Spread Love by Giving

NO ONE is useless in this world who lightens the burdens of another - Charles Dickens

Tadi siang, sembari menunggu kelas International Marketing, saya dan salah satu teman sengaja duduk di sebuah sudut di dalam Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi di kampus. Laboratorium Kewirausahaan tersebut biasa digunakan untuk praktik berjualan oleh jurusan-jurusan tertentu, termasuk jurusan saya. Tempat itu biasanya dijadikan arena nongkrong para mahasiswa yang sedang membeli jajanan. Kami adalah beberapa diantara mereka.

Saat kami nongkrong tersebut, teman saya menawarkan untuk membelikan sebuah mie cepat saji. “Lo baru gajian?” tanyaku kepadanya. Kami sudah paham masing-masing. Jika ada traktiran, bisa jadi baru saja mendapat rejeki. “Emang gue kerja apa, sih?” dia bertanya balik kepadaku. Rupanya ia sedang tidak mendapat gaji, toh memang dia tidak sedang bekerja. “Baru dapat uang lebih aja,” ujarnya.

Pemberian gratis tersebut, mungkin bagi sebagian orang terasa biasa. Apalagi, teman dekat yang melakukannya. Namun, bagi saya pemberian sederhana tersebut membuat saya terharu. Setiap pemberian memberikan arti tersendiri bagi yang menerimanya. Bagi saya, pemberian teman saya tersebut bukan hanya sekadar pemberian, namun sebuah penghormatan bagi saya sebagai temannya.

Baru seminggu yang lalu YOT Monthly Meeting bersama mentor dan rekan sesama Campus Ambassador Batch 6 dilaksanakan dengan tema giving and service, tadi siang saya menjadi ‘korban’ giving teman saya. Mungkin, Tuhan berusaha menegaskan betapa indahnya giving (and to be given). Kata Mbak Henny, pimpinan Yayasan Tangan Pengharapan, memberi adalah tentang ketulusan. Pemberian semacam itu dapat menyebarkan kebahagiaan. Benar!

Dengan memberi, kebahagiaan akan menghampiri kita. Begitupula yang dikatakan Henry Drummand, happines consists in giving and serving others. Mentor YOT, Mas Didip juga sepakat dengan dua pendapat diatas. “Ketika kita memberi, kita berada pada posisi orang yang berbahagia,” ujarnya. Saya yakin, kebahagiaan turut dirasakan oleh orang-orang yang fokus pada kegiatan memberi lainnya, out there.

Lihat saja para pendidik yang mengabdi untuk mengajar di sekolah-sekolah pedalaman. Mereka merasa senang meski harus jauh dari orang tua, sinyal susah, air bersih minim, dan tak ada kemewahan. Ervan Yopi Putranto, alumni Universitas Negeri Malang (UM) dan pengajar SM3T di Papua menjadi contohnya. Meski memerlukan waktu sekitar lima jam untuk menuju ke sekolah dan harus melewati sungai dimana jika musim hujan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, ia tetap mau ‘memberi’ sedikit ilmunya kepada anak-anak di pedalaman Papua.

Kebahagiaan bukan melulu masalah uang. Bisa jadi, orang yang hanya punya satu mesin jahit dalam kehidupannya lebih bahagia daripada orang yang memiliki uang segunung Mahameru. Saya pernah baca artikel di media sosial, ada seorang kakek tukang becak di Malang, Jawa Timur, yang setiap hari Jumat enggan menerima ongkos dari setiap penumpang yang selesai ia antar ke tempat tujuan. Kakek tersebut hanya berniat sedekah. Padahal, kehidupannya tergolong susah dalam segi finansial. Namun, dia bahagia dengan apa yang ia lakukan. See?

Balik kepada cerita awal saya, meski sekadar mie cepat saji, saya merasa bahagia mendapat pemberian darinya. Sebenarnya, semua yang ada di kehidupan adalah sebuah titipan. Mie instan dari teman saya sejatinya berasal dari kebaikan hati Tuhan. Uang segunung milik orang kaya sesungguhnya bukan sepenuhnya milik mereka sendiri. Ada bagian dari orang lain didalamnya.

Seperti kata Mbak Henny Kristianus, memberi tidak harus menunggu kaya. Jika tak punya uang, kita bisa memberikan waktu kita. Giving tak serumit mencari jarum dalam jerami. Bahkan, senyuman kita adalah sebuah pemberian yang berharga. Siapa sih yang tidak bahagia mendapat senyuman dari orang lain, apalagi dari seorang yang ia sayang?

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

Twitter @azulfiyan

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on September 29, 2015 read:236

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter