"Seandainya"

Note : ‘Seandainya disini adalah ‘seandainya’ yang mengarah kepada penyesalan.

            Seandainya, jikalau, kalau, what if, dll, kata-kata seperti ini sering sekali terlintas dipikiran saya. Jujur, saya sering sekali memikirkan segala keadaan yang mungkin akan terjadi, “seandainya saja saya tidak salah dalam memilih saat itu..”. Hal-hal seperti itulah yang sering sekali saya pikirkan. Bukannya memikirkan masa sekarang dan masa depan, saya cenderung terjebak dalam masa lalu. Hari ke hari penyesalan saya semakin mendalam. Saya menjadi lebih sensitif. Saya mulai menyalahkan semua orang yang saya pikir terlibat dalam hal-hal yang membuat saya menyesal. Bahkan saya men-title kan penyesalan saya tersebut sebagai “life-time regret”, penyesalan yang selalu akan saya sesali sepanjang hidup saya. Sampailah saya pada masa paling terpuruk. Saya terus saja menyesali masa lalu saya. Sampai pada akhirnya, entah darimana asalnya, saya menemukan secercah cahaya. Cahaya tersebut mengantarkan saya ke ruang yang lebih terang, membawa saya keluar dari gelapnya ruang penyesalan.

            Saya akhirnya sadar bahwa tak ada gunanya membuang-buang waktu memikirkan sesuatu hal yang sudah terjadi. Sungguh, tak ada gunanya. Tak peduli seberapa lama, seberapa dalam kau memikirkannya, yang telah terjadi itu tak bisa diubah. Because, life must go on. Karena pada sejatinya, keputusan yang telah kau ambil di masa lalu, terdapat campur tangan Tuhan didalamnya. Itu artinya, saat kau menyesal, sama saja dengan kau meragukan takdir Tuhan. Maka dari itu percayalah pada kehendak-Nya. Selain itu, sesuatu yang kau sesali itu sebenarnya tidak sepenuhnya buruk. Coba pikirkan, jika saja dahulu kau tidak mengambil jalan yang saat ini kau jalani, tentu semuanya akan jauh berbeda. Hal-hal baik yang telah kau dapatkan, belum tentu akan kau dapatkan di jalan yang tak kau ambil itu. Yang kau pikir baik, belum tentu baik untukmu, boleh jadi itu buruk untukmu, maka dijauhkanlah kamu dari hal tersebut, and vice versa.

            Bangkitlah dari keterpurukan, biarlah masa lalu menjadi masa lalu. Jadikanlah Ia sebagai pelajaran. Jangan takut salah memilih. Karena sesuatu hal yang buruk itu tidak mungkin 100% buruk, pasti ada kebaikan didalamnya, asalkan kau dapat mencari celahnya. If you are rejected by something, just remember that you are being directed to something even better without you are realizing. Keep Moving forward!!!

 

 

Rahma Luttifah

Mahasiswi Sastra Inggris Universitas Gunadarma

Young On Top Depok

  




By : Young On Top Depok

Posted on November 08, 2015 read:193

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter