SUMPAH Pemuda

Pemuda yang bergerak, pemuda yang berkarya. Hanya pemuda yang beraksi, pemuda yang menyatukan. Pemuda adalah kunci besar atas demokrasi negeri ini. Pergolakan baru sistem demokrasi Indonesia tak akan mungkin membuat pemuda negeri ini berdiam tanpa aksi. Pasti ada, akan ada. Pergolakan aksi itu kembali. Pemuda dengan kritisnya, dengan kreatifitasnya adalah penentu arah era baru Indonesia. Kreatifitas dan integritas adalah dua hal yang menjadi ciri khas harapan pembangunan cakrawala baru demokrasi Indonesia. Pemuda pembawa kunci, pemuda bersuara. Jumlah 30% total populasi pemuda Indonesia bukanlah jumlah yang mampu dianggap remeh para penguasa. Kolaborasi, pemuda dengan aksi. Tunas itu pun mulai bertumbuh. Layaknya kita kembali ke tahun 1908 dengan Budi Utomo sebagai Kongres Pemuda I dan tahun 1928 Sumpah Pemuda sebagai Kongres Pemuda II, peran pemuda adalah aksi historis yang tercatat jelas dalam sejarah sebagai pemersatu negeri. Kolaborasi adalah solusi persatuan dan tonggak pergerakan untuk menggapai solusi permasalahan pada saat
itu. Persatuan itu kini kembali diuji, pemuda Indonesia kembali ditantang akan aksinya untuk negeri. Pergerakan itu sudah muncul, tersebar di berbagai penjuru. Berbagai komunitas, organisasi, NGO, mentoring program, program kepelatihan telah banyak muncul di seluruh wilayah Indonesia. Kita kembali membutuhkan adanya wadah penyatu kolaborasi pemuda Indonesia. Kongres Pemuda III. Bersatunya pemuda Indonesia dalam kolaborasi. Persatuan visi dan misi walau fokus pergerakan berjalan diberbagai bidang penting seperti pendidikan, lingkungan, politik dan lainnya. Membuatkan sebuah jalur terarah untuk berjalan dan bergerak maju bersama. Demokrasi adalah media pemersatu atas kolaborasi pemuda modern Indonesia dengan perbedaan pergerakan untuk negeri. Melalui demokrasi pemuda Indonesia muncul dan bersatu, berjalan bersama. Penyatuan pemuda dalam Kongres Pemuda III akan menyatukan aksi untuk solusi permasalahan negeri. Melalui Kongres Pemuda III akan muncul proyek besar yang menyatukan negeri dan sebagai sumber solusi berbagai masalah atas pergerakan yang berjalan sendiri. Pemuda sebagai salah satu Stake Holder utama, selain perusahaan, wiraswasta, pemerintah dan para ahli, merupakan kunci perekat stake holder lainnya. Kolaborasi adalah kunci tercapainya tujuan demokrasi bangsa atas masalah masyarakat. Pemuda sebagai permata harapan negeri. Pemuda sebagai penggerak pertama dan utama atas terwujudnya kolaborasi tersebut melalui Kongres Pemuda III.
Semoga saja perpecahan semu yang terjadi kemarin hanya sebagai mimpi buruk yang akan berakhir saat terbangun dari tidur. Kongres Pemuda III sebagai penyatu kolaborasi pergerakan pemuda Indonesia adalah wadah penting sebagai kunci alur pencerahan bangsa, Di saat mentari masih belum merenta dan malam belum menua, mari membuka mata dan biarkan secercah sinar itu hadir memberikan kehangatannya atas indahnya persatuan di negeri kita Indonesia.
 
by :
Lisa Amalia AR
YOTCA STAN
12.29
  




By : LISA AMALIA ARTISTRY RAMADHANI

Posted on October 23, 2015 read:100

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter