“The Best is Yet To Come “ – Sebuah mentalitas…

Judul diatas saya kutip dari ‘victory speech’ Obama ketika memenangkan pemilu 2012 ini. Terjemahan dari kalimat itu kira-kira adalah demikian : hal terbaik belum-lah terjadi. Kalimat ini mengingatkan saya akan bedanya Small Business Owner  (SBO) dan Entrepreneur . Jika mengacu pada karakter SBO yang cukup puas dengan apa yang dihasilkannya atau lebih mementingkan stabilitas bisnis maka jelaslah orientasinya adalah ‘good is enough’ bukan ‘best is the aim’, tak ada yang salah dengan ini, sepanjang membuat ‘happy’ bagi yang menjalankan.  Bagaimana dengan Entrepreneur ? Entrepreneur adalah seorang pengusaha  yang selalu mencari tantangan untuk berkembang dikarenakan karakternya yang fokus pada inovasi, berkembang dan ‘growth profit”.

Baik SBO dan Entrepreneur keduanya sama-sama pengusaha, kemauan untuk berkembang dan ‘risk taking’ yang berbeda yang membuat keduanya berbeda.

Contoh mudah untuk melihat perbedaan kedua-nya dapat dilihat sebagai berikut : bagi SBO, mereka sulit percaya pada karyawan dan sistem oleh karenanya mereka cenderung melakukan semua fungsi utama dalam sebuah bisnis oleh dirinya sendiri. Anda sering melihat sebuah toko dimanapun baik di mall, di pinggir jalan besar atau sebuah warung sekalipun ditunggu dan dijaga pemiliknya ? Nah, itu contoh sederhana SBO bahwa semua fungsi utama sebuah bisnis melekat pada ‘badan’nya. Dia yang ikut menjual, dia yang menjadi kasir, dia yang kadang ikut mengirim barang dan lainnya.

Kontras dengan SBO maka Entrepreneur dalam menjalankan usahanya berani menurunkan ego-nya dengan melakukan delegasi, dia menyadari bahwa semua pekerjaan penting harus mulai di-delegasi-kan kepada orang-orang kepercayaan dan profesional, dia mulai membentuk sistem dan dia fokus pada hal yang memang menjadi kekuatannya. Anda bisa melihat sebuah jaringan toko yang memiliki toko sangat banyak, apakah anda bisa bertemu dengan pemiliknya ? tentu sangat jarang dan bahkan tidak mungkin karena pemilik sering kali sudah sibuk dan fokus pada hal-hal strategis. Itulah contoh bagaimana Entrepreneur melakukan replikasi ‘tubuh’-nya menjadi berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus karyawannya, ada yang berfungsi sebagai ‘tangan’nya , ada yang berfungsi sebagai ‘mata’nya , ada yang berfungsi sebagai ‘kaki’nya dan lain sebagainya. Seringkali bagian ‘tubuh’  yang terakhir di-‘keep’ oleh Entrepreneur dan menjadi tugasnya adalah menjadi ‘hati’ perusahaan tersebut yaitu ‘value’ dan ‘image’ perusahaan. Bagaimana dengan ‘otak’ perusahaan ?, entrepreneur yang pandai dan bervisi jauh kedepan, sadar bahwa tidak selamanya ‘otak’ dia sanggup selalu berinovasi untuk membawa perusahaan berkembang. Apa yang ditinggalkanketika pensiun oleh Entrepreneur adalah sebuah replika ‘tubuh’-nya dalam bentuk yang lebih besar dan dapat berjalan tanpa-nya.

Setelah saya jelaskan diatas, ‘ the best is yet to come’ telah terbangun menjadi mentalitas Entrepreneur dan kemudian menjadi mentalitas perusahaan entrepreneurial. Hal ini wajar sekali dikarenakan perusahaan tersebut selalu ‘re-inventing’ diri-nya sendiri, ada atau tidak adanya sang pendiri perusahaan, dijalankan sebagai family business atau non-family business, private company atau public company karena yang ditinggalkan oleh sang pendiri adalah mentalitas yang tak pernah puas dan selalu mencari yang terbaik.

Kita adalah generasi yang sangat beruntung  menjadi saksi sejarah dimana sebuah perusahaan yang memiliki nilai termahal (market cap) di-dunia saat artikel ini saya tulis yaitu Apple Inc, ditinggalkan oleh co-founder yang kharismatik Steve Jobs dan banyak yang percaya bahwa dia telah meninggalkan perusahaan yang sesuai yang dengan karakteristik-nya sehingga akan terus berinovasi dan berkembang.  Anda mungkin saat ini familiar dengan nama-nama seperti Tim Cook (CEO Apple) dan Jonathan Ive (Senior VP Design) , dua dari banyak orang terbaik yang menjadi bagian Apple untuk mengembangkan perusahaan ini kedepannya. Steve Jobs telah berhasil membuat replikasi dari bagian dirinya sehingga Apple akan selalu memiliki mental “The Best is Yet to Come”.  Iphone 5, Ipad Mini dan produk-produk Apple saat ini belum-lah menjadi produk yang terbaik dari Apple karena masih akan banyak lagi produk-produk hebat yang akan diciptakan oleh perusahaan ini.

Agus Finardi-CEO Bafardi Group/YOT Entrepreneurship Program Mentor

Follow me @agus_finardi

 

 

  




By : Agus Finardi

Posted on November 12, 2012 read:3,090

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter