Sukses Membangun Bisnis di Usia Muda

Hai YOTers !

Gimana kabarnya hari ini? Semoga kalian yang membaca artikel ini selalu diberikan semangat dan pantang menyerah ya.

Kali ini saya ingin berbagi pengetahuan yang saya dapatkan di YOTPedia (bersama Rico Huang, 17 September 2015) untuk YOTers.

Rico Huang atau yang lebih sering disapa Rico memiliki motto hidup jangan hanya menjadi penonton kesuksesan orang lain tapi jadilah pemain pionir didalamnya. Rico dikenal sebagai ketua komunitas Bisnis Anak Muda. Dulu komunitas Bisnis Anak Muda (BAM) aktif dalam membuat seminar entah itu berbayar atau pun free. Namun kini BAM lebih aktif secara online di berbagai social media seperti ask.fm, line, twitter maupun instagram dan saat ini BAM sangat berinteraksi dengan followersnya. Diusianya yang masih belasan tahun, Rico juga telah meluncurkan 2 buah buku (No More Galau dan Jago Jualan di Instagram) dengan tujuan menjawab pertanyaan yang sering muncul ‘gimana sih caranya jualan diinstagram? dsb’ namun buku karya Rico ini tidak dijual di toko buku tetapi hanya untuk didistribusikan untuk teman teman UKM.

Rico memulai bisnis sejak duduk dibangku SMA. Awalnya ia memulai bisnis karena keisengannya ‘yang penting dapat uang’  namun setelah mencoba coba beberapa usaha akhirnya ia fokus di aksesoris HP. Baru belakangan ini ia belajar pemasaran digital dan mulai aktif di social media dan web hingga akhirnya membangun team dan menyewa rumah sebagai warehouse Alona. Dahulu Alona hanya fokus ke aksesoris HP tapi saat ini Alona ingin lebih banyak untuk membantu teman teman yang ingin berjualan secara online. Tujuannya bukan lagi Alona yang bisa mendapat 100 juta per bulan tapi semua orang bisa. Alona menyediakan program sekolah marketing online, disini akan dibentuk pasukan penjual online yang disebut ‘Pasukan Alona Gadget’ yang isinya adalah orang orang yang buta dengan dunia jualan online. Karena Pasukan Alona Gadget tidak memiliki produk maka Alona menyediakan ribuan varian produk yang bisa mereka akses dan jual, sambil belajar sambil jualan.

Dalam dunia bisnis tentu saja Alona juga pernah mengalami pasang surut. Cara Alona untuk mengubah normal consumernya menjadi loyal customer melalui 2 hal, pertama melalui service (before and after) dan selanjutnya dengan value produk. Service yang dimaksud diilustrasikan jika seseorang ingin membeli produk tapi pelayanannya tidak ramah, tidak memberikan solusi dan super slow respond (jika online) dan tidak merasa dilayani (jika membeli secara langsung) maka customer dipastikan tidak akan jadi membeli. Apalagi jika berhubungan jasa, semakin bagus servicenya maka ‘word of mouth’ customer akan menyebar sehingga bukan hanya menjadi loyal customer tapi sudah menjadi mesin promosi. Sampai barang sudah sampai ditangan customer pun Alona akan memberikan after self service seperti uang akan kembali 100%, follow up customer apakah produk berfungsi atau tidak hingga menerima complain kerusakan pada produk. Sedangkan value produk adalah apakah produk bisa menyelesaikan masalah dan melebihi ekspektasi. Value produk diilustrasikan ketika orang naik Gojek dengan harga Rp 10.000 hingga jarak maksimal 25km maka orang akan berfikiran ‘gila, gue naik gojek jauh banget cuma 10ribu’ dan akhirnya akan menyebar kemana mana atau misalkan ada seorang wanita yang membeli baju meski bajunya lebih mahal dari orang lain tapi secara kualitas beda banget bahkan seharusnya dengan bahan seperti itu harganya lebih tinggi itulah yang disebut dengan value produk dan dengan cara itu customer bisa menjadi lebih loyal dan menjadi marketer secara gratis.

Inspiratif banget kan YOTers masih muda udah sukses begitu? Semoga apa yang telah saya share disini bisa menginspirasi dan bisa membantu YOTers yang juga ingin bisa sukses diusia muda.

See You On Top !

 

 

 

Regards,

Devina Wulandari

  




By : Devina Wulandari

Posted on September 24, 2015 read:624

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter