SELF DEVELOPMENT

Hallo yoters ! apakabar semuaa ?? semoga baik dan tetap semangat. Seperti biasa saya Dimas akan sharing tentang apa yang menurut saya penting untuk di sharing. Hmm... apa ya. Mungkin kali ini saya akan sharing tentang pengalaman saya kemarin mengajar anak-anak SD. Jadi sekitar seminggu yang lalu saya dengan teman-teman saya mengerjakan tugas yang diberikan tempat kuliah saya untuk mata kuliah Character Building Self Development dengan memberikan 5 minggu berbakti untuk komunitas tertentu. Kami sepakat untuk mencari sekolah khususnya Anak SD untuk menjadi tujuan kami memberi apa yang kami bisa beri. Berawal dari penyusunan proposal. Tiap kelompok diharuskan membuat rancangan kegiatan dan anggaran untuk tugas ini. Nah ada cerita menarik disini, kami diberi deadline terakhir mengumpulkan proposal via email itu tanggal 12 maret, jauh sebelum itu kami sudah kirim supaya bisa di revisi jika ada yang salah. Tapi teryata sampai hari H kami pun belom dapet kabar apapun dan juga balasan. Kita semua panik. Bingung. Mual-mual(ini lebay). Pada akhirnya kami memutuskan untuk jalan terlebih dahulu kegiatanya tanpa memperdulikan porposal, jika pada akhirnya disuruh mengulang karna proposal tidak diterima, setidaknya apa yang kami berikan ke anak-anak sd tersebut menjadi catatan baik kami. Seperti moto young on top itu sendiri learn and share...

                Ternyata ketika kesokan harinya yang tentunya sudah melakukan penyuluhan ke anak sd kami masuk kelas CB ini dan mencoba tanya kepada dosen kami, dan ternyata alasan email kami tidak di balas adalah cara etika kami mengirim email. NAH. Ini perlu di catat dan diperhatikan dengan baik. Kebetulan teman saya yang pada waktu itu mengirim tugasnya, tidak memberikan kata pengantar atau apapun itu. Hanya mencantumkan lampiran saja, dan membuat dosen kami tidak mau memberi balasan. Ini menjadi pembelajaran untuk kelompok kami, bahwa dalam perkara kecil saja, yaitu mengirim email haruslah sangat dipehartikan agar terbiasa dalam dunia kerja nanti.

                Untuk kegiatan nya sendiri kami memberikan penyuluhan tentang kebersihan dan kesehatan untuk anak SD. Kami menjelaskan tentang pentingnya membuang sampah serta tau jenis jenis tempat sampah, seperti organik dan anorganik. Kemudian mereka juga diajarkan tentang mencuci tangan dengan benar dan baik. Selain dengan teori mereka satu per satu prakter untuk mencuci tangan. Ternyata anak-anak SD ini kebanyakan pintar-pintar sebelum kami memberikan pelatihan ini mereka sudah mengetahuinya dengan benar. Untuk lebih memberi kesan menarik dalam penyampaian materi kami, kami mencoba untuk membuat games-games seru seperti membagi mereka menjadi beberapa kelompok lalu mereka diminta menyusun gambar urutan cara mencuci tangan dengan benar, yang paling cepat akan mendapat hadiah. Pada kesimpulanya apa yang kami lakukan adalah sebagian kecil dari bagaimana kita mecoba berkontribusi untuk orang lain, terus learn and share akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

 
 
 
  




By : hananto dimas m

Posted on March 21, 2015 read:144

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter