Tough

The best view comes after the hardest climb - unknown

Saya masih ingat ketika pertama kali diajak ke salah satu air terjun terindah di Tulungagung, Jawa Timur oleh teman-teman sekolah sekitar tahun 2011 yang lalu. Itu adalah pengalaman saya pertama kali mendaki bukit yang didalamnya terdapat hutan yang masih alami untuk sampai ke air terjun tersebut. Di sepanjang perjalanan, kami harus bersusah payah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena sulitnya akses jalan yang kami lewati.

Karena hanya ekspedisi ‘kecil’, kamipun tak memersiapkan perlengkapan lengkap, hanya tas yang berisi air dan beberapa baju ganti, dan sepatu (bukan sepatu gunung). Bahkan, beberapa diantara kami memakai sandal jepit. Karena hanya memakai pelindung kaki alakadarnya, kaki kami digigit lintah yang banyak terdapat di genangan air di hutan tersebut.

Kaki kami juga lecet karena terlalu lama berjalan dan tergores benda tajam disana. Tak jarang kami memilih berhenti sejenak untuk melepas lelah. Singkatnya, perjalanan menuju air terjun berakhir setelah dua jam lamanya. Setelah itu, we saw so beautiful view there.

Saya juga memiliki beberapa sahabat yang doyan naik gunung. Saya sudah bosan mendengar cerita mereka ketika naik gunung. Intinya, lelah luar biasa. Namun, ketika sudah sampai puncak, rasa lelah hilang seketika berkat pemandangan yang luar biasa indah. Begitupula cerita teman saya yang beberapa hari lalu mengunjungi sebuah pantai di Tulungagung juga.

 Pantai tersebut baru saja ‘ditemukan’ karena akses jalan menuju kesana amat susah. Jalanan terjal naik-turun serta trek yang hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki berpuluh kilo menjadi syarat mutlak menuju kesana, karena merupakan tempat wisata baru yang belum disediakan insfrastruktur yang memadai. Namun, yang alami memang lebih indah. Mereka bilang pantai tersebut adalah salah satu pantai terindah yang pernah mereka kunjungi. Airnya biru bening dan hamparan pasir putih tanpa noda bisa memanjakan mata. Saya yang mendengarnya hanya bisa geregetan untuk segera kesana.

Untuk mendapatkan hal yang bagus, kita sering dituntut untuk bersusah dahulu. Ketiga cerita diatas memberikan kita gambaran betapa hal yang indah tak didapat dengan hanya ‘ongkang-ongkang sikil’, tak berbuat apa-apa. Banyak orang hebat yang kita anggap sukses saat ini pasti merasakan perjuangan luar biasa untuk meraihnya. Mereka tough dan menolak untuk menyerah.

Merry Riana, sang perempuan sejuta dolar, dulunya pernah menjadi penyebar pamflet di jalanan. Oprah Winfrey yang pernah dinobatkan sebagai seleb wanita terkaya versi Forbes dulunya berasal dari keluarga miskin dan kehidupannya penuh diskriminasi. Begitupula dengan Handry Satriago yang saat ini menjabat sebagai CEO General Electric Indonesia juga pernah mendapat ujian berat dari Tuhan di masa remajanya.

Semua orang sukses pernah merasakan ‘sakitnya’ perjuangan untuk meraih kesuksesan tersebut. Sekarang, seberapa tough-kah kita menghadapi ‘kerikil-kerikil’ dalam perjuangan kita tersebut? Terserah kita masing-masing untuk bangkit atau memilih bersimpuh dengan kegagalan. Jika bangkit, kita berarti tetap menjaga asa untuk melihat the beautiful view in the future. Jika give up, semuanya selesai!

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador

Universitas Negeri Jakarta

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on September 04, 2015 read:157

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter