Welcome to The Jungle

Welcome to The Jungle

            Mas Jonatan atau biasa dipanggil mas Jojo bercerita sedikit tentang asal mula Young on Top Campus Ambassador (YOT CA). YOT CA berdiri pada tahun 2010. YOT CA merupakan salah satu program mentorship dari YOT yang akan diadakan selama satu tahun kedepan. Semua yang diterima di YOT CA ini baik dari Batch 1 sampai Batch 6 ini merupakan hasil seleksi yang ketat. Jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan. Banyak orang yang menginginkan tempat kita namun mereka belum diberikan kesempatan. Namun, kita tidak boleh terlalu bangga karena telah diterima disini tetapi banggalah ketika kita bisa bertahan sampai akhir disini. Berdasarkan dari tahun-tahun sebelumnya banyak anggota yang hilang (tidak mampu bertahan sampai akhir). Menjaga komitmen dari awal sampai akhir sangat penting. Seperti yang sudah disebutkan pada saat awal penyeleksian bahwa tempat ini bukan tempat yang mudah. Disini adalah tempat belajar. “Welcome to The Jungle. Selamat datang di YOT Ambassador,” kata mas Jojo.

            Beralih ke mas Riki Setiawan. Mengapa penting untuk menjadi On Top? Mengapa harus ada mentorship? Inilah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh mas Riki pada Monthly Meeting 1 YOT CA Batch 6.  Dan jawabannya adalah karena para mentor YOT sudah lelah dengan keadaan Indonesia saat ini, lelah dengan generasi muda Indonesia saat ini. Menurut mas Riki, potensi terbesar Indonesia sebenarnya bukanlah Sumber Daya Alam, melainkan manusia. Namun, untuk mengembangkan potensi terbesar ini (manusia) butuh proses. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita tinggal menunggu waktu untuk ketinggalan dari orang lain. Jadilah orang yang dicari oleh pekerjaan bukan orang yang mencari pekerjaan. Mengapa mentorship ini ada dan mengapa namanya mentorship? “Sehebat-hebatnya seorang tukang potong rambut, dia butuh orang lain untuk memotong rambutnya,” filosofi mas Riki. Kalau kita tidak mempunyai seseorang untuk menjadi guide atau guru yang bisa membantu mengembangkan kita, maka kita akan menjadi “angka statistik” generasi muda yang tidak bisa berbuat apa-apa. “Mentorship bagaikan sebuah hubungan. Jadi, buatlah interaksi, sharing  dan lain-lain dalam mentorship ini”, kata mas Riki. 

            Mas Anggia melanjutkan keterangan mengenai mentorship. Mentorship disini bukan karena paksaan. Semua atas kemauan diri kita masing-masing. “Tidak perlu terlalu memikirkan nama panggilan atau jabatan seseorang untuk melakukan suatu hal. Mulailah dari diri kita sendiri,” kata mas Anggia. Apa yang harus dilakukan? Mulailah dari hal yang sederhana. Mulailah kebiasaan menjaga kesehatan diri. Karena mau setinggi apapun kita nantinya, jika kita tidak menjaga kesehatan, maka kita tidak akan dapat menikmatinya. Mulailah dari sekarang. Jangan bangga sampai saatnya kita sudah mempunyai segalanya. Lebih baik menjadi orang yang suka mencoba segala hal namun gagal daripada menjadi seseorang yang tidak pernah gagal karena tidak pernah mencoba. Usahakan selalu ada perubahan setiap harinya. Jadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

            Mengenai apa yang harus dilakukan selama satu tahun kedepan selama mentorhip ini, mas Gunawan menekankan kata “Komitmen”. Tunjukkanlah komitmen kita disini. Mengapa? “Karena komitmen selalu 100% tidak pernah 99%”, kata mas Gunawan. “Showing an Improvement.” Tunjukkan peningkatan kita selama satu tahun kedepan. Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Bagaimana caranya? Yaitu dengan team work. Individual contribution penting, tetapi team work lebih baik. Gunakan komunitas ini untuk belajar lebih banyak lagi. Belajarlah dari hal-hal yang kecil. “Show it with the real passion. You start it with the very good invention.” kata mas Gunawan. Kita bisa berpikir apa yang bisa kita lakukan sekarang dan apa yang ingin kita capai dalam satu tahun kedepan. Lakukan perubahan hari demi hari dan lihat setelah satu tahun. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. “You can choose whatever you want to do in the particle time. Do it and use it for your own future.” kata Mas Gunawan.

            “Ada tiga modal yang berhubungan dengan manusia,” kata mas Noval. Modal pertama adalah modal Spiritual yang merupakan ada sejak kecil. Modal kedua adalah modal Intelektual yang merupakan pendidikan seperti kuliah, kursus, dan lain-lain. Dan modal ketiga adalah modal Sosial Capital  yang terdiri dari trust, network, dan pranata sosial. Berbicara mengenai trust atau kepercayaan. Jika, kita komitmen mengerjakan suatu hal maka kita akan mendapatkan trust atau kepercayaan dari yang lain atau orang yang melihat komitmen kita. Dan ketika kita telah mendapatkan kepercayaan maka kualitas kita akan menjadi naik. Yang kedua network. Network ini yang paling penting. Network bisa dibentuk dari komunikasi. Komunikasi membutuhkan skill. Untuk memperoleh skill tersebut, bisa belajar disini. Dan yang terakhir adalah Pranata Sosial, yaitu komunitas. Dan komunitas ini bisa membantu kita untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi.

            “Apapun yang kita kerjakan dengan tangan kita nanti, apapun yang ada dihadapan kita nanti, kerjakan dengan segenap hati. Karena setiap apa yang ada dihadapan kita, setiap tanggung jawab yang diberikan kepada kita, setiap pekerjaan yang diberikan ke tangan kita wajib dipertanggungjawabkan, wajib dikerjakan dengan segenap kemampuan kita. Hal inilah yang membuat perbedaan diantara kita,” kata mas Didit.

            Kembali ke kata komitmen. Mba Sirly mempertegas kembali komitmen kita disini. Buatlah effort yang membuat kita mampu bertahan disini sampai akhir. Galihlah segala hal yang ingin kita ketahui dari mentor-mentor disini.

            Apa yang membedakan kita dengan orang lain? Jawabannya adalah “attitude” yaitu tingkah laku atau sikap. Menurut mba Maya banyak orang pintar di dunia ini, namun yang membedakan mereka adalah attitude. Dalam mentorship ini, attitude sangat penting. Karena mentorship ini sangat bermanfaat. Salah satu metode pembelajaran yang cepat adalah belajar dengan orang lain (dari mentor). “Percuma pinter tetapi mempunyai attitude yang tidak baik maka tidak akan ada yang menghargai,” kata mba Maya. Jadi, hargailah waktu yang telah diberikan mentor untuk kita. Buat attitude yang baik disini dengan cara komitmen disini sesuai dengan kemampuan kita.

              Berbicara mengenai passion, biasanya kita selalu berbicara ikutilah passionmu. Pilihlah sesuai dengan passionmu. Namun berbeda dengan mba Eva yang berkata jangan terlalu memikirkan passion kita. Karena kita masih muda, cobalah banyak hal yang kita bisa lakukan. Setelah itu, lihat mana yang kita suka. Belum tentu yang kita pikir passion kita adalah passion kita. Sama halnya dengan mentorship ini. “Kalau udah masuk, yaudah komitmen dan tanggung jawab,” kata mba Eva.

            Dari awal sampai akhir semua hampir semua mentor berbicara yang sama tentang mentorship ini. Yaitu, komitmen sampai akhir. Kesimpulannya adalah cobalah untuk komitmen di mentorship ini. Karena  kita sudah memilih ini sejak awal dan kita sudah melewati beberapa tahap seleksi. Banyak yang menginginkan posisi kita namun mereka tidak punya kesempatan. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan. Jangan berhenti ditengah jalan. Komitmen sampai akhir dan lihat perubahan yang terjadi pada diri kita. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan tahun depan harus lebih baik dari hari ini. 

  




By : Qonitah Azzahra

Posted on August 14, 2015 read:85

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter