Tempaan Tuhan

Sebagai manusia, kita sering tidak memahami rencana Tuhan dalam hidup kita. Demikian pula hanya denganku. Tanpa kusadari, perjalanan hidup yang digariskan Tuhan untukku telah menempa aku menjadi pribadi yang seperti sekarang – Andy F Noya, dalam buku Sebuah Biografi; Andy F Noya, Kisah Hidupku

Beberapa minggu lalu, adik ipar Ibu kos meminjamiku buku biografi Andy F. Noya yang terbit tahun ini. Tentu, aku sangat senang. Selain banyak yang bilang buku ini bagus dan inspiratif, aku juga belum memiliki uang lebih untuk membeli buku memoar Mas Andy tersebut. Jangankan beli buku, buat makan sehari-hari saja pas-pasan. Nyatanya, Tuhan baik hati. Melalui Uni Rosa, kakak ipar Ibu kos, aku dapat menyelami setiap kata dalam buku ini. Kesan setelah menyelesaikannya, sederhana namun penuh inspirasi.

Melalui artikel ini, aku ingin berbagi inspirasi yang ada dalam buku ini. Inspirasi ini ada di bab akhir buku Mas Andy. Sebenarnya, inspirasi ini sudah aku paparkan di atas, di headline artikel ini. Intinya, kita sebagai makhluk Tuhan kadang tak memahami rencana yang Tuhan lakukan untuk hidup kita. Kenapa? Jawabannya sudah jelas, karena kita bukan Tuhan.

Aku sering mendengar banyak orang frustasi dengan permasalahan hidup yang mendera terus-menerus. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang memilih mengakhiri hidup dengan menusuk perut sendiri, minum racun tikus, atau gantung diri. Pun, aku sering mendengar orang mengeluh karena merasa hidupnya penuh cobaan. Mereka pikir, Tuhan tidak adil terhadap mereka. To be honest, dulu aku juga pernah seperti itu.

Namun, aku percaya bahwa Tuhan Maha Baik. Ia tak akan membuat makhluk-Nya menjadi buruk di dalam kehidupan. Orang tuaku juga selalu menganjurkan untuk terus berjuang dan berpikir positif. Dalam istilah Islam, huznudzon. Pernyataan Mas Andy di buku biografinya menegaskan keyakinan tersebut. Rencana Tuhan itu paling baik. Kita kadang tak bisa memahami rencana tersebut karena kita hanya seorang manusia.

Dalam bukunya, Mas Andy menjelaskan panjang lebar bahwa Tuhan menempanya menjadi pribadi yang baik, bahkan saat ia tak menyadari hal tersebut. Secara kasat mata, pernyataan tersebut mungkin aneh. Namun, Tuhan tak akan begitu saja membuat kita menjadi orang baik. Kehidupan adalah proses. Nah, melalui proses itulah tanpa sadar kita ditempa menjadi pribadi yang bagaimana.

Mari kita tengok orang-orang sukses yang kita kenal. Banyak dari mereka yang berhasil karena melewati berbagai permasalahan dalam hidup. Jika kita melihat saudara penyandang difabel, sepintas kita akan berpikir bahwa mereka tak bisa apa-apa. Nyatanya, dalam sebuah perlombaan, mereka bisa menjuarai lomba lari, lomba robot cerdas, dan sebagainya, bahkan mengalahkan orang-orang dengan nikmat lebih besar. Sekali lagi, Tuhan telah merencakan sesuatu yang tidak kita tahu.

Bisa jadi, kita melihat sesuatu adalah negatif karena kita hanya melihat dari satu sisi. Ketika kita melihatnya dari sisi yang lain, sesuatu tersebut mungkin menjadi sangat luar biasa. Aku masih ingat perkatan Ibu, setiap yang kekurangan pasti ada kelebihannya. Dengan kekurangannya tersebut, Tuhan menempa manusia untuk bisa mengimprovisasi kelebihan yang diberikan. Mungkin, kita juga seperti itu.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on October 04, 2015 read:134

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter