Stamina dalam Gerakan

Halo, YOTers!

Kali ini saya ingin berbagi inspirasi dari Pak Anies Baswedan, yang saya dapatkan setelah saya menonton video beliau menyampaikan keynote speech di konferensi Gerakan UI Mengajar, yang menghadirkan mahasiswa dari kampus-kampus yang memiliki gerakan mengajar, untuk berkumpul di Universitas Indonesia, awal Maret lalu.

Gerakan

Indonesia memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, banyak prestasi dan banyak juga masalah. Salah satu hal yang beberapa tahun belakangan ingin digalakkan adalah bagaimana agar masyarakat merasa memiliki masalah yang ada, dan memiliki keinginan kuat untuk mencari solusi dan bergerak bersama-sama, bukan hanya sekedar mengeluh dan mengutuk.

Menurut Pak Anies, dalam mencari solusi masalah, akan lebih baik jika dilakukan dengan pendekatan gerakan, agar muncul semangat bersama dan menyebar virus dengan visi yang dibawa, untuk terus disebar kemanapun. Pendekatan gerakan dalam pemecahan masalah, harus semakin sering dilakukan, dibanding pendekatan program, yang biasanya “mentok” di pelaksana program, dan selesai ketika masa berlaku program selesai.

Stamina

Membangun gerakan tidaklah mudah. Harus ada visi dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya. Salah satu tantangan terbesar adalah untuk mempertahankan dan menjaga keberlangsungan gerakan itu, terlebih untuk terus memperluas jaringan dan dampak yang ditimbulkan oleh gerakan kita.

Dalam speech-nya, Pak Anies mengingatkan bahwa untuk menjaga keberlangsungan gerakan, kita perlu senantiasa menjaga 3 stamina, agar selalu berada dalam kondidi “prima”. 3 stamina tersebut diantaranya sebagai berikut :

1.       Stamina Fisik

Stamina fisik jelas diperlukan, untuk tetap menjaga konsistensi pergerakan tubuh kita dan menjaga pikiran tetap segar agar dapat berpikir lebih jernih, agar dapat mengambil keputusan-keputusan yang baik pula.

2.       Stamina Moral

Salah satu dasar utama kita membangun gerakan pastinya adalah adanya kesadaran moral. Kesadaran moral membuat kita peka akan suatu masalah, dan membangun determinasi untuk mencari solusinya. Stamina moral harus dijaga, kepekaan dan kesadaran moral kita harus dijaga, agar selalu sadar bahwa ada satu tujuan, ada satu masalah, yang ingin kita selesaikan, dan gerakan pun terus berjalan.

3.       Stamina Intelektual

Untuk menunjang gerakan kita, tentu kita butuh untuk terus menjaga stamina intelektual kita. Pembaharuan informasi akan sangat diperlukan, untuk menjaga gerakan kita agar tidak tergerus, termakan waktu. Apalagi di era teknologi ini, dimana informasi berkembang, bergerak dengan sangat cepat, sehingga kita harus terus update informasi terbaru untuk memastikan gerakan kita tetap relevan.

YOTers, kalau kalian punya suatu gerakan, boleh tuh jadi salah satu hal yang terus dipantau, “stamina” kita dalam menjalankannya. Semoga gerakan YOTers, dan gerakan apapun yang ada di Indonesia, untuk membawa kebaikan, selalu dilancarkan perjalanannya.

Semoga bermanfaat,
See you on TOP!

Teuku Yuza Mulia
Young On Top Campus Ambassador
Universitas Indonesia

yuzamulia.wordpress.com | @yuzamulia

 

 

My other #TOPNotes
Before
 : The 4 Intersection 
After : Kesempatan Kedua

  




By : Yuza Mulia

Posted on March 14, 2015 read:107

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter