Start a Business While You’re Young!

Ketinggalan YOTPEDIA bulan September? No worries! Sebelum YOTPEDIA bulan Oktober hadir dan mengundang tamu spesial berikutnya (*drum roll*) yang masih dirahasiakan, Saya ingin berbagi mengenai hasil sharing session CA bersama Rico Huang kemarin. Who is He? ;)

Memulai bisnis selagi muda? Siapa takut! Tahukah kamu bahwa masa-masa produktif adalah saat usiamu masih 20-an? Namun, sekarang ini masih banyak mahasiswa yang kerapkali mengeluh soal tugas kuliah dan meributkan hal sepele. Lain halnya dengan figur anak muda dan pebisnis kita kali ini yang tak lain adalah Rico Huang! Rico yang sedang sibuk mengurus bisnis online aksesoris hp Alona Gadget-nya pada September kemarin menyempatkan diri untuk berbagi pengalamannya sebagai young entrepreneur. Cerita singkat, Rico memulai usahanya sewaktu SMA kelas 1 (Grade 10) yang berawal dari hanya sekedar “iseng-iseng jualan yang penting jadi duit” hingga belajar pemasaran secara digital, aktif di social media & website, membangun team, dan bahkan menyewa rumah untuk warehouse bisnisnya. Interesting! Rico mengutarakan dengan selera humor khasnya bahwa target market Alona simple yaitu “dedek-dedek gemesh” dan “jomblo premium” yang aktif menggunakan hp dan internet. Terbukti betul, dengan men-set pasar yang pas, dagangannya mampu terjual lebih banyak.

Back to the main topic (business), cara Rico menghadapi perkembangan dan respon pasar terkait produk-produk yang ditawarkan oleh Alona Gadget yang dapat mencapai omset 70-100 juta/bulan juga tidak lepas dari people orientation. Alona tidak lagi fokus sebagai online shop aksesoris hp saja tetapi kini melebarkan sayapnya dan lebih banyak membantu newbies yang ingin memulai bisnis online untuk terjun dengan mengadakan program sekolah marketing online. Super sekali! Alona ada untuk mengedukasi dan membuat kurikulum jualan online sekaligus menyediakan ribuan varian produk yang dapat diakses dan dijual oleh mereka yang ingin berjualan sehingga mereka yang tidak punya produk tetap bisa berjualan.

Penasaran, approach seperti apa sih yang diterapkan oleh Alona normal consumer kok bisa loyal sekali dan tidak bosan dengan produk? Take note! There are two things, service (before & after) dan value produk. Semakin baik jasa yang ditawarkan suatu bisnis sebelum dan sesudah (contoh: after care berupa 100% uang kembali, customer follow up, dll) barang sampai pada kustomer, maka ‘word of mouth’ kustomer akan menyebar dan at the same time dari loyal customer menjadi mesin promosi gratis. Selain servis, value produk diartikan sebagai nilai suatu produk yang bisa menyelesaikan masalah dan melebihi ekspektasi pembeli. Pesan Rico, apapun bentuk usaha yang ingin dirintis, tidak perlu menaruh harapan yang terlalu tinggi bahwa usaha akan maju, karena terkadang harapan tidak sesuai dengan ekspektasi. So, it is better to grow and develop self first! Usaha akan maju seiring dengan kemajuan business owner-nya! As expected, Rico memiliki motto hidup authentic yang berhasil membawanya meraih kesuksesan di bawah umur 20 tahun. Ia mengatakan bahwa “Jangan hanya jadi penonton kesuksesan orang lain, jadilah pemain pionir di dalamnya.” Beranjak dari pernyataan tersebut, Rico memilih untuk menghabiskan masa mudanya sekarang agar masa depannya dapat tertata rapi dan bisnisnya bisa turun-temurun berlanjut ke generasi berikutnya. Rico juga menyampaikan akan pentingnya keberanian bagi anak muda untuk belajar gagal, bangkrut dan menyikapi semua masalah dengan mental baja.

 

Regards,

YOTPEDIA Project Officer

Levina Caroline

 

 
  




By : Levina Caroline

Posted on October 23, 2015 read:73

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter