WORDS VS ACTIONS

 

Orang bisa saja tidak percaya dengan kata-kata Anda, tetapi mereka akan percaya dengan apa yang Anda kerjakan – Lewis Cass

Tagline tersebut pernah dilontarkan oleh salah seorang tokoh militer terkenal dari Amerika Serikat. Kalimat yang membandingkan dua hal yang saling berseberangan tersebut jelas menempatkan “apa yang Anda kerjakan” lebih baik dari sekadar “kata-kata Anda”. Artinya, kebanyakan orang lebih percaya dengan apa yang kita kerjakan daripada kata-kata yang belum tentu memiliki kebenaran.

Mungkin kita masih ingat dengan musim pemilihan umum beberapa waktu lalu. Para calon pemimpin kita menyuarakan hal-hal yang membuat rakyat merasa terhormat. “Rakyat akan sejahtera”, “orang miskin tidak akan ada lagi”, “pendidikan gratis”, dan sebagainya. Mereka mengatakan janji-janji tersebut dengan lantang dan berani.

Apakah rakyat percaya? Not really. Saya ragu mengatakan mayoritas rakyat percaya janji-janji manis tersebut. Apalagi, rakyat punya pengalaman pahit dibohongi oleh calon yang terhormat tersebut di musim pemilihan sebelumnya. Jikapun ada yang percaya, saya yakin banyak yang mulai membuang kepercayaannya tersebut setelah menanti janji yang tak kunjung tercapai sampai saat ini.

Beralih kepada pembahasan ihwal action. Dunia, terutama Singapura sedang berduka atas meninggalnya pemimpin bangsa sekaligus Perdana Menteri pertama negara-kota tersebut, Lee Kuan Yew (LKY). Di beberapa media nasional Singapura maupun internasional, semua berduka atas kepergian LKY, bahkan rakyat Singapura sampai rela antre untuk memberi penghormatan terakhir kepadanya.

Kenapa mereka mau melakukan hal tersebut? LKY dikenal sebagai bapak bangsa Singapura yang memiliki integritas tinggi, bukan pembual, tegas, dan sosok pemimpin yang visioner sampai membawa Singapura menjadi seperti saat ini. Yang paling penting, LKY tak hanya berjanji, namun menepatinya. Dia bertindak untuk membuat Singapura menjadi negara maju. Hasilnya? Kita bisa lihat sendiri.

No wonder melihat mereka begitu kehilangan ketika pemimpinnya pergi untuk selama-lamanya. Action adalah sebuah penegasan atas ide-ide yang kita suarakan kepada orang lain. Sebagai pemimpin, action dapat dimaknai sebagai teladan kepada bawahannya. Ketika pemimpin hanya memberi perintah tanpa adanya teladan, mungkin karyawan akan sulit untuk respect. Namun, ketika mereka memberi instruksi sembari memberi contoh, respek akan didapat.

Kembali kepada diri kita masing-masing, mari kita berpikir, jika ada orang yang berjanji kepada kita dengan berani dan berapi-api, selama belum ada bukti, mungkin kita akan bertanya, “beneran nggak nih?”, kepercayaan kita belum sempurna. Namun, ketika mereka berjanji dan memberi bukti, kita akan respek dan menganggap orang tersebut sebagai pihak yang dapat dipercaya, begitulah adanya.

Meski tindakan memiliki pengaruh lebih besar, namun bukan berarti kata-kata tak bermakna apa-apa. Perkataan merupakan permulaan dari sebuah tindakan. Disini, tindakan sebagai eksekusi pembuktian dari kata-kata tersebut. Alangkah baiknya jika kebaikan tak perlu banyak disuarakan. Lebih baik diam, namun kita member tindakan nyata. Mari bergerak.

Ahmad Zulfiyan

YOT Campus Ambassador Batch 5

Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  




By : Ahmad Zulfiyan

Posted on April 03, 2015 read:122

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter