Your Dream Is Not for Sale

YOTers... saat Monthly Meeting bulan Februari lalu salah satu mentor, yaitu Mas Ricky mengundang salah satu teman baiknya sekaligus mentornya untuk sharing bersama CAs. Kebetulan tema bulan itu adalah "Giving & Service". And guess what, YOTers? Mystery guestnya ternyata adalah pak Steve Kosasih! Siapakah beliau? Beliau adalah bapak transjakarta kita, atau CEO Transjakarta!:D I'm so grateful...

Pada sharing kala itu, Pak Steve sharing lebih kepada pengalaman beliau setelah lulus sampai menjabat sebagai CEO Transjakarta. Pak Steve pernah bekerja di perusahaan yang memproduksi wafer yang cukup hitz di Indonesia. Dalam benak Pak Steve, sebenarnya beliau mempunyai mimpi untuk melihat dunia. Karena di umurnya yang masih muda dan masih sangat ingin bereksplorasi. Sehingga dari dulu beliau ingin sekali keluar negeri. Tapi untuk ke luar negeri, hanya ada dua pilihan. Yang pertama, ke luar negeri dengan uang sendiri, lalu yang kedua ke luar negeri dibayarin. Untuk pilihan pertama, saat itu Pak Steve masih belum bisa. Jadi pilihan kedua lah yang diambilnya. Dan kesempatan pun datang. Ada seorang temannya yang menawarkan kesempatan kerja di perusahaan yang skalanya lebih besar lagi. Otomatis kesempatan untuk bisa melihat dunia itu semakin besar. Ya... jalan menggapai mimpi semakin dekat. Namun, sudah menjadi hal yang umum bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita harus merelakan sesuatu. Pasti selalu ada pilihan disetiap jalan yang ingin kita tuju, dan tentunya sudah sepaket dengan keuntungan dan resikonya.

Saat mengundurkan diri pada atasannya untuk pindah pekerjaan, atasannya kaget dan belum bisa setuju. Singkat cerita, atasannya menawarkan gaji 4x lipat dari gaji sebelumnya. Dan hal itu sangat menggoyahkan hati. Pak Steve pun diberi waktu sampai besok pagi untuk memutuskan hal tersebut. Saat dirumah, Pak Steve yang sedang risau diketahui oleh ibunya. Kemudian pak Steve menjelaskan apa yang sedang dipikirkannya. 2 Pilihan, 1 jawaban dengan segala konsekuensinya. Kurang lebih ibunda Pak Steve memberi kebebasan anaknya untuk memilih. Karena orang tua hanya bisa men support asal buah hatinya senang. Namun ada pesan yang disampaikan oleh ibu Pak Steve, "YOUR DREAM IS NOT FOR SALE!" Dari kalimat itulah Pak Steve mendapat pencerahan dan akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja di perusahaan tersebut walau pendapatan yang ditawarkan berkali-kali lipat. Ya... mimpi tidak bisa dibeli. Mimpi harus diraih dan memang membutuhkan perjuangan untuk mencapainya.

Dan sampai pada akhir dimana Pak Steve dipanggil oleh bapak wakil gubernur saat itu, Bapak Ahok. Dipanggilnya Pak Steve oleh pak Ahok membuat tanda tanya besar, ada apa pak Ahok memanggil pak Steve? Ternyata, pak Steve ditawari sebuah tugas untuk mengabdi pada negara. Yaitu, menjadi CEO Transjakarta. Sungguh amanah yang sulit unfuk dijalani. Dilihat dari background pekerjaan Pak Steve, tentu sangat berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh pak Ahok. Terlebih lagi jika membicarakan soal perbandingan pendapatan antara pekerjaan dulu dan sekarang. Drastis jauh berbeda. Namun demi memberikan kontribusi pada negara, pak Steve bersedia dan menerima tawaran tersebut. Beliau bersedia melayani warga Jakarta. sedangkan yang telah kita semua ketahui bahwa persoalan mengenai transportasi bus yang satu ini, seakan tidak ada habisnya. Bisa dibayangkan banyaknya keluhan, kritikan, dan protes yang setiap hari pak Steve dapatkan dari rakyat Jakarta. But he accept that...

"I learn a hard way"-Steve Kosasih

Banyak orang yang ketika dipercaya untuk menduduki suatu jabatan, namun lupa untuk mempertanggung jawabkannya. Tapi tidak untuk Pak Steve, karena beliau percaya bahwa authority is given, responsibility is taken. Itulah yang menjadi prinsip Pak Steve sampai sekarang.

So YOTers, yang ingin ditekankan disini ada 2 hal. Yang pertama adalah jika kita mempunyai mimpi, kejar, peejuangkan dan dapatkan mimpi itu. Dan yang kedua adalah sebuah pertanyaan untuk menyadarkan kita sebagai orang Indonesia. "Sudahkah kita memberi kontribusi pada Indonesia?". Pernahkah terlintas dalam benak YOTers jika yang selama ini YOTers lakukan hanya mementingkan pada personal affairs saja. Sedangkan YOTers belum bisa melakukan apa-apa pada Indonesia yang selama ini telah banyak memenuhi kebutuhan hidup YOTers. Tidakkah YOTers sering melihat isu dalam berbagai sektor di Indonesia yang sampai saat ini masih butuh perbaikan? Seperti belum meratanya pendidikan, angka kemiskinan masih tinggi, kesehatan masih dianggap mahal, dsb. It's time for you, YOTers! Bukan dengan mengkritik kinerja pemerintah. Bukan begitu caranya.... tapi turun tangan langsung. Action!

"Every dream has a price, even mine"-Steve Kosasih

See U on TOP!

 

Eriska Nugrahani

Universitas Al Azhar Indonesia

Young On Top Campus Ambassadors

  




By : Eriska Nugrahani

Posted on March 13, 2015 read:107

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter