Yuk, Berbuat Baik!

Sekitar seminggu yang lalu, aku ikut merayakan hari ulang tahun perusahaan tempat aku magang. Ini pengalaman yang luar biasa karena ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahun perusahaan dari kacamata internal perusahaan itu sendiri. Perayaannya cukup sederhana. Rangkaian kegiatannya memiliki fokus tema kesehatan dan sosial. Ada cek kesehatan dan juga ada penggalangan dana untuk anak-anak disabilitas.

Nah paragraf absurd di atas sifatnya hanyalah intro yang akan menjadi pembuka inti dari tulisan ini. Jadi, ketika perayaan hari ulang tahun itu, ada momen menarik yang pengen aku share ke YOTers. Di tengah acara perayaan, setelah sambutan dari BOD perusahaan, ada video motivasi yang sangat bagus sekali menurut aku. YOTers mungkin pernah lihat video-video motivasi dari Thailand, yang sebenernya adalah iklan di TV untuk produk asuransi dan lain-lain.

Jadi ceritanya, di video itu ada seorang anak yang mencuri obat-obatan dari took obat. Nah, pemilik toko obat itu menyadarinya dan langsung mengejar dan menangkap anak kecil si pencuri obat itu. Ketika pemilik toko obat memarahi anak itu dan disaksikan banyak orang, ada seorang penjual sop daging yang iba dan mendekati mereka yang sedang terlibat konflik. Penjual sop daging bertanya kepada anak itu, kenapa dia mencuri? Dan ternyata anak itu mencuri karena ibunya sedang sakit dan dia tidak punya cukup uang untuk membeli obat ibunya. Mendengar hal itu, si penjual sop daging iba dan kemudian menebus obat yang sudah dicurinya ditambah dengan sop daging untuk makan malam dia dan ibunya.

Singkat cerita, 15 tahun kemudian penjual sop daging itu tiba-tiba jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Anak si penjual sop daging menerima tagihan biaya perawatan yang ternyata sangat mahal sekali. Anak si penjual sop daging hampir berniat untuk menjual rumah makannya. Keesokan harinya ketika anak si penjual sop daging kembali ke rumah sakit, tak disangka-sangka dia menerima slip tagihan dari petugas rumah sakit yang menyatakan bahwa tagihannya sudah lunas. Di catatan tagihan tersebut juga ada kalimat, “sudah dibayar dengan kebaikan 15 tahun yang lalu”. Ternyata, dokter yang selama ini merawat penjual sop daging, tidak lain dan tidak bukan adalah anak si pencuri obat dari 15 tahun yang lalu. Selesai.

Nah, intinya yang mau aku sampaikan adalah, kebaikan, sekecil apapun itu lakukanlah selama kesempatan untuk berbuat baik masih terbuka lebar. Cepat atau lambat, bibit kebaikan yang sudah kalian tebar, akan kalian tuai. Jadi jangan pernah takut kalian akan menjadi rugi dengan berbuat baik, sekecil apapun. Karena hakikatnya kebaikan itu tak ternilai apapun bentuknya.

Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik sekecil apapun ya YOTers. Karena dengan berbuat kebaikan, kita juga telah berkontribusi untuk perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

See You on TOP!

 

Gibran Qadaranta – Universitas Negeri Jakarta - @gibqar

  




By : Gibran Qadaranta

Posted on November 21, 2015 read:67

  • YOT New Edition + T-Shirt

    IDR 149,500




  • rss 
  • youtube 
  • instagram 
  • facebook 
  • twitter