Gagal? Siapa takut!

 

 

Hi guys! happy weekend all.

Ketemu lagi dalam tulisan saya nih, udah lumayan lama ngga nulis juga.sesuai dengan judulnya yang cukup nyeleneh saya mau sharing sedikit soal kegagalan.

Tapi ini bukan tentang kegagalan saya, karena tidak cukup menarik kalau diceritakan lewat tulisan disini hehe kal ini saya mau cerita tentang kegagalan dari perspektif yang berbeda yaitu perspektif saya sendiri. Entah dapet ilham dari mana mau nulis tentang hal begini, mungkin karena posisinya juga mendukung yang santai aja di depan laptop sambil makan siang dan ditemani album pertama band kesukaan saya, Pee Wee Gaskins.

Berbicara soal kegagalan pasti semua orang ngga akan ada yang mau mengalaminya. Semua orang mendampakan kehidupan yang halus bin mulus seperti jalan tol. Tapi hidup yang digariskan Tuhan tidak seperti itu bro, kehidupan yang diturunkan dihampir setiap makhluk hidup yang lahir di dunia ini tidak ada yang mulus, ada posisi up dan ada posisi downnya. Bahkan setiap tol juga ada bagian yang berlubangnya lho.

Bahkan menurut saya, orang terkaya di dunia saat ini pun pasti ada pernah dalam posisi down atau gagalnya dan itu hitungannya bukan hanya sekali dua kali, tapi bisa puluhan hingga ratusan kali. Tapi dia mampu bangkit dan yang ia perlihatkan kepada kita semua adalah kesuksesan.

Tapi terkadang kita sebagai manusia juga hanya bisa melihat kulitnya saja terhadap manusia lainnya. Tanpa mau melihat lebih dalam bagaimana orang tersebut sukses dan tak melihat berapa kali ia gagal dan merasakan kegagalan itu menghampiri dirinya, bahkan kita tidak mau tau bagaimana orang tersebut tetap pada pendiriannya dan bangkit kembali.

Balik lagi soal kegagalan, setiap manusia punya cerita gagalnya masing-masing, setiap manusia punya porsi gagal yang berbeda-beda, sama seperti rezeki, Tuhan tau kapasitas umatnya dalam menjalankan setiap kegagalannya. Kalau diibaratkan sebuah Film, Tuhan adalah sutradaranya, dan kita adalah pemain filmnya. Setiap sutradara sudah membagi porsi naskah sesuai dengan kemampuan acting masing-masing pemain filmnya. Setiap sutradara mampu melihat setiap kemampuan yang tidak bisa kita lihat sendiri. Sama seperti rezeki, kegagalan juga sudah digariskan takdirnya, karena Tuhan yakin kalau kamu mampu melewatinya. Jadi ketika kamu dapat adegan yang menantang, jalani saja karena kita ngga tau bagaimana endingnya, karena semua jawaban ada di akhir scene bukan?

Kita hanya perlu menjalani dan berusaha, ditambah lantunan doa agar dikuatkan. Ya dikuatkan, setiap kegagalan juga pelajaran bagi kita semua. Membuat kita bisa lebih kuat dari sebelumnya. kalau kegaagalan adalah sebuah sekenario maka porisnya sudah diukur sesuai kemampuan, tidak bisa ditambah ataupun dikurangi. yang bisa dilakukan adalah kita sebagai pemain filnya menyesuaikan skenario yang telah dibuat. Maka dari itu berdoa untuk dikuatkan juga penting.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah, tau siapa diri kita dan dari mana kita berasal. Bukan soal dimana kita lahir, tapi dimana kita mulai berusaha bangkit dari kegagalan, menjalani kegagalan dan merubah gagal menjadi sebuah kesuksesan. Ketika kita mengetahui dan sudah melewati prosesnya adalah jangan sombong. Sukses bukan merubah kamu menjadi lupa diri, malah sebaliknya harus bisa mengenal diri sendiri karena kamu sudah tau kemampuan kamu. Kamu bisa mengetahui untuk apa kemampuan yang kamu miliki. Kamu bisa membantu manusia lainnya yang sedang berada dalam kegagalan, berbagi ilmu bagaimana kamu melewati masa kegagalan kamu dulu. Karena berbagi tak perlu uang, cerita pengalaman dan setiap omongan yang keluar dari mulut kamu pasti berguna bagi manusia lainnya yang sedang mencoba bangkit dan membutuhkan energi semangat.

Jadi buat kamu yang sedang dalam kegagalan, jangan mundur, majulah saja terus berusaha sampai scene yang kamu perankan berakhir, karena kamu tidak akan pernah tau value dan jalan apa yang akan kamu dapati diakhirnya. Serta buat kamu yang sudah berhasil melewati peran kegagalan, bersiaplah untuk peran kegagalan berikutnya, agar kamu tau hidup juga tentang berusaha.

Jangan lupa follow ya https://www.instagram.com/aria.aji.kusuma/