Secangkir Kopi Panas

Tulisan ini baru saya terima via email, written by my Dad. I hope you’re OK I’m sharing this with my friends ya Dad. I am blessed to have Dad like you… I Love You! Silahkan baca, dan let’s terapkan hal simple ini ya, My Friends! -BB

“Secangkir Kopi Panas” -Henry Boen

Pagi tadi koran Kompas tidak hadir ketika Mom and Dad bangun pagi. Memang sudah menjadi kebiasaan Mom and Dad untuk selalu mencari koran pagi sebelum mengerjakan hal-hal lain di rumah. Kami termasuk orang yang agak ortodoks yang “harus” membaca berita dari “hard copy” – suatu kebiasaan yang dipupuk sejak lebih dari 50 tahun.

Sekitar jam 9 pagi, Mom menelpon agen koran menanyakan mengapa koran tidak datang. Ketika Mom menyebutkan alamat rumah kami, sang agen langsung menanyakan apakah masih mengenalinya, dan jawaban Mom adalah pasti. Mom mengundang dia untuk datang ke rumah dan ngobrol dengan Dad. Dia menanyakan apakah masih ada kopi panas di rumah kami. Sekitar 17 tahun yang lalu, sang agen sering datang ke rumah menagih iuran koran dan Mom pernah menyuguhkan secangkir kopi panas kepadanya. Dan, kami menikmatinya bersama di lantai teras depan rumah sambil berbincang-bincang.

Tidak lama berselang hal tersebut pernah terulang kembali. Setelah itu tidak lama kemudian sang agen tidak pernah datang ke rumah menagih iuran koran lagi karena usahanya makin hari makin maju dan yang selalu muncul adalah anak buahnya.

Dad benar-benar kaget kejadian yang sudah begitu lama berlalu masih diingat oleh sang agen koran. Secangkir kopi panas meninggalkan kenangan yang manis bagi sang agen koran, sesuatu yang tidak pernah Dad bayangkan dalam hidup Dad sebelumnya. Tidak pernah terbesit bahwa perbuatan kecil yang tidak ada artinya telah meninggalkan sesuatu bagi seseorang yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja.

Ong Tapuk (panggilan untuk ayah dari Mom) sering berkata “Jangan pernah takut untuk berbuat baik kepada orang lain.” Menurut Dad apa yang terjadi 17 tahun yang lalu adalah sesuatu yang biasa-biasa saja tetapi sangat berkesan bagi yang menerimanya.

Jadi hidup ini tidak perlu berbuat banyak, cukup menghormati orang-orang sekeliling kita dan jangan merugikan orang lain sudah cukup membuat negeri tercinta ini hidup damai berdampingan dengan segala perbedaan.

Bekasi, 12 April 2012

  




By : Billy Boen

Posted on April 14, 2012 read:2,021

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter