Tahun Baru dan Ojek Payung

Kita tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang – Bill Cosby

            Kamis sore kemarin (1/1), saya dan teman-teman dari Jakarta berniat merayakan tahun baru 2015 di Kota Bogor. Setelah ritual bakar-bakar ayam dan jagung pada saat malam pergantian tahun, esok harinya kami bergegas menuju Bogor. Niat awal sih ke Kebun Raya Bogor, namun kadang kenyataan tak semulus rencana yang sudah dibuat. Saat sudah sampai Stasiun Bogor, mendadak hujan turun begitu deras. Hujan disertai angin itu berlangsung cukup lama, hampir dua jam. Kami lupa kalau Bogor adalah kota Hujan.

            Kamipun mengurungkan niat untuk menuju Kebun Raya Bogor dan memutuskan stay sementara di stasiun untuk menunggu hujan reda. Pada saat itu, banyak orang mengeluh karena liburannya “terganggu” oleh hujan yang turun. Namun, disaat banyak orang merasa terganggu oleh hujan, ada segelintir pihak yang merasa senang atas datangnya hujan tersebut. Mereka secara sukarela menenteng payung di saat hujan. Mereka tanpa mengeluh berjalan di tengah hujan demi menjajakan jasa yang sering dikenal sebagai ojek payung.

            Saya tersenyum melihat fenomena ironi tersebut. Ternyata ketika beberapa orang merasa sedih, beberapa orang lagi malah merasa senang, begitupula sebaliknya. Contoh sarkasnya, ketika banyak orang kota hidup bergelimang harta; beli apapun bisa, kemanapun bisa, pada saat yang sama banyak orang merasa kelaparan dan hidup dibawah garis kemiskinan.

            Melihat kenyataan, ironisme tersebut sering terjadi. Satu contoh yang saya tuliskan di atas mungkin sebuah contoh general. Ada banyak contoh lain yang bisa saya tunjukkan. Coba datang ke Blok M. Disana terdapat Pusat Belanja Modern (PBM) seperti Blok M Plaza, Blok M Square, dan beberapa tempat nongkrong modern. Disamping PBM  tersebut, nyatanya masih ada pedagang kecil seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tetap berjualan disana, dekat sekali dengan PBM tersebut.

            Saya jadi teringat dengan salah satu tweet yang pernah di posting oleh founder Young On Top, mas Billy Boen, di akun twitternya. Mas Billy pernah menuliskan salah satu perkataan Bill Cosby, bahwa kita tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Ambil contoh seorang pemimpin, dia tidak akan bisa menyenangkan semua anggota timnya. Keputusan yang diambil pasti mengundang pro dan kontra; tidak semuanya setuju.

            Kembali ke Stasiun Bogor, saya menjadi sadar bahwa selalu ada pro kontra dalam kehidupan. Meski Tuhan menurunkan hujan, beberapa orang tidak senang datangnya hujan deras karena merasa liburannya akan gagal ketika turun hujan. Namun, tak sedikit yang malah senang karena itu artinya ada celah bagi mereka untuk mengais rupiah. Mungkin ini yang coba diperlihatkan Tuhan kepada saya disaat menunggu hujan reda di Stasiun Bogor.

 

Oleh: Ahmad Zulfiyan @azulfiyan

YOT Campus Ambassador, Faculty of Economics, Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

            

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on January 08, 2015 read:124

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter