The Bucket List

The Bucket List

Judul artikel ini berasal dari sebuah film yang baru aja ditonton di salah satu channel tv rumah. Walaupun ga dari awal nontonnya tapi makna dari film ini sangat ‘ngena’.

Jadi ada dua orang laki-laki paruh baya, usianya sekitar 60 keatas yang dirawat di satu kamar rumah sakit. Mereka awalnya sama sekali tidak saling mengenal, kepribadian mereka pun saling bertolak belakang. Carter, sehari-harinya menjadi seorang mekanik, suami, bapak, sekaligus kakek bagi cucunya. Keluarga Carter bisa dibilang sangat harmonis. Mempunyai istri yang sangat mencintainya dan Carter mempunyai sebuah keyakinan. Namun Carter divonis kanker bahkan waktunya tidak lama lagi. Sedangkan Edward, seorang milioner. Hidup sebatang kara walaupun hartanya sangat berlimpah, keluarganya bisa dibilang tidak harmonis sehingga istri dan anaknya pergi meninggalkannya. Edward adalah seorang yang tidak percaya akan sebuah keyakinan dan kebenaran. Hidupnya selama ini dipenuhi oleh sandiwara dan bisnis.

Namun, mereka berdua memiliki kesamaan, yakni: kebutuhan untuk berdamai dengan siapa mereka dan apa yang mereka lakukan dengan hidup mereka, dan keinginan untuk menyelesaikan daftar hal-hal yang ingin mereka lihat dan lakukan sebelum mereka mati.

Tentu menjadi hal yang menakutkan bagi semua orang jika sebuah kematian sudah bisa diprediksikan. Sehingga, Carter & Edward ingin melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan sebelum mereka mati. Menjadikan akhir-akhir hidup mereka untuk sesuatu yang mereka inginkan, bukan orang lain harapkan. Mereka menolak mengikuti saran dokter untuk tetap terus melakukan perawatan dan pergi berkeliling dunia.

Mereka skydiving, membuat tattoo, menanjak gunung tertinggi di India meskipun akhirnya tidak jadi karena kondisinya sedang ada badai topan sehingga tidak memungkinkan untuk mendaki, makan di restoran yang mewah, ke piramida, taj mahal, mencicipi kopi luwak, dan banyak lagi. Namun dalam perjalanannya untuk mewujudkan seluruh hal yang ada di bucket list, tiba-tiba istri Carter meminta Carter untuk pulang. Walaupun istri Carter sudah siap akan kemungkinan meninggalnya Carter, namun ia berharap Carter bisa berada di sisinya di saat-saat akhir hidup Carter. Berbagai cara Edward lakukan untuk membujuk Carter pulang, akhirnya Carter bersedia untuk pulang. Berkumpul bersama keluarga kecil Carter. Namun di sisi lain, ditunjukkan Edward yang sedang berada di apartment besarnya namun sebatang kara. Menggunungnya kekayaaan Edward, tidak dapat menggantikan kekosongan yang ada di hati Edward. Konflik dengan putrinya, ia tutupi yang sebenarnya menjadi topeng dibalik kebahagiaan palsunya selama ini.

Dengan kebersamaan Edward & Carter selama mereka berkelana saling mengenal satu sama lain, mereka akhirnya dapat saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Sampai pada akhir hayat Carter, mereka tetap menjalankan ‘the bucket list’ tersebut.

Dalam pertemuan 3 bulan terakhir, Carter mengajarkan Edward untuk “ find the joy in your life”. Dan hal itupun yang dilakukan Edward untuk memperbaiki hubungannya dengan Putrinya.

Dari film tersebut, mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan hal yang kita inginkan. Jangan sampai menyesal nantinya. Juga mengajarkan, kemanapun kita pergi, sejau apapun, ujung-ujungnya kita akan kembali ke rumah. Jadi, sayangi keluarga kita sebagaimana mereka juga menyayangi kita. Kemudian cari siapa diri kita, apa tujuan kita untuk hidup dan apa yang membuat kita bahagia. Kehidupan ini bukan hanya untuk membahagiakan orang lain, tapi juga membahagiakan diri kita sendiri. Dengan begitu, kita dapat berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Selain itu, di setiap keadaan yang sedang kita jalani, tidak ada satupun manusia yang merasa sempurna. Buktinya seperti film tersebut, digambarkan Carter seorang yang biasa namun memiliki keluarga yang harmonis sedangkan Edward dengan harta yang dimilikinya, tapi ada lubang besar kesepian yang mendera dirinya. See? Manusia tidak akan ada yang sempurna, itu bagaimana kita yang pandai-pandai bersyukur dan melakukan yang benar terhadap orang lain. Lebih jelasnya lagi YOTers bisa menontonnya sendiri karena ceritanya akan lebih sedih. Sebuah persahabatan, impian, kebahagiaan dan kematian.

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on January 22, 2016 read:68

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter