Respons

Banyak organisasi secara umum yang memiliki sebuah media untuk berdiskusi online guna memudahkan komunikasi. Saat ini, jejaring sosial seperti Line dan Whatsapp menyediakan fitur group yang memungkinkan penggunanya  berkomunikasi secara bersama-sama, lebih dari dua orang. Tentu, komunikasi organisasi akan semakin efektif dengan adanya fitur tersebut, seperti pengadaan online meeting dan sebagainya. Disamping itu, beberapa organisasi tetap memilih melakukan offline meeting karena menganggap pertemuan langsung bisa menghasilkan komunikasi yang lebih efektif.

Entah online maupun offline meeting, semuanya membutuhkan respons sebagai salah satu bagian penting dalam effective communication. Di Young On Top (YOT), saya diajarkan untuk respect people dengan memberikan respons di setiap komunikasi, baik saat monthly meeting, project meeting, membalas email, sampai diskusi di dalam online group. Secara profesional, respons wajib ada dalam komunikasi. Namun, lebih dari itu, respons memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial manusia.

Respons dapat menghasilkan hubungan dinamis antaranggota sebuah organisasi. Misalnya, ketika team leader melayangkan sebuah case untuk didiskusikan dan tak ada/sedikit yang memberikan feedback, diskusi akan terasa hambar. Diskusi mungkin tidak akan menghasilkan sebuah keputusan terbaik bagi organisasi karena sedikitnya feedback. Dengan begitu, team leader akan merasa tak dihargai. Yang paling parah, fitur Line group memungkinkan setiap anggota mengetahui seberapa banyak anggota yang membaca pesan mereka di grup.

Respons tidak melulu tentang yes man, yes sir. Dinamisasi akan tercapai jika respons ‘Ya’ dan ‘Tidak’ diutarakan secara jujur. Seperti kata Handry Satriago,anggota tim yang baik tak boleh hanya sekadar mengiyakan keputusan atasan. Jika keputusan tersebut dinilai kurang baik, mereka perlu speak up dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pun, Business Manager YOT, Mbak Dini selalu mengingatkan kami di keluarga YOT untuk selalu membalas email secara profesional untuk respect others.

I know you are busy. I am busy too. Everybody has their own businesses. Namun, ketika kita sudah masuk dalam sebuah organisasi, kita memiliki tanggungjawab untuk berkomitmen terhadap organisasi tersebut. Please, respect your team member as big as you respect your organization. Sebisa dan secapat mungkin, kita perlu melakukan respons.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on August 12, 2015 read:91

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter