“ALARM” Ketika Sudah Merasa Asyik Tanpa Tantangan

Hi YOTers,

Pagi ini Senin, tepatnya tanggal 27 April 2020 pukul 03.50 saya mulai menulis artikel ini, setelah sahur dan sambil menunggu adzan subuh. Seminggu terakhir saya merasa kurang bergairah dalam menjalani sehari hari, bukan karena faktor #dirumahaja, melainkan karena saya merasa tidak ada tantangan atas setiap yang saya kerjakan. Saya pernah merasakan hal serupa mungkin setiap dua tahun sekali ketika saya merasa yang saya kerjakan begitu begitu saja, tanpa inovasi dan tanpa tantangan yang berarti.

Mungkin kebanyakan orang merasa fine fine aja ketika suatu kegiatan apapun dilakukan dengan mudah, tanpa tantangan. Tapi, menurut saya kondisi seperti itu jika dibiarkan terlalu lama maka kompetensi, kapabiliti kita akan stuck karena kita tidak dituntut untuk memikirkan/mengerjakan sesuatu yang lebih rumit.

Oia, sebelumnya bedakan antara “bosan sementara” dengan “bosen karena tidak ada tantangan”. Kalau bosan sementara, sering terjadi mungkin bisa 1-2 kali/bulan, dan saya hanya perlu recharge energi dan body saya dengan melalukan pekerjaan yang saya sukai. Nah beda dengan bosen karena tidak ada tantangan, weekend dua hari kemarin saya gunakan untuk mikir formula apa yang tepat untuk bisa memfasilitasi saya dalam mengerjakan tantangan-tantangan baru, agar saya merasa lebih bergairah lagi.

Ada beberapa rencana yang cukup besar yang akan saya ambil yang belum bisa saya share disini, intinya sesuatu yang menguji keberanian saya, inovasi baru, keterampilan baru dan bebepa rencana lainnya. Dan mungkin disituasi yang serba terbatas seperti saat ini, maka saya hanya bisa bikin plan terlebih dahulu, tanpa bisa mengeksekusinya.

So, inti dari artikel ini yang ingin saya hilite adalah. Jika kita mersakan bosen karena capek ambil waktu untuk istirahat sejenak dan jika bosen karena merasa tidak ada tantangan ambil waktu untuk merencanakan keputusan keputusan besar untuk dikerjakan.

Semoga bermanfaat

Have a Great Day

Riki Son