dengan kampanye.

Saatnya kita memakai “twibbon” yang sama, I AM INDONESIAN!

Do Our Thing

Buat kamu yang udah ngerti banget tentang ideologi, pendekatan kebijakan, dll, pasti udah tau lah ya untuk segera memposisikan diri sebagai pendukung atau oposisi pemerintah. Tapi buat kamu yang ga ngerti gitu-gituan, terus kawal, perhatikan, gimana pemerintah nanti menjalankan tugasnya. Baik pendukung tim pemenang atau bukan, terus kritisi dan apresiasi kinerja pemerintah nanti. Saya yakin ke depannya kita bakal lebih mudah mengawasi jalannya pemerintahan, melihat apa yang terjadi selama pemilu ini.

Selain itu, penting juga untuk sebarin semangat kepedulian yang udah kamu punya ke orang-orang di sekitar kamu, yang mungkin masih apatis, anti politik. Jadilah “duta politik bersih” untuk orang-orang terdekat. Bikin virus itu menyebar ke seluruh Indonesia!

Yes, it’s our thing..

Do Your Thing

Sambil terus kawal pemerintah, teruslah berkarya dengan optimal di tempat masing-masing. Terus asah kemampuan individu, eksplorasi berbagai ide, gagasan, untuk kemajuan Indonesia, di field kita masing-masing : pendidikan, sains, teknologi, pertanian, kelautan, ekonomi, hukum, budaya, dan lain lain.

Satu hal, ingat bahwa apapun yang kita lakukan adalah untuk kebaikan bangsa. Jangan sampai kita kehilangan arah, tergiur lagi dengan materi, sampai mulai ga peduli lagi sama pemerintah.

Optimis!

Lakukan semua dengan baik, konsisten, tulus, ikhlas. Semoga harapan kita untuk Indonesia yang lebih baik bisa tercapai, dengan seluruh pikiran positif dan karya yang kita hasilkan.

See You! :D

Kalau sudah..

Sampai jumpa, di Pemilu 2019, yang jauh lebih bersih, lebih bermakna!

Sampai jumpa, sebagai pemimpin-pemimpin di masa depan, dengan berbagai karya nyata yang bermanfaat buat semua orang!

Sampai jumpa, di Indonesia Emas!

Yuza Mulia (@yuzamulia)
Young On Top Campus Ambassador
Universitas Indonesia

Tulisan ini juga diterbitkan di sini

  




By : Yuza Mulia

Posted on July 10, 2014 read:244

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter