Apa Saja yang Dilakukan Umat Hindu saat Merayakan Hari Raya Galungan?

Hallo para yoters!!!

Umat Hindu merayakan hari raya galungan setiap 6 bulan menurut kalender bali (210 hari) yang jatuh setiap hari Rabu, Kliwon, wuku Dungulan.

Hari Raya Galungan merupakan hari besar umat hindu yang diperingati sebagai hari kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan) dan identik dengan pembuatan penjor (bambu yang dihias dengan tradisi masyarakat setempat) saat penampahan galungan (satu hari sebelum galungan). 

Penjor biasanya dipasang setelah jam 12 siang. Dengan makna, ketika hari raya penampahan galungan kita sebagai manusia berperang melawan pikiran yang kotor, berperang melawan sifat negatif, dan sifat ego. Setelah berhasil memenangkan peperangan melawan pikiran serta sifat-sifat tersebut, maka sebagai pertanda kemenangan dipasanglah penjor sebagai simbol “kemenangan”.

Adapun rentetan perayaan Hari Raya Galungan, yaitu:

Minggu, Pahing, Wuku Dungulan – Penyekeban, Hari Penyekeban ini memiliki makna filosofis untuk “nyekeb indriya” yang berarti mengekang diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama.

Senin, Pon, Wuku Dungulan – Penyajaan, Penyajan berasal dari kata Saja yang dalam bahasa Bali artinya benar, serius. Japada hari penyajan ini memiliki filosofis untuk memantapkan diri untuk merayakan hari raya Galungan. Menurut kepercayaan, pada hari ini umat akan digoda oleh Sang Bhuta Dungulan untuk menguji sejauh mana tingkat pengendalian diri umat Hindu untuk melangkah lebih dekat lagi menuju Galungan.

Selasa, Wage, Wuku Dungulan – Penampahan Galungan, Pada hari ini umat akan disibukkan dengan pembuatan [penjor]sebagai ungkapan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugrah yang diterima selama ini. Selain membuat penjor umat juga menyembelih babi yang dagingnya akan digunakan sebagai pelengkap upacara, penyembelihan babi ini juga mengandung makna simbolis membunuh semua nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia. 

Rabu, Kliwon, Wuku Dungulan – Galungan, umat hindu melakukan persembahyangan untuk memperingati hari kemenangan. Dimulai dari persembahyangan di rumah masing-masing hingga ke Pura sekitar lingkungan.

Kamis, Umanis, Wuku Dungulan – Umanis Galungan, biasanya umat hindu melakukan rekreasi atau mengunjungi sanak saudara (Dharma Santi). Anak-anak akan melakukan tradisi ngelawang pada hari ini. Ngelawang adalah sebuah tradisi, di mana anak-anak akan menarikan barong disertai gambelan dari pintu rumah penduduk satu ke yang lainnya (lawang ke lawang), penduduk yang mempunyai rumah tersebut kemudian akan keluar dari rumah sambil membawa canang dan sesari/uang, penduduk percaya bahwa dengan tarian barong ini dapat mengusir segala aura negatif dan mendatangkan aura positif.

Jadi gimana sudah semakin tau bukan tentang perayaan Hari Raya Galungan? Semoga bermanfaat yaa, see you on top!

By : Felisya Agustina