Yang Terlupakan: Tolong, Maaf, Terima Kasih

 

Halo YOTers! Apakah kamu pernah lupa terhadap sesuatu? Jika iya, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Sejatinya, manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Lupa merupakan salah satu bentuk dari ketidaksempurnaan itu.

Namun, tahukah kamu bahwa tidak semua sifat lupa disebabkan karena faktor alamiah dari tubuh atau faktor usia saja? Lupa bisa saja terjadi karena faktor ketidakbiasaan seseorang dalam melakukan sesuatu. Yap! Tidak biasa, maka lupa. Hal ini seringkali terjadi pada hal-hal kecil nan mendasar. Berawal dari menyepelekan, mengabaikan, tidak membiasakan, lalu melupakan. Hal itulah yang terjadi pada 3 kata berikut: “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Kata-kata tersebut merupakan kata sederhana yang entah mengapa terkadang sangat sulit terucap dari mulut manusia. Tiga kata tersebut merupakan hal kecil, namun mengandung ribuan nilai di dalamnya: nilai kesopanan, kerendahan hati, kebesaran jiwa, keberanian, kekeluargaan, ketulusan, dsb.

Ketika berbuat salah baik disengaja maupun tidak, sampaikanlah permintaan maaf. Ketika membutuhkan pertolongan orang lain, dahulukanlah dengan kata tolong. Setelah mendapatkan bantuan atau kebaikan dari orang lain, ucapkanlah terima kasih. As simple as that! Akan tetapi, mengapa masih banyak orang yang merasa keberatan untuk mengucapkannya? Mengapa masih banyak orang yang terlupa untuk menyampaikannya? Padahal hal tersebut tidaklah sesulit mempelajari teori-teori kritis dan tidak seberat mengerjakan kalkulus.

Tidak akan hina martabat seseorang apabila menyampaikan permintaan maaf. Tidak akan rendah derajat seseorang apabila mengucap kata tolong. Tidak akan merugi kehidupan seseorang apabila menyampaikan rasa terima kasih. Tidak ada alasan untuk tidak menyampaikannya, selama masih dalam batasan dan konteks yang sesuai.

Kuncinya adalah biasakan! Karena nilai dan norma bukanlah tentang seberapa kuat kamu mengingat, namun seberapa sering kamu berbuat. Artinya, attitude bukan sekedar untuk dihafalkan, namun untuk dipraktikan. Mari biasakan untuk mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih agar tidak lagi menjadi sesuatu yang terlupakan. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Berubah pun bisa dimulai dari hal kecil. Hal kecil untuk menjadi generasi muda yang berpikiran maju dan bermoral!

13.00 WIB

  




By : Mory Wulandari

Posted on November 21, 2015 read:184

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter