Simple Thing Matters

Setiap orang pernah merasakan down, tak berdaya, dan ingin menyerah. Mungkin, sosok sekaliber mendiang Steve Jobs, Oprah Winfrey, dan Bill Gates juga pernah melalui titik kehidupan seperti itu. Saya yang bukan siapa-siapa ini juga pernah (baca; sering) merasa down dan ingin mengakhiri suatu hal yang pernah diperjuangkan.

Namun, mood terendah tersebut ternyata dapat di-boost dengan sesuatu yang bahkan terkesan sederhana. Bagi saya, tak perlu mobil mewah untuk menaikkan kembali semangat dalam beraktivitas. Tadi sore (28/10), surat-surat kecil dari teman seangkatan ke-5 Young On Top Campus Ambassadors (YOTCA) menghilangkan segunung perasaan ingin menyerah. Meski amplopnya sudah rusak, namun pesan-pesan di surat tersebut masih hidup dan bahkan menyemangati saya untuk tetap ‘hidup’ pula.

“Tetap semangat ya....”

“Kamu orangnya tangguh... “

“Kamu selalu tersenyum...”

“Hebat ya....”

“Tetap jadi orang yang ceria, ya..”

Intinya, semuanya menyemangati. Hal itu yang menjadi pendongkrak semangat saya yang sering menurun karena berbagai sebab. Dalam mencapai kesuksesan, tak pernah ada jalan semulus kulit Chelsea Islan, kata teman saya. Bad mood adalah salah satunya. Perasaan down tersebut juga tak bisa dihilangkan, hanya dapat diminimalisasi, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk perasa (baca; baper).

Ternyata, perasaan down yang sering hinggap tersebut tidak harus disikapi secara ekstrem. Bahkan, hal-hal kecil seperti surat dari teman-teman lama juga manjur, loh. Saya teringat teman saya yang pernah marah habis-habisan lalu mendapat senyuman dari orang lain, semuanya mencair. Hanya dengan senyuman kecil, kemarahan yang memuncak bisa hilang seketika. Sesederhana itu.

Lain cerita, saya pernah benar-benar merasa ingin resign dari kampus di Jakarta dan kembali ke rumah di Jawa Timur karena homesick yang luar biasa. Kalian tahu apa obatnya? Hanya suara orang tua yang bisa menenangkan. Ketika bertelepon dengan orang tua nan jauh di mata, semuanya kembali seperti semula.

Kadang, hal-hal kecil luput dari perhatian. Kita seringkali terlalu fokus kepada hal-hal besar sehingga melupakan hal kecil yang saya maksud tadi. Tapi, bukankah kerikil kecil jauh lebih membahayakan daripada sebuah batu besar yang jelas terlihat?

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on November 08, 2015 read:107

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter