Waktunya berubah

Hai YOTers!

Kemarin adalah hari kemerdekaan Indonesia yang ke 69 tahun. Usia yang masih cukup muda ya YOTers jika dibandingkan dengan Negara yang ada di belahan barat dunia. Tapi, jangan disangka loh dengan umur yang masih muda ini perkembangan Indonesia sangat pesat. Setelah beberapa era kepemerintahan yang berganti-ganti dari presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Kemudian Indonesia dipimpin selama 32 tahun oleh Soeharto. Setelah digulingkan oleh rakyat Indonesia, Soeharto memberikan mandatnya kepada B.J Habibie yang tidak berselang lama digantikan oleh Gusdur. Lalu ada Ibu Megawati sebagai presiden wanita pertama di Indonesia dan sampai pada masa kepemimpinan saat ini, Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono. Tiap-tiap pemimpin mempunyai tipe masing-masing. Bagaimana membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan caranya masing-masing. Kita sudah lebih dulu mengalami kepemerintahan yang otoriter di saat Negara lain yang khususnya di bagian Timur Tengah sedang mengalaminya saat ini. Sekarang, kita berada dalam masa kepemimpinan pak SBY yang sangat demokrasi ini. Indonesia sebagai Negara demokrasi tentunya masih seumur jagung alias masih sangat belia, apalagi jika kita melihat ke US. Itulah warna-warni kehidupan politik di Indonesia.

Politik. Ya… sering kali politiklah yang membuat warganya sendiri capek atau muak dengan keadaan negeri ini. Permainan politik yang dimainkan oleh orang-orang berkepentingan membuat rakyat menjadi tak bergairah dalam hal politik. Rakyat cenderung tidak mau tahu, tidak peduli atau bahkan tidak mengerti. Ini yang terjadi di Indonesia, terlebih lagi kepada pemuda Indonesia. Anak muda di Indonesia cenderung tidak peduli dengan apa yang terjadi pada Indonesia saat ini. Tenang YOTers… saya juga anak muda kok. Saya juga ga munafik kalo saya juga lelah, letih, lesu, lunglai melihat keadaan Negara kita saat ini. Namun, satu hal yang harus saya beri tahu kepada YOTers. Rasa lelah terhadap politik di Indonesia jangan membuat YOTers semakin tidak peduli. Justru hal tersebut harus menjadi tekad YOTers untuk belajar politik dan memperbaiki keadaan ke yang lebih baik lagi. Beberapa hari yang lalu, saya baru saja membeli buku yang berjudul “Berani Mengubah” yang ditulis oleh Pandji Pragiwaksono. Di dalam buku tersebut, ada satu bab yang judulnya belajar politik. Saya setuju dengan pemikiran Pandji:

“Kita bisa saja tidak peduli dengan politik, tetapi dengan itu, kita tidak akan sadar ketika kita dicurangi.”

“Semakin kita buta politik, semakin mereka memanfaatkan kebutaan kita”

See YOTers? Betapa pentingnya kita sebagai anak muda memahami politik. Apalagi kita adalah generasi penerus bangsa (kalimat ini pasti sering didengar but it’s true!). Kitalah yang akan membawa Negara Indonesia ke arah yang lebih baik atau buruk. Don't just blame the government and do nothing! JUST PERFORM & BRAVE TO CHANGE

See U on Top!

Eriska Nugrahani

Universitas Al Azhar Indonesia

Young On Top Campus Ambassador

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on August 18, 2014 read:129

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter