Small Thing, Significant Impact

Hai YOTers!

Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik ya. Saya mau sharing nih tentang pelajaran baru yang saya dapatkan ketika mengikuti YOT Camp 2015 di Bogor. Happy reading!

Selama tiga hari dua malam, pada 4-6 September 2015, saya mengikuti YOT Camp di Bogor. Di sana saya bertemu dengan banyak sekali anak muda yang disebut ‘aneh’ oleh Billy Boen. Kenapa aneh? Karena wajarnya anak-anak muda itu mengabiskan weekend-nya dengan jalan-jalan ke mall, tidur, dan lain sebagainya. Sedangkan, saya dan teman-teman YOT CA serta YOT kota lainnya malah menghabiskan weekend kami di sana. Mengapa tidak? Di sana saya mendapat banyak sekali pelajaran serta pengalaman baru. Salah satuya adalah tentang on time

On time. Value ini merupakan hal kecil yang sering diabaikan oleh banyak orang. Tanpa disadari, ternyata hal kecil ini dapat memberikan dampak yang sangat signifikan. Mas Billy memberikan contoh ketika kita berada dalam dunia kerja. Kita memiliki pertemuan penting untuk penandatangan kontrak senilai milyaran rupiah dengan orang Jepang yang terkenal sangat menghargai ketepatan waktu. Namun karena telat beberapa menit saja, orang Jepang itu keburu pergi dan kontrak pun batal. Projek bernilai milyaran rupiah pun lenyap karena tidak on time. You can see guys. How big the impact of on time itself. Jadi mulai sekarang, mari kita biasakan diri kita untuk on time dalam berbagai acara/pertemuan.

Saya pun mempunyai pengalaman tersendiri dengan ketepatan waktu. Pada hari terakhir YOT Camp, kami semua akan bermain game bersama. Untuk itu, kami harus sudah berkumpul di lapangan pukul 07.00 untuk pembagian kelompok. Namun, karena berbagai alasan, banyak dari kami yang terlambat sehingga diberikan hadiah oleh kakak panitia. Salah satu peserta YOT Camp yang diberi hadiah adalah saya. Alasan saya adalah sakit perut yang tak tertahankan. Alay! Saat itu, saya memutuskan untuk mengantri di toilet daripada berkumpul di lapangan karena setelah lama mengantri, saya pun akan mendapatkan giliran saya ketika orang yang ada di dalam toilet keluar. Saya berpikir bisa mengikuti kumpul di lapangan setelah menyelesaikan ritual pagi saya. Namun, ketika saya tiba di lapangan, teman-teman pun sudah terbagi menjadi beberapa kelompok. Saya dan teman-teman lain yang terlambat pun diberi hadiah untuk tidak mengikuti permainan dan hanya berbaris menonton teman-teman yang bermain. Di sana saya merasa sedih bung. Padahal udah niat banget buat main.

Selama menikmati hadiah yang diberikan, saya merenungkan kesalahan saya. Saya mencoba mencari akar permasalahannya, kenapa saya bisa terlambat dan di hukum. Awalnya saya menganggap akar masalahnya adalah karena saya lama mengantri. Namun setelah saya merenung lagi, akar masalah sebenarnya adalah karena saya tidur larut malam dan akhirnya terlambat bangun. Ceritanya akan berbeda bila saya dapat bangun lebih pagi dan mengantri di toilet lebih awal pula. Mungkin saya tidak akan terlambat. Saya juga salah karena tidak memilih untuk datang ke lapangan dulu untuk meminta izin. Oke. It was my mistake.

Ketika berdiri meliat teman-teman bermain, saya juga memiliki perdebatan dalam pikiran saya. Apa yang harus saya lakukan ketika saya dalam situasi seperti ini lagi? Apa saya harus menahan sakit perut saya atau bagaimana? Perdebatan saya pun berujung pada sebuah jawaban. Lain kali kalau saya sakit perut lagi, saya akan datang dulu ke lapangan dan minta izin kepada kakak panitia untuk ke toilet sehingga kakaknya tahu (ada komunikasi yang baik) dan saya pun tidak dianggap terlambat (on time) J

Setiap kesalahan itu akan menjadi berharga kalau kita dapat merenungkannya untuk tidak diulangi lagi’

Semoga cerita saya bisa menjadi pelajaran juga buat kalian ya. See you On Top!

  




By : Ni Putu Ayu Frida Ningsih

Posted on September 08, 2015 read:109

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter