YOTCA Batch 5 : My Story

Mei 2015, akan jadi salah satu bulan yang paling saya kenang dalam hidup saya. Bulan ini menandai satu momen lagi bagi perkembangan diri saya dalam hidup : berakhirnya Mentorship Program Young On Top Campus Ambassador Batch 5. Satu tahun menjadi bagian dari keluarga Young On Top, sangat banyak hal yang saya pelajari, mulai dari hal-hal kecil yang terlewatkan, sampai hal-hal besar yang tak terpikirkan.

Sebagai simpanan sebagian memori, momen perenungan, menyalurkan keinginan untuk curhat, sekaligus berbagi, agar kekurangan yang ada bisa dihindari, dan keberhasilan yang ada bisa ditingkatkan, saya pun membuat tulisan ini.

YOTNC 2014, the Beginning

Pertemuan pertama Batch 5 dengan mentor sangat berkesan, membuat saya langsung membuat 2 tulisan ini :

  1. Welcoming Day YOTCA Batch 5
  2. Waktu dan Bubuk Kopi Mas Ricky Setiawan

Perjalanan awal kami YOTCA Batch 5 pun dimulai dari pendaftaran volunteer Young On Top National 2014. Saya melihat bidang yang membutuhkan bantuan tambahan, dan saya memilih untuk menjadi Usher. Menarik, karena hal ini belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya langsung menaruh ekspektasi belajar sesuatu yang baru.

Tidak bisa datang pada H-1 karena ada kuliah dan rapat di BEM, saya harus hadir sebelum jam 6 pagi di hari-H untuk briefing lengkap dan penempatan posisi. Semprotan pertama langsung saya terima dari Mba Dini selaku ketua pelaksana acara (kami, sebenarnya, karena itu untuk tim yang memang pagi itu belum tahu penempatan. tapi itu yang pertama bagi saya di YOT, hehe), dan itu membuat saya terbakar untuk melaksanakan tugas dengan super (kaya maba. yaa, walau tua, di YOT kan saya maba hehe).

Penempatan dilakukan, dan saya mendapat tugas untuk berjaga di lobby, Kuningan City, yang merupakan spot terluar untuk menyambut peserta. Luar biasa, sejak jam 7 sampai hampir jam 11 pagi, saya berdiri, seorang diri, menunggu peserta, dan mengarahkan peserta untuk masuk melalui pintu kecil, karena mall belum dibuka. Duduk sesekali, namun pukul 8-9 peserta semakin banyak, dan sejujurnya dengan stamina saya yang buruk ini, berdiri terlalu lama melelahkan juga. Belum lagi "kesendirian" yang sangat membuat bosan, sementara terlalu banyak melihat layar kaca di HP tak akan terlihat baik oleh peserta.

Pengalaman pertamadi acara YOT, lumayan.

Board of Directors, Decision Making, and Commitment

Pada awal program YOTCA, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi untuk pemilihan Marketing Communication Director untuk Batch 5 ini. Banyak ide yang membuncah dalam kepala setelah saya mengamati media dari YOT sejak tahun 2013, dengan ketertarikan saya yang besar di dunia digital, terutama social media, pengalaman yang banyak dalam membuat konsep kegiatan yang mampu menarik atensi, ditambah keinginan belajar negotiation skill yang saat itu masih nol, membuat saya sangat antusias ketika akhirnya terpilih pada, saya masih ingat, 19 Juli 2014.

Sayangnya, di masa adaptasi, tetiba ada sesuatu yang membuat pikiran saya sangat terusik, yang mana pada akhirnya di banyak saat krusial saya tidak bisa memberikan performa terbaik, bahkan untuk sekedar datang rapat saja tidak bisa. Bagi saya itu performa terburuk selama berorganisasi. Setelah sekitar 2 minggu saya rasa tim sudah memasuki kondisi tidak baik, saya akhirnya menemui Mas Billy Boen, bercerita tentang kondisi saya, dan memutuskan mundur dari jabatan. Hampir saja saya mengundurkan diri dari program juga, namun kepercayaan dari Mas Billy membuat saya bertahan.

Keputusan itu adalah salah satu keputusan terberat yang saya pernah saya ambil dalam hidup saya. Semuanya terasa bergejolak. Sejujurnya, ego saya waktu itu menolak, karena pelajaran yang saya dapat dari teman-teman BoD serta di Meeting Mentor-Director sangat banyak, dan itulah pertama kalinya saya mundur dari suatu tanggung jawab, yang bagi saya menjadi noda tersendiri dalam perjalanan belajar berkomitmen. Tapi saya rasa saya harus mengambil keputusan, ketimbang saya paksakan namun malah merugikan tim. Saya ingat chat salah satu mentor, Mba Dini, saat itu, “Semoga ini jadi pelajaran bagi kamu dalam hal komitmen yaa Yuza”. Banget, Mba. Pelajaran banget.

Ngilang

Keputusan itu sangat membawa dampak kepada performa keseluruhan di YOTCA. Sejak mundur, jelas saya kecewa, serta malu kepada teman-teman yang lain. Lalu, saya 3 kali berturut-turut tidak hadir Monthly Meeting dari September – November, akibat beberapa halangan, yang mana itu membuat “nyawa” saya di program ini kritis, karena kalau 4 kali tidak hadir MM, akan di Drop Out. HP saya yang bermasalah juga membuat komunikasi terputus dengan teman-teman karena saya tidak aktif di LINE, sedangkan grup kami ada di LINE. Jadilah saya hanya berkomunikasi sedikit dengan beberapa teman via Whatsapp.

Kondisi saat itu cukup membuat saya down, kadang saya kesal sendiri, merasa “komplikasi banget dah, alay”. Hampir saja saya menyerah, dan tidak ingin hadir MM Desember.

Just Perform

Bulan Desember, kebetulan saya akhirnya mengakhiri kiprah berorganisasi di kampus dengan berakhirnya BEM UI 2014. Saat-saat terakhir di BEM UI membuat saya berpikir ulang, apa yang akan saya lakukan di sisa waktu kuliah saya. Akhirnya saya mengingat kembali tujuan saya bergabung dalam program YOTCA, saya ingat momen wawancara seleksi YOTCA bersama Mas Didip (Henry Pradipta), bahwa waktu itu saya berjanji akan jadi CA yang belajar banyak, memberikan performa yang bagus, dan menginspirasi banyak orang untuk menjadi lebih baik. Saya pun membaca lagi buku YOT, dan ingat suatu nilai YOT yang ditulis Mas Billy : Just Perform.

Singkat cerita, dengan pertimbangan masalah yang sebelumnya saya hadapi sudah dapat diatasi dengan cukup baik, saya memutuskan untuk RSVP hadir di YOTMM Desember, dan memulai performa saya dengan mengerjakan YOTCA Monthly Report semaksimal mungkin. Hasilnya : Best Monthly Report of the Month. Saya tidak menyangka, karena itu pertama kalinya saya mengerjakan tugas dengan maksimal lagi sejak mundur dari posisi Marcomm Director. Saya sangat bersyukur, usaha yang baik membuahkan hasil yang baik pula. Just perform!

Selanjutnya, saya berkomitmen untuk berusaha menyelesaikan program ini dengan baik. Caranya jelas, selalu hadir di setiap YOTMM, mengerjakan tugas dengan baik, dan mulai banyak berkontribusi lagi di berbagai program YOT.

Balikan itu susah....tapi Menyenangkan

Kepercayaan itu harus diraih. Sulit? Jelas. Lebih dari itu, saya sangat merasakan meraih kepercayaan yang pernah didapat namun telah hilang jauh lebih sulit.

Saya menganggap periode September-November sebagai periode kemunduran yang besar secara pribadi, dan jelas menjadi periode dimana saya kehilangan kepercayaan yang pernah saya raih. Untuk melaksanakan komitmen untuk banyak berkontribusi di sisa program YOTCA, sangat sulit. Di YOTMM Desember, saya hampir tidak ngobrol dengan siapa-siapa. Hanya sapa-sapa singkat. Mencoba nimbrung juga susah, karena bahan obrolan teman-teman CA selalu tentang event-event YOT, terutama yang terbesar, Love Donation, dimana saya tidak tergabung dimanapun, dan tidak mengurus apapun. Tapi saya terus mencari dan menunggu celah untuk membantu, hingga akhirnya celah itu datang, pada H-1 pekan acara Love Donation. Kebutuhan panitia membuat saya bersedia mengajukan diri sebagai LO MC. Yeah!

Sambil menunggu dan mendapat satu kesempatan itu, saya mulai mengerjakan tugas saya untuk membantu melaksanakan YOT Campus Roadshow di UI, yang sejak November – Desember terbengkalai karena transisi lembaga kampus, serta semangat saya yang memang turun. Setelah melalui proses panjang, Alhamdulillah programnya terlaksana pada 8 Mei lalu, dengan menghadirkan 130 peserta dari berbagai fakultas. Proses mewujudkan YOTCR UI sendiri juga melibatkan banyak pihak, terbentur berbagai halangan, membuat saya banyak putar otak, dan mengingatkan berbagai pengalaman membuat kegiatan selama 4 tahun berorganisasi di kampus. Pengalaman baru seperti bernegosiasi dengan sponsor, mengurus MoU, serta lebih banyak "rapat" via LINE karena jarak kampus dengan Ibu PIC & Vice Catalyst serta PO YOTCR juga saya dapat, yang sangat menjadi nilai tambah bagi saya sendiri. Thanks so much to Ayu Aisyah, Mita, Dewanti dari Catalyst, serta my fellow YOTCA UI, Ryan, Angga, Selvi, Agnes, Puput, Rima, serta kerja sama dengan BEM UI 2015 :D

Saya pun berusaha terus aktif di setiap YOTMM, hadir ke banyak kegiatan YOT setiap bulannya, dan memperbanyak komunikasi secara langsung maupun di sosmed, dengan sesama YOTCA. Kegiatan terakhir yang saya jalankan adalah sebagai PIC Talkshow di Jakarta UnPlastic Day. Kontribusi disini unik karena berawal dari nimbrung rapat yang kebetulan diadakan setelah mentoring kelompok saya. Kerja sama yang dilakukan dengan 2 komunitas lain, dengan berbgai keuntungan dan kendalanya kami rasakan. Membuat beberapa opsi pelaksanaan acara, perubahan konsep yang cukup besar, dikejar deadline, berkenalan dengan pembicara, dan kerja keras lainnya yang membuat acara terbilang sukses walau sempat banyak muncul nada pesimis di awal berjalannya kepanitiaan, namun semua sukses dilalui. Mendatangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pak Djarot Saiful Hidayat, menjadi kepuasan tersendiri karena baru dipastikan hadir H-1! Saya salut dengan kerja tim yang membaik menuju akhir masa program mentorship ini. Terlihat pasa CA semakin besar rasa memilikinya terhadap Young On Top dengan visinya.

Akhir Indah

Di masa akhir mentorship program YOTCA, satu hal yang sangat membuat saya senang bukan kepalang, kekakuan yang sempat saya rasakan karena “ngilang” selama 3 bulan tadi, berakhir dengan kenal akrab dengan semua YOTCA sampai saat ini. Parameter pribadi sih, ya pernah minimal salah satu dari : kerja bareng, bercanda, curhat, ledek-ledekan, atau diskusi sama setiap individu disini. Hehe ;)

YOTMM

Saya membuat beberapa tulisan atau tweet tentang bagaimana kita membutuhkan momen-momen untuk mengingatkan diri sendiri akan pentingnya suatu hal. Saya menjadikan YOTMM yang diadakan setiap Sabtu di akhir bulan, sebagai momen bulanan saya untuk belajar, berbagi, apresiasi, dan evaluasi. Mentor selalu bisa memberi inspirasi dan ilmu baru kepada kami di setiap MM nya. Bahkan bagi teman-teman yang lanjut dari Batch 4, juga tetap merasa mendapatkan sesuatu yang baru.

Mentors

Sejak awal sudah sangat sering disebut, para mentor adalah orang-orang hebat, berpengalaman, berprestasi, dengan beragam latar belakang. Kami harus selalu sadar, bahwa para mentor sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi secara cuma-cuma. Kami harus selalu bersyukur, dan memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Hal ini terkadang terlupa, sehingga beberapa kesempatan tidak saya manfaatkan untuk berinteraksi sebanyak mungkin dengan mentor. Namun sampai saat ini, saya bersyukur bisa kenal mereka, dan definitely akan terus banyak meminta bimbingan dan menjaga silaturahmi.

Thank you so much,
Mba Dini atas kepedulian, perhatian, serta inspirasi tentang ketegasan, detail, evaluasi, dan performa baik,
Mas Taufan atas wisdom yang luar biasa, diskusi, inspirasi tentang pendidikan, politik, kepemimpinan, dan religi,
Kak Sirly atas kedekatan, pemahaman, keteladanan, dan inspirasi tentang PR, Marketing, dan Brand,
Mas Anggia atas inspirasi dan passion tentang kesehatan,
Mba Mega atas inspirasi tentang kekuatan wanita,
Bang Jojo atas inspirasi tentang kekuatan dan passion anak muda,
Kak Eva atas keterbukaan dan inspirasi tentang event, memulai sesuatu, dan kreativitas,
Mas Didip atas kesempatan bergabung dengan YOTCA, serta inspirasi luar biasa yang menutup program dengan super,
Mba Maya atas berbagai nasehat yang melekat, serta inspirasi tentang kesungguhan berbagi, kerja keras, prestasi, dan profesionalitas yang tinggi,
Mas Ricky atas setiap kehadiran yang mampu menyentuh hati, serta inspirasi dan passion tentang manusia, 
Mas Gunawan, atas ketulusan, apresiasi, serta inspirasi tentang kepemimpinan dan karisma yang super,
Mas Billy, atas....yah, Young On Top dan segala sesuatunya.

Terima kasih juga untuk tim YOT yang juga memberi saya banyak pelajaran, Mas Haris, Kak Lusi, Mas Riki, dll. Sayang saya belum banyak berinteraksi dengan semua.

YOTCAs

YOTCA adalah program pertama yang saya ikuti di luar kampus. Otomatis ini jadi pengalaman pertama saya berinteraksi dengan banyak teman-teman dari kampus lain. Banyak perbedaan langsung terasa di pertemuan-pertemuan awal, baik YOTMM, mentoring kelompok, dll. Ada perbedaan pengalaman, pemikiran, gaya hidup, latar belakang sehari-hari, dll. Tapi perbedaan-perbedaan itu justru berdampak positif pada diri saya, sebagaimana saya utarakan kepada mentor saat evaluasi YOTCA Batch 5, bahwa pikiran saya banyak terbuka dengan bergaul dengan semua CA yang berasal dari kampus berbeda.

Banyak kalimat-kalimat dari teman-teman yang saya ingat, yang sedikitnya memperlihatkan semangat belajar, berbagi, serta passion dan keikhlasan mereka dalam menjalani semua ini.

"Gue pengen banget belajar dan kontribusi banyak disini. Pokoknya, kita harus aktif di semua kepanitiaan YOT ya, Za. Trus kita harus tahan jadi yang paling terakhir pulang, dan ngasih semangat temen-temen lain",

"Gue mau lanjut, tapi gue belum kasih banyak kontribusi ke kampus gue, Za. Gue belajar banyak di YOT selama setahun, dan gue mau bawa semua itu ke kampus gue, biar semakin berkembang",

See? They are all inspiring!
Such an honor for me to know them.

Kalo udah cinta, yaa gimana?

Pada akhirnya, saya berhasil menuntaskan program ini. Senang, bangga, bersyukur. Teman-teman dan mentor disini sudah punya tempat tersendiri di hati saya. Satu hal yang membuat saya sangat ingin bertahan, adalah karena visi dari Young On Top ini sendiri. I really love the dream, dan sangat ingin terus berkontribusi disini. Semoga berjalan baik :)

Last Moments

Ada 2 momen terakhir yang menandai berakhirnya perjalanan kami, YOTCA Batch 5, dalam program ini : YOT National Conference, sebagai momen kelulusan, dan YOTCA Monthly Meeting, sebagai pertemuan terakhir antara sesama CA dan Mentor. Momen-momen ini akan saya ingat. Selalu.

Seperti kata Mas Gunawan Susanto, Presiden Direktur IBM, sebagai mentor YOTCA :

“Kapanpun, dimanapun kalian berada nanti, kalian akan menghadapi tantangan-tantangan yang semakin besar dalam hidup kalian. Hari ini kalian sudah membuktikan kapasitas kalian dengan prestasi dan pencapaian sangat baik yang telah kalian raih dengan kerja keras dan kerja tim yang berkembang selama setahun ini. You have the DNA. Remember today. Ingatlah hari ini, dimana kalian sudah membuktikan diri dengan baik.”

Thank you so much for an awesome year, Young On Top Family!
I’m so happy, proud, and grateful.
See you on TOP!

  




By : Yuza Mulia

Posted on May 30, 2015 read:298

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter