Talent is Overrated

Great performance is more valuable than ever --- but where does it really come from?
(Geoff Colvin, 2008)

Halo, YOTers!

Kali ini saya akan membahas tentang buku yang ditugaskan pada kelompok mentorship saya di YOTCA Batch 5, yaitu “Talent is Overrated” by Geoff Colvin. Adapun buku ini telah kami presentasikan pada YOTCA Monthly Meeting, 31 Januari 2015 kemarin. Ohya, saya tidak akan membahas secara detail, karena akan lebih asik untuk langsung baca bukunya. Semoga tulisan ini membuat YOTers tertarik ya.

Selamat membaca!

Top Performers

Kenal Alessandro Del Piero dan Cristiano Ronaldo? Kebetulan saya adalah penggemar klub sepakbola Juventus dan Real Madrid, jadi saya mengambil contoh 2 pemain favorit saya dari kedua klub itu. Diantara semua kehebatan mereka, Del Piero terkenal sebagai salah satu eksekutor terbaik bola mati (penalti, tendangan bebas, sepak pojok), dan Ronaldo dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang memiliki kekuatan fisik terbaik untuk menunjang permainannya.

YOTers, kira-kira apa yang membuat masing-masing mereka menjadi seorang TOP PERFORMER?

Ketika melihat kemampuan mereka berdua, kemungkinan besar kita akan berdecak kagum dan berkata, “Oh, he’s gifted,” atau “Wow, he’s talented!”

Ya, Banyak orang akan menjawab TALENTA adalah faktor besar yang mempengaruhi kesuksesan seseorang untuk menjadi top performer. Namun, buku ini memberitahu kita melalui serangkaian penelitian dan cerita dari banyak world class performers, mulai dari musisi, penulis, pemenang nobel, pemain sepak bola, dan sebagainya, bahwa bukan itu jawabannya.

Deliberate Practice

This is the key!

Melakukan latihan/belajar yang terencana, terstruktur, dan mendalam, dalam bidang yang kita tekuni, adalah faktor terbesar yang mempengaruhi keahlian kita terhadap bidang tersebut. Hal itu membutuhkan keyakinan dalam diri kita bahwa kita ingin menekuni bidang tersebut, juga menguras fokus dan mental karena benar-benar harus konsisten dalam melakukannya.

Begitu juga dengan Ronaldo dan Del Piero. Bersama dengan top performers lainnya, mereka melakukan banyak hal spesial dalam latihannya untuk menjadi brilian. Ronaldo, misalnya, selalu dating latihan lebih awal disbanding rekan setimnya, dan sempat sangat fokus pada pengembangan kekuatan fisiknya. Sedangkan Del Piero, selalu menambah waktu latihannya sendiri untuk melatih tendangan bebas miliknya.

YOTers, kurang lebih, kita bisa melakukan deliberate practice dengan tahap sebagai berikut :

  1. Ketahui apa yang ingin kita lakukan, benar-benar ketahui, bukan sekedar bayangan, asumsi, atau pemikiran sekilas.
  2. Ketahui kelebihan dan kekurangan kita di bidang itu, secara spesifik dan detail.
  3. Rancang bentuk pengembangan diri yang akan kita lakukan, secara spesifik. Skill, pengetahuan, jaringan seperti apa yang kita butuhkan, untuk mencapai tujuan keahlian kita. Proses practice diutamakan pada bagian yang merupakan kelemahan kita secara spesifik.
  4. Perdalam semua hal tersebut dengan terencana, teratur, berulang, dan konsisten. Baca buku yang berhubungan, cari teman yang sejalan, cari jaringan yang bisa mengembangkan diri kita, berita apa yang harus kit abaca, dan sering-sering browsing di internet untuk berbagai tambahan.
  5. Evaluasi diri secara berkala terhadap pencapaian kita.

Dalam melakukannya, bisa sendiri, ataupun mencari mentor untuk membimbing kita. Karena tidak semua bidang atau keahlian mempunya semacam kurikulum atau standar peningkatan kemampuan sebagai pedoman.

Contoh kecil adalah bagaimana dulu saya melatih diri saya untuk mencapai target UN Matematika 100 di SMP dan SMA. Di SMA, misalnya, saya petakan keahlian saya, dan menyadari bahwa kelemahan saya ada di bagian geometri dan kalkulus. Menjelang UN, kedua bidang itu adalah yang saya fokuskan untuk dilatih secara terus-menerus, sampai akhirnya saya memperoleh hasil memuaskan.

Baca bukunya!

YOTers, buku ini jelas jadi salah satu buku favorit saya, dan akan saya baca ulang untuk meningkatkan pemahaman tentang the key to drive great performances. Begitu juga dengan YOTers, seperti yang telah saya sebutkan di awal, membaca tulisan ini saja tidak cukup. Saya sarankan YOTers membaca bukunya langsung :)

Kalau sudah baca, jangan lupa ya, sebagai YOTers, kita share apa yang kita dapat ke orang lain, agar manfaatnya meluas.

See you on TOP!

Teuku Yuza Mulia
Young On Top Campus Ambassador
Universitas Indonesia

yuzamulia.wordpress.com | @yuzamulia

  




By : Yuza Mulia

Posted on February 03, 2015 read:219

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter