YOT Pontianak

Pengurus

Instagram

[Campaign Yot Pontianak]

Halloo Yoterss!! Kali ini kami akan memberikan informasi seputar Autisme.
Yukkk di bacaaa👇

Dilansir dari helloSEHAT, ada beberapa fakta tentang autis yang harus diketahui agar tak lagi terjadi kesalahpahaman.

1. Diagnosis Sejak Dini
Kepala staf sains di Autism Science Foundation di New York City, Alycia Halladay menjelaskan bahwa anak-anak berusia dua tahun dan memiliki masalah pada interaksi sosialnya, maka hal ini bisa menjadi faktor penentu diagnosis autisme pada anak.

Selain itu, fakta menunjukkan, banyak anak berusia di bawah 18 bulan sudah didiagnosis memiliki gangguan ASD. Akan tetapi, sebagian besar bisa didiagnosis pada anak usia lebih dari 24 bulan atau 2 tahun.

2. Perbedaan Gejala
Gejala ASD berbeda-beda pada tiap orang, ada yang parah dan tidak. Umumnya, gejala autisme menyerang kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Gejala anak dengan gangguan ASD biasanya seperti suka mengulang beberapa gerakan dan perilaku, menghindari kontak mata lawan bicara, dan bahkan terobsesi dengan mainan tertentu.

Gejala lainnya yang bisa diperhatikan oleh orang tua adalah berperilaku sensitif terhadap suara, tidak menanggapi ucapan, atau tidak tertarik pada objek yang memang menarik.

3. Didominasi Anak Laki-Laki
Gangguan autisme lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Gangguan ini juga bisa terjadi pada semua usia, ras, serta suku.

4. Vaksin atau Imunisasi tidak Sebabkan Autisme
Anggapan bahwa autisme disebabkan suntikan vaksin atau imunisasi merupakan hal yang salah. Dalam penelitian lanjutan, ditemukan bahwa vaksin aman untuk kesehatan anak, dan tidak ada hubungan dengan autisme.
Sc: HelloSEHAT

#YoungOnTop
#YotPontianak
#Autisme
[Campaign Yot Pontianak] Halloo Yoterss!! Kali ini kami akan memberikan informasi seputar Autisme. Yukkk di bacaaa👇 Dilansir dari helloSEHAT, ada beberapa fakta tentang autis yang harus diketahui agar tak lagi terjadi kesalahpahaman. 1. Diagnosis Sejak Dini Kepala staf sains di Autism Science Foundation di New York City, Alycia Halladay menjelaskan bahwa anak-anak berusia dua tahun dan memiliki masalah pada interaksi sosialnya, maka hal ini bisa menjadi faktor penentu diagnosis autisme pada anak. Selain itu, fakta menunjukkan, banyak anak berusia di bawah 18 bulan sudah didiagnosis memiliki gangguan ASD. Akan tetapi, sebagian besar bisa didiagnosis pada anak usia lebih dari 24 bulan atau 2 tahun. 2. Perbedaan Gejala Gejala ASD berbeda-beda pada tiap orang, ada yang parah dan tidak. Umumnya, gejala autisme menyerang kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Gejala anak dengan gangguan ASD biasanya seperti suka mengulang beberapa gerakan dan perilaku, menghindari kontak mata lawan bicara, dan bahkan terobsesi dengan mainan tertentu. Gejala lainnya yang bisa diperhatikan oleh orang tua adalah berperilaku sensitif terhadap suara, tidak menanggapi ucapan, atau tidak tertarik pada objek yang memang menarik. 3. Didominasi Anak Laki-Laki Gangguan autisme lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Gangguan ini juga bisa terjadi pada semua usia, ras, serta suku. 4. Vaksin atau Imunisasi tidak Sebabkan Autisme Anggapan bahwa autisme disebabkan suntikan vaksin atau imunisasi merupakan hal yang salah. Dalam penelitian lanjutan, ditemukan bahwa vaksin aman untuk kesehatan anak, dan tidak ada hubungan dengan autisme. Sc: HelloSEHAT #YoungOnTop #YotPontianak #Autisme
[Campaign Yot Pontianak]

Halloo Yoterss!! Kali ini kami akan memberikan informasi lagi seputar Autisme.
Yukkk di bacaaa👇

Siapa bilang penyandang autism tidak dapat sukses? Berikut Tokoh terkenal dunia yang positif menyandang autism :

1. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar di abad ke -20.  Albert Einstein sering dikabarkan mengalami gangguan spektrum autisme (GSA) lantaran diketahui mengalami kesulitan bersosialisasi, terutama sebagai orang dewasa. Sebagai seorang anak, ia mengalami keterlambatan bicara parah dan kemudian echolalia, atau kebiasaan mengulangi kalimat untuk dirinya sendiri.

2. Isaac Newton ilmuwan terkenal dalam teori gravitas. Simon Baron-Cohen, seorang profesor psikologi perkembangan di Universitas Cambridge, meyakini Isaac Newton menunjukkan semua gejala sindrom Asperger. Newton jarang berbicara dan tidak bergaul dengan baik dengan beberapa teman yang dimilikinya. 
3. Bapak Evolusi, yang dikenal sebagai Charles Darwin merupakan pencetus teori evolusi. pada tahun 1959. Charles Darwin sudah sejak lama dikenal sebagai penyandang autis karena sikapnya yang lebih suka menyendiri dan sulit berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain. Darwin bahkan lebih memilih untuk memakai surat sebagai sarana berkomunikasi dibanding dengan berbicara secara langsung.

Sc: https://auticare.id/tokoh-autis-albert-einstein-mozart-tesla-darwin/

#YoungOnTop#YotPontianak
#Autism#Autisme#TokohDunia#CharlesDarwin#AlbertEinstein#IsaacNewton
[Campaign Yot Pontianak] Halloo Yoterss!! Kali ini kami akan memberikan informasi lagi seputar Autisme. Yukkk di bacaaa👇 Siapa bilang penyandang autism tidak dapat sukses? Berikut Tokoh terkenal dunia yang positif menyandang autism : 1. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoritis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar di abad ke -20. Albert Einstein sering dikabarkan mengalami gangguan spektrum autisme (GSA) lantaran diketahui mengalami kesulitan bersosialisasi, terutama sebagai orang dewasa. Sebagai seorang anak, ia mengalami keterlambatan bicara parah dan kemudian echolalia, atau kebiasaan mengulangi kalimat untuk dirinya sendiri. 2. Isaac Newton ilmuwan terkenal dalam teori gravitas. Simon Baron-Cohen, seorang profesor psikologi perkembangan di Universitas Cambridge, meyakini Isaac Newton menunjukkan semua gejala sindrom Asperger. Newton jarang berbicara dan tidak bergaul dengan baik dengan beberapa teman yang dimilikinya. 3. Bapak Evolusi, yang dikenal sebagai Charles Darwin merupakan pencetus teori evolusi. pada tahun 1959. Charles Darwin sudah sejak lama dikenal sebagai penyandang autis karena sikapnya yang lebih suka menyendiri dan sulit berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain. Darwin bahkan lebih memilih untuk memakai surat sebagai sarana berkomunikasi dibanding dengan berbicara secara langsung. Sc: https://auticare.id/tokoh-autis-albert-einstein-mozart-tesla-darwin/ #YoungOnTop#YotPontianak #Autism#Autisme#TokohDunia#CharlesDarwin#AlbertEinstein#IsaacNewton