SEMUA BISA DIKALAHKAN

 

“Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan dan orang tua –  

Evan Dimas Darmono, Kapten Tim Nasional Sepakbola Indonesia U-19”

 

Dalam kehidupan, selalu berlaku dikotomi positif dan negative, seperti halnya kelancaran dan hambatan. Kadang kita dapat melakukan sesuatu dengan mulus, kadang kita mendapat hambatan ibarat memecah batu dengan tangan hampa. Begitulah hidup. Namun, apakah kita membiarkan semuanya berjalan “seperti itu” tanpa ada perjuangan?

Berdasar penuturan orang-orang yang memiliki karir sukses, mayoritas dari mereka pernah mengalami hambatan saat memperjuangkan kesuksesan kariernya tersebut. Tak jarang mereka mengorbankan banyak hal demi sebuah tujuan, bahkan ada yang mengalami depresi akibat susah menembus hambatan tersebut. Namun, mereka sukses bukan karena mereka pasrah, melainkan bangkit dan terus berusaha menembus tembok tebal bernama hambatan tersebut.

Kita patut merenungkan perkataan Evan Dimas yang saya gunakan sebagai pembuka artikel ini. Ia bilang, semua bisa dikalahkan. “Semua” yang dimaksud Evan bukan hanya manusia, namun semua hal di dunia ini, kecuali Tuhan dan orang tua. Jujur, ketika membaca quote Evan untuk pertama kali, saya merasa tersindir karena masih banyak hal yang saya takuti selain Tuhan dan orang tua.

Tak ada yang tak mungkin, begitu petuah para motivator. Saya juga percaya semua itu. Satu contoh, di Malaysia Open 2015 lalu, pasangan ganda putri Indonesia yang berangkat dari kualifikasi berhasil menundukkan pasangan peringkat atas dunia sekaligus unggulan dua asal Denmark. Mereka tak dijagokan menang, namun karena mereka bermain nothing to lose, akhirnya mereka berhasil menang dengan skor cukup telak.

Itu salah satu contoh kecil bagaimana semuanya dapat dikalahkan. Kita dapat mengalahkan “musuh” kita. Kita dapat membuat semua hambatan bertekuk lutut kepada kita. Kita juga bisa mengontrol rasa takut yang ada pada diri kita, namun tidak dengan Tuhan dan orang tua. Lalu, apakah kita masih takut untuk melangkah? Keep walking.

Hambatan adalah sebuah keniscayaan. Maka, tak perlu takut kepadanya. Mencapai sukses ibarat mendaki gunung. Dalam perjalanan, kita bertemu berbagai rintangan yang kadang membuat kita putus asa. Ketika kita putus asa, maka kita tak mendapat apa-apa selain rasa sakit. Namun, ketika kita berjuang sampai puncak, kita akan mendapat keindahan yang hanya diperoleh oleh pejuang.

Ahmad Zulfiyan

YOTCA Batch 5 UNJ

 

 

 

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on April 09, 2015 read:84

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter