Ciri dan penyebab lahirnya Strawberry Generation, Apakah Anda Termasuk Generasi ini?

Juara di kelas belum tentu juara di kehidupan

– Rhenald Kasali-

Barangkali anda cukup familiar dengan istilah generasi milenial namun tidak dengan strawberry generation. Strawberry generation merupakan generasi yang lahir setelah generasi milenial dan pertama kali diamati di Taiwan. Rhenald Kasali melalui platform youtubenya menguraikan bahwa terminologi strawberry generation merujuk pada generasi baru yang dinilai lunak seperti halnya strawberi Persis seperti karakter strawberry yang mudah rusak apabila berbenturan dengan dengan benda tajam, demikian halnya generasi strawberi yang walaupun kaya akan ide-ide kreatif, namun cenderung mudah menyerah, gampang sakit hati dan kecewa serta kurang cerdas dalam mengambil keputusan. 

Fenomena ini tentu saja menuntut anak muda untuk tidak hanya meningkatkan asupan pengetahuan tetapi juga pelatihan mental yang cukup agar ia tidak menjadi pribadi yang  gampang menyerah atau pesimis melainkan menjadi pribadi yang tangguh dan selalu optimis di tengah tuntutan peradaban yang semakin kompleks. 

Penyebab Lahirnya Strawberry Generation

Sebelum membahas lebih jauh tentang karakter generasi ini, Rizal Fadli (2022) menyebutkan beberapa hal yang menyebabkan lahirnya generasi strawberi. 

Pertama: Self diagnosis  tanpa keterlibatan ahli di bidang terkait. Contoh nyatanya adalah kecenderungan membandingkan apa yang ditonton di media sosial dengan kenyataan yang pernah atau sedang dialami. Akibatnya mereka cenderung mudah insecure, mudah kecewa, sakit hati, minder dan tertekan. 

Kedua: Cara didikan orang tua. Didikan orang tua yang cenderung memanjakan anak, menjadikan anak mempunyai mental yang relatif instan dan enggan bekerja keras, hal ini lazim terjadi dalam keluarga dengan tingkat ekonomi kelas menengah ke atas.

Ketiga: Stereotipe orang tua yang kurang hati-hati. Kecenderungan orang tua yang melabeling anak dengan narasi-narasi negatif secara langsung atau tidak telah membentuk kepribadian anak yang kemudian terbawa hingga anak tumbuh dewasa.

Keempat: Banyaknya generasi muda yang yang cenderung bermental instant serta cenderung memilih untuk lari dari masa sulit yang menerpa memberi sumbangsih besar pada lahirnya generasi strawberry. 

Source : https://bit.ly/Christianstrawberry

Ciri-Ciri Strawberry Generation

Untuk mengidentifikasi strawberry generation itu sendiri dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri khusus berikut;

Pertama; Sering putus asa. Lautan masalah yang datang silih berganti baik kecil maupun besar dalam kehidupan tentu saja menuntut setiap orang untuk segera mencari solusi dengan bersikap tenang dan berkepala dingin. Namun ironisnya, generasi strawberry cenderung bersikap pesimis dan mudah berputus asa.

Kedua; Ingin Sukses Secara Instan. Semua orang ingin memperoleh hidup yang sukses meski harus melewati gelombang tantangan yang tentu saja tidak mudah. Namun generasi stroberi cenderung ingin meraih kesuksesan dengan cara yang instan tanpa melalui rentetan tantangan wajar bagi pejuang kesuksesan. 

Ketiga; Cenderung Plin-plan. Bersikap selektif dan memegang teguh prinsip adalah keharusan yang dimiliki setiap orang. Namun sayangnya sikap tersebut tidak dimiliki dalam  generasi strawberry, mereka cenderung mudah dipengaruhi lingkungan sehingga terbilang generasi yang plin-plan.

Keempat; Rasa malas yang tinggi. Bersantai-santai adalah hal yang wajar namun menghabiskan banyak waktu dengan bersantai-santai adalah sesuatu yang tidak baik. Waktu yang seharusnya diisi dengan melakukan banyak aktivitas atau hal-hal baru untuk meningkatkan atau menemukan skill baru disia-siakan dengan bermalas-malas ria.

Mengubah Generasi Rapuh menjadi Generasi Tangguh

Dalam akun youtubenya Prof Rhenald Kasali menegaskan agar kita tidak perlu khawatir dengan fenomena lahirnya generasi stroberi, sebab generasi ini  mempunyai  caranya sendiri untuk berekspresi, berkarya maupun menentukan pilihan  karir dalam kehidupannya. 

Disebutkan bahwa generasi ini adalah generasi yang bebas dan masif dengan usianya yang relatif produktif. Disebutkan bahwa dewasa ini banyak pekerjaan yang hilang serta banyak pekerjaan baru yang muncul misalnya Post Poster dan yang sedang dalam proses hilang adalah teller bank atau kasir. Sementara itu, di sisi yang lain bermunculan pekerjaan baru, misalnya sepuluh tahun lalu belum ada pekerjaan web developers, drone operator, big data analyst namun sekarang menjadi pekerjaan penting dan diminati banyak orang dan tentu saja generasi stroberi dinilai mampu beradaptasi dan menggandrung pekerjaan-pekerjaan seperti itu yang tentu saja syarat akan pemahaman terhadap dunia Information and Technology (IT) . 

Akibatnya banyak lembaga atau instansi berpotensi menjadi tempat yang sangat informal sehingga dalam hal ini petinggi  kampus atau petinggi lembaga lainnya hanya berperan sebagai fasilitator. Yang paling penting sekarang adalah generasi muda dididik dan dilatih mentalnya dengan baik agar menjadi pribadi yang tangguh, teguh dalam memegang prinsip, menguasai dunia IT serta mampu berpikir dan bertindak entrepreneurial. 

Bagi para pendidik dan orang tua, didiklah anak muda sekarang dengan cara yang kreatif, dukung setiap kegiatan mereka dan biarkan mereka berkembang seperti seharusnya, hindari memaksakan kehendak pendidik atau orang tua pada anak agar mereka dapat menjadi driver dalam kehidupan mereka sendiri bukan menjadi penumpang dalam kehidupan yang orang lain kendalikan, biarkanlah anak muda belajar sesuai kreatifitasnya tidak hanya di sekolah tetapi juga pada lingkungan yang lain agar mereka lebih ditantang, bekerja keras dan tentu saja mampu belajar secara baik dengan caranya sendiri.

Penulis: Rony Santoso dan Christian

Referensi:

Strawberry generation. Pimtar. (n.d.). Diakses 15 April, 2022, dari https://pimtar.id/books/strawberry-generation/5025a582b47a4329699432491?page=1-7 

Halodoc, R. (2022, April 12). Rentan dialami Anak Muda, ini 4 ciri strawberry generation. halodoc. Diakses 15 April, 2022, dari https://www.halodoc.com/artikel/rentan-dialami-anak-muda-ini-4-ciri-strawberry-generation 

Referensi Gambar :

https://www.biobridges.com/blog/can-stress-be-a-good-thing-the-surprising-benefits-of-stress/

https://www.techinasia.com/talk/tech-innovation-singaporean-millennials-prove-they-not-strawberry-generation