Banyuwangi Dalam Gerakan Destana (Desa Tanggap Bencana)

Hallo, YOTers!

Kalian tahu gak sih kalau kota kesayangan kita ini menjadi salah satu Kabupaten terluas di Jawa Timur. Luas wilayah sebesar 5.782,50 km2 menjadikan Banyuwangi sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa. Dengan wilayah yang sangat luas tersebut potensi wisata yang dimiliki oleh Banyuwangi cukup melimpah dan beraneka ragam. Seperti halnya sisi barat yang ditutupi oleh rangkaian pegunungan yang indah, lalu di sisi timur yang dikelilingi oleh lautan, dan pada sisi selatan terdapat hutan belantara yang populer yakni Alas Purwo. Hal ini menjadikan Banyuwangi sebagai wilayah yang memiliki destinasi wisata yang melimpah ruah. Wisata gunung dan pantai yang dimiliki Banyuwangi menjadi wisata alam yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan.

Namun, salah satu wilayah Banyuwangi pernah diterjang tsunami dengan ketinggian 13,9 meter akibat gempa berkekuatan 7,2 SR di kedalaman 33 km yang terjadi di tahun 1994. Korban jiwa akibat peristiwa ini mencapai 215 jiwa dan kerugian yang diderita tidak sedikit. Wah, menakutkan sekali ya YOTers?

Akhir-akhir ini, tepatnya 2 bulan yang lalu, terdapat femomena alam yang sempat menggemparkan warga di beberapa wilayah Kabupaten Banyuwangi yaitu tanah bergerak yang diakibatkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) telah merilis 35 Kota/Kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi mengalami fenomena tanah bergerak, salah satunya Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan data tersebut, BPBD telah memprediksi sebanyak 80% wilayah Banyuwangi tepatnya 19 Kecamatan akan mengalami fenomena tersebut. Banyak banget ya, YOTers!

Daftar wilayah tersebut antara lain Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Sempu, Gambiran, Bangorejo, Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Singojuruh, Songgon, Rogojampi, Kabat, Banyuwangi, Glagah, Giri, Kalipuro dan Kecamatan Wongsorejo.

Ada 2 jenis potensi, yang pertama potensi skala menengah, terjadi jika curah hujan di atas normal utamanya pada daerah yang berbatasan dengan sungai, lembah, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan. Sedangkan untuk potensi skala tinggi terjadi ketika curah hujan juga berada di atas normal dan ada gerakan tanah lama yang aktif kembali. “Iya, seluruh wilayah Jawa Timur berpotensi adanya pergerakan tanah,” ujar Agus Budianto, Kepala Bidang Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Wah, sangat membahayakan ya YOTers!

Untuk itu Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang berada di kawasan yang berpotensi terjadinya tanah bergerak dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana). Masyarakat diharapkan tetap tenang dan waspada menghadapi fenomena tanah bergerak yang terjadi di 19 kecamatan ini, sebab ini masih kategori potensi yang kemungkinan bisa terjadi bisa juga tidak.

“Kita sosialisasikan melalui Destana. Karena Banyuwangi sudah membentuk kurang lebih 15 Destana yang siap dalam hal mitigasi bencana,” ujar Mujito selaku Sekretaris BPBD Banyuwangi. Sehingga masyarakat sudah memiliki pengetahuan dasar apa yang harus melakukan jika terjadi bencana dan mengurangi kepanikan.

Sejumlah desa yang telah mengikuti program Destana telah melakukan mitigasi di setiap wilayahnya, jadi mereka sudah siap siaga saat prabencana seperti penentuan jalur evakuasi, lokasi evakuasi, lokasi pengungsian jika terjadi bencana.

Semoga bermanfaat YOTers. See You On The Next Artikel

Penulis: Aprilia Dwi Puriyanti

Sumber : https://radarbanyuwangi.jawapos.com

https://surabaya.liputan6.com/