West and East

Zaman globalisasi. Ya YOTers, zaman dimana sekarang kita tinggal ini sering disebut dengan zama globalisasi. Padahal, kita sendiri tahu ga sih apa itu globalisasi? Apakah itu dinamakan zaman teknologi?

Kalau kata Robert Gilpin, globalisasi adalah integrasi ekonomi dunia. Dimana perekonomian suatu Negara saling bersinergi dengan Negara lain terlebih lagi ditunjang dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Jadi ada banyak dampak yang ditimbulkan dari globalisasi, entah itu positif dan negative. Sebagian kecil dari dampak positifnya ini adalah jelas dengan teknologi yang kini semakin canggih dan simple. Pembangunan yang banyak dilakukan oleh Negara-negara serta pertumbuhan ekonomi. Namun tidak hanya dampak positif yang diperoleh dari gobalisasi tapi juga dampak negative.

Globalisasi memang menimbulkan pertumbuhan ekonomi bagi suatu Negara. Namun tidak merata. Hanya Negara-negara yang punya ‘power’ lah yang bisa menikmati indahnya globalisasi. Negara maju diuntungkan dari adanya globalisasi sedangkan Negara berkembang ‘terlihat’ diuntungkan pula padahal sebenarnya Negara berkembang sedang diperas. Khusunya SDA. Banyak Negara maju sangat minim SDA sedangkan Negara berkembang melimpah namun belum mampu untuk mengelolanya. Kita bisa bayangkan di dunia belahan Barat gaya hidupnya sangat hedon. Sedangkan di belahan Timur, air bersih dan pangan pun sulit untuk didapat.

Yang ingin ditekankan disini adalah sikap kita untuk melakukan perubahan. Tidak perlu yang jauh-jauh, yaitu dari diri sendiri dahulu. Kita sekarang hidup berkecukupan sedangkan dibelahan dunia lain, ada yang ingin kehidupannya ditukar dengan kita. Banyak anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan dan harus mencari uang sendiri di uasianya yang masih kecil. Ada yang menginginkan ketenangan dan tidak diganggu oleh rasa ketakutan ketika tidur karena ia berada di Negara yang sedang terjadi perang. Ada anak yang masih memerlukan kasih sayang orang tua namun kehendak Allah berkata lain karena orang tua-nya telah dipanggil dalam suatu bencana alam. Sedangkan kita disini masih terlena dengan gadget keluaran terbaru yang sangat ingin dimiliki, masih sering membolos kelas karena tidak suka dengan gurunya atau membosankan, belum bisa menjaga sikap kita kepada orang tua yang sudah mulai menua. Siapa yang bilang adanya globalisasi membawa pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik? Bukankah semakin mempertegas batas atau kelas mana yang memiliki power dan tidak?

Kita nih YOTers, sebagai anak muda Indonesia, jangan pernah melupakan siapa diri kita yang sebenarnya. Mulailah lakukan perubahan walaupun dari diri sendiri, se simple bersyukur karena saat ini kita diberikan kecukupan dibanding yang lain.

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on September 19, 2015 read:88

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter