Second Time in Korea (Kebahagiaan yang Tak Ternilai)

Second Time in Korea

(Kebahagiaan yang Tak Ternilai)

 

Halo yoters. Penasaran kan sesampainya di Seoul kami ngampain aja. Nih, gue cerita sedikit kami ngapain aja disana.

Kami tiba di bandara Incheon Selasa, 12 Januari 2016 pukul 08.00 waktu Korea. Kami sampai di penginapan sekitar pukul 13.00 waktu Korea. Biasalah, begitu sampai di Incheon, kami tidak langsung pergi ke penginapan, melainkan melakukan sesi foto (foto-foto di bandara). Karena banyak spot bagus untuk melakukan sesi foto. Setelah itu, barulah kami pergi ke penginapan yang berada di Itaewon bersama dengan tuan rumah. Pada saat sudah di luar bandara, barulah kami merasa kedinginan yang luar biasa. Padahal sudah memakai baju berlapis-lapis dan jaket. Selama perjalanan menuju penginapan, saya kembali mengingat masa-masa saat dahulu saya ke Korea pada 2014 lalu. Saya tidak berhenti bersyukur bahwa saya bisa menginjakkan kaki di Korea lagi tahun ini. Sesampainya di rumah, kami langsung istirahat. Untuk mempersiapkan presentasi keesokan harinya (13 Januari 2016).

Tibalah hari presentasi, 13 Januari 2016. Sesampainya di lokasi presentasi, sebuah Hotel dekat Dongdaemun, kami langsung memberikan ppt presentasi kami ke pihak panitia untuk memastikan apakah ppt kami bisa berfungsi atau tidak (berhubung kami presentasi menggunakan prezi). Kami tiba di lokasi satu jam sebelum acara dimulai. Setelah memastikan bahwa ppt kami bisa berfungsi dan tidak mengalami gangguan, barulah kami bisa tenang dan mencoba untuk melakukan kontak dengan peserta lain yang berasal dari berbagai negara. Dan cukup membuat kami shock, ternyata dari semua peserta, hanya kami lah yang masih mahasiswa Undergraduate. Sedangkan yang lain merupakan mahasiswa S2 dan S3. Awalnya kami sempat menyerah untuk bisa mendapat kan best paper. Kami hanya bisa berkata “Ya sudahlah, bisa presentasi saja sudah syukur alhamdulillah. Yang penting paper kita di publish”. Itu adalah kalimat penyemangat kami untuk tetap bisa melakukan hal yang terbaik pada saat presentasi. Setelah semua peserta selesai mempresentasikan hasil pepernya, pihak panitia memberikan break kepada kami untuk bisa istirahat sejenak sambil panitia menjumlahkan nilai dari dewan juri. Setelah 30 menit, pihak panitia kembali ke ruangan dan melakukan pengumuman pemenang. Ada dua kategori. Presentasi terbaik dan paper terbaik. Untuk presentasi terbaik dimenangkan oleh mahasiswa S3 dari Jepang. Dan saat pengumuman paper terbaik “best paper”, kami sangat shock ketika salah satu paper kami merupakan paper terbaik. Alahmdulillah, one of three our papers won the best paper. Alhamdulillah, perjuangan selama berbulan-bulan tidak sia-sia.

Kebahagiaan kami tidak terhenti sampai disini. Pada saat hendak sholat zuhur, tiba-tiba salah satu peserta yang berasal dari Arab Saudi (lupa namanya siapa) berkata “It’s snowing in the outside”. Oke, setelah selesai sholat, kami tidak mau menyia-menyiakan moment kebahagiaan ini. Karena menurut perkiraan cuaca disana, walaupun winter, jarang turun salju di Korea. Hanya sesekali saja. Dan Alhamdulillah pada saat kami disana, kami bisa merasakannya. Setelah salju sudah menumpuk, kami langsung menulis apapun yang ingin kami tulis di atas tumpukan salju. Salah satu yang telah saya tulis adalah “Love Donation 2016”. Setelah puas tulis-tulis (padahal sudah membeku), kami mencoba mencari mall terdekat untuk menghangatkan diri, karena kebetulan lokasi kami pada saat itu adalah di daerah pusat perbelanjaan di Dongdaemun. Setelah merasa tidak membeku lagi, barulah kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke penginapan. Namun, ternyata salju turun lagi dan lebih deras dari sebelumnya. Kami mencoba tidak perduli dengan kebekuan yang kami rasakan dan mulai agak alay dengan hujan salju ini. Karena sudah mau magrib, akhirnya kami kembali ke penginapan dengan menggunakan subway. FYI guys, selama perjalanan tidak henti-hentinya kami bergantian mengucapkan kalimat ini “Kita menang guys”. Karena iseng, jadi saya hitung. Teman saya tidak sadar bahwa kami sudah mengucapkannya sebanyak 21 kali. Sesampainya di penginapan, kami langsung searching tempat-tempat wisata mana saja yang bisa kami kunjungi. Berhubung selama di Indonesia (sebelum berangkat), kami hanya fokus ke presentasi. Kami tidak sempat membuat itinerary untuk setelah tanggal 13.

Ini mungkin perjalanan yang sangat menyenangkan karena bersamaan dengan masa libur semester. Namun, satu hal yang membuat saya sedih adalah saya tidak bisa pulang ke rumah (kampung halaman) karena jatah waktu liburannya sudah diambil di Korea. Kangen rumah. Hiks...

Itulah perjuangan kami sampai kami bisa merasakan salju di negeri Gingseng ini. perjuangan yang tidak pernah terlupakan. “I love my team so much forever”. Dan kami akan tetap terus berkarya dengan melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.

 

 

Qonitah Azzahra

Young on Top Campus Ambassador

Gizi-Universitas Indonesia

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on January 24, 2016 read:75

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter