Terbius Rokok

Rokok. Nikmat, bagaikan cemilan, kalau tidak ada rokok bawaannya asem, ataupun ga bisa mikir. Itulah rata-rata dari jawaba perokok jika ditanya "apa enaknya ngerokok?" Bahkan bungkus rokok yang sudah seram pun nampaknya tidak dapat memberikan efek jera.

Kali ini ga akan bahas bagaimana dilemanya Indonesia dalam menentukan sikap atas permasalahan rokok ini di dunia internasional. Seru sih topiknya, tapi rada berat.

Tinggal di Indonesia, dimana rokok dijual 12rb-an dan mudah dijangkau ini membuat sebagian masyarakat yang sebut saja si korban (perokok pasif) merasa hak atas hidup dengan udara yang bersih dirampas. Sedangkan si tersangka (perokok aktif), dengan tidak pedulinya merokok dimanapun dan kapanpun. Yaaa salah satu faktornya karena di dalam rokok terkandung zat adiktif yang membuat ketagihan. Namun, saya bingung dan sebenarnya ingin bertanya:

1. Apakah si tersangka tidak pernah mendapatkan edukasi mengenai rokok? Bahkan apakah si tersangka tidak bisa membaca di tiap iklan rokok selalu ada tulisan peringatan? Jika paham dan mengerti namun tetap melakukannya karena jawaban seperti yang diatas tadi, misalnya rokok sudah bagaikan cemilan, dsb.

2. Lalu kenapa tersangka secara tidak langsung selalu memaksa orang lain untuk mati bersama? Yang padahal kenikmatan atau apapun itu dirasakan hanya pada tersangka, bukan korban. Jika tersangka menjawab, mereka hanya merokok di tempat tertentu

3. Tempat tertentu seperti apa yang dimaksud? Apakah di tempat umum? angkutan umum? Rumah teman? tempat seperti itukah yang dimaksud? Jika iya, kenapa tersangka begitu egois? Kenapa tersangka tidak memikirkan kesehatan orang lain? Apakah tersangka akan tanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan korban?

Ada banyak kerugian yang ditimbulkan dari rokok, namun masih banyak jumlah perokok aktif. Jika ada alat seperti tabung kepala yang diperjual belikan untuk orang yang merokok, udara akan segar. Karena yang merokok harus mengenakan tabung tersebut dimana asapnya akan dihirup sendiri. And who knows they will die faster? :)

Mereka tidak akan pernah sadar, bahwa ada ibu hamil yang punya resiko tinggi dan membahayakan janin jika menghirup asap rokok. Mereka tidak pernah sadar, bahwa ada orang yang terkena penyakit paru-paru akibat menghirup asap rokok. Dan mereka tidak pernah sadar, bahwa mereka sedang dibodohi oleh perusahaan rokok.

Beberapa fakta namun mungkin bagi tersangka ini hanyalah bualan:

1. Rokok pertama kali booming di US. Saat itu kehadiran rokok langsung menyebar. Apalagi maskot terkenalnya orang koboy sedang menungganb kuda yang menyimbolkan suatu kejantanan, Mar*boro.

2. Namun, kehadiran rokok di US ini menyebabkan banyak kerugian. Apalagi dalam sisi kesehatan, sehingga pemerintah US sendiri memberikan sikap tegasnya terhadap rokok.

3. Perusahaan rokok pun akhirnya sepi, mereka akhirnya mencari market lain. Yaitu negara berkembang. Dimana populasi besar, SDA murah (ditambah apabila integritas aktor pemerintahan tidak baik, maka akan lebih mudah perusahaan rokok memainkan kebijakan)

4. Di Singapura & Australia, rokok dijual dengan harga yang relatif mahal. Indonesia? hmm...

5. US sendiri juga memberlakukan hal yang sama, bahkan toko yang menjual rokok pun sangat jarang.

6. Pemerintah melarang rokok diperuntukkan untuk anak muda. Sedangkan target dari perusahaan rokok itu sendiri adalah anak muda (namun perusahaan rokok tidak akan pernah mengakui bahwa target tersirat mereka adalah anak muda, mereka akan bilang bahwa target mereka hanya untuk orang dewasa)

7. Tapi jika dilihat dari iklan rokok, mereka ingin membangun image bahwa rokok diperuntukkan untuk anak muda. Usia produktif di Indonesia tinggi, berarti anak muda Indonesia jumlahnya besar. Bisa diperhatikan bahwa iklan rokok diperankan oleh anak muda, sehingga akan membangun persepsi bahwa "anak muda juga boleh merokok/yang muda yang merokok".

8. Perusahaan yang akan mendapatkan profit dan profit tersebut akan mengalir ke negara asal mereka, sedangkan kita? Cuma dapat kemiskinan dan kebodohannya saja.

Masih banyak lagi fakta tentang masalah ini, namun secara garis besar seperti ini. Ini bukan soal kenikmatan, tapi kesehatan. Bukan soal diri sendiri, tapi orang lain. dan bukan soal tenaga kerja yang banyak terserap di perusahaan rokok, tapi bagaimana perusahaan rokok mengelabui kita. Yang kita hadapi bukan lagi soal resiko merokok, tapi yang kita hadapi adalah MNC dimana mereka akan selalu memikirkan bagaimana mendapatkan profit sebanyak-banyaknya. Apa mereka peduli kepada kesehatan kalian? Jelas tidak, mereka hanya peduli: uang.

Mungkin inilah sedikit pemikiran dari pengalaman serta fakta yang ada di lingkungan sekitar, semoga tulisan ini dapat bermanfaat!:)

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on December 15, 2015 read:151

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter