Resolusi Untuk Apa?

Ibarat sebuah buku dengan 365 halaman, tahun 2016 baru saja kita dapatkan dari sebuah toko buku milik Tuhan. Harusnya kita bersyukur masih diberi buku baru oleh Tuhan untuk menulis hal-hal baru pula. Mungkin, banyak yang tidak kita sukai di buku sebelumnya. Nah, buku baru ini hendaknya menjadi wahana menulis sesuatu yang lebih indah dan bermakna dari buku sebelumnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, gegap gempita perayaan digelar di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Perayaannya pun tak jauh dari nyala kembang api, mercon, tiupan terompet, kemacetan jalan, dan resolusi. Lalu, apakah tahun baru hanya itu-itu saja? Apakah resolusi hanya bentuk kelatahan manusia terhadap perayaan tahun baru tanpa tahu esensi adanya resolusi tersebut?

Sebenarnya, resolusi tahun baru dibuat agar kita memiliki tujuan yang jelas satu tahun kedepan. Ibarat ingin bepergian, jika kita tak tahu tujuan kita, apakah kita akan sampai ke tempat tersebut? Begitupula sebuah kehidupan. Jika kita tak tahu mau kemana, bisa jadi kita akan sulit menemukan tempat terbaik dalam hidup.

Tak ada kitab yang menyebutkan resolusi tahun baru wajib dibuat. Pun, ingkar terhadap resolusi bukanlah dosa seperti ingkarnya kita kepada Tuhan. Banyak orang yang tak memiliki resolusi tahun baru tetap bisa hidup. Namun sekali lagi, resolusi bukan hanya tentang kehidupan, namun bagaimana kehidupan kita bisa lebih bermakna.

Sayangnya, banyak orang yang lupa resolusinya di tengah jalan. Resolusi akbar hanya didengungkan di awal tahun, namun lambat laun akan lenyap ditelan waktu menjelang pergantian tahun berikutnya. Resolusi tanpa konsistensi hanya akan menjadi kata-kata kenangan tak bermakna, seperti kalimat gombalmu kepada mantan. Dulu sangat indah, sekarang tak bermakna.

Banyak orang memiliki resolusi yang abstrak. Mereka ingin sukses, namun sukses yang bagaimana? Masing-masing orang memiliki definisi kesuksesan yang berbeda dan abstrak jika tak dijabarkan. Apakah memiliki pacar baru adalah ukuran sukses kita? Apakah bisa naik gondola di Ancol cukup untuk mendefinisikan sukses kita? Detail matters.

Setelah memiliki resolusi, lalu apa? Just let it flow saja atau semestinya kita make effort untuk membuat resolusi tersebut menjadi nyata? Sejatinya, resolusi adalah sebuah mimpi jangka pendek yang tetap perlu proses make dreams happen. Tak mengapa jika tak punya resolusi tahun baru, sayapun selama hidup saya tak pernah membuatnya. Namun, agar kita tetap di ‘jalur yang benar’, maka resolusi itu penting. Tak perlu tahunan, mimpi harianpun adalah sebuah resolusi. Selamat Tahun Baru 2016.

Ahmad Zulfiyan, mari bersua di azulfiyan27@gmail.com

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on January 03, 2016 read:209

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter