Hadiah Sebuah Kegagalan Adalah Kebangkitan

“Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik dihidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk dihidupmu”-BJ. Habibie

 

         Dalam setiap rancangan, selalu ada dua kemungkinan. Berhasil atau gagal. Diterima atau ditolak. Disimpan atau dibuang. Dilaksanakan atau diabaikan. Dipuji atau dicemeeh. Dilanjutkan atau ditunda. Selalu begitu. Karena ia berada dalam dua takdir berbeda pula. Takdir yang nanti akan bisa kau tarik garis kemana akhir kehidupan. Jika demikian tentunya kita ingin jauh-jauh dari kata gagal, agar ada garis baik yang menuntun kita pada takdir baik. Tapi tidak semuanya demikian teman, yang terpenting adalah mengambil hikmah dari semua hal yang terjadi dan tetap percaya pada dirimu. Karena katanya, perihal garis itu sudah termaktub dalam Lauh Mahfuz.

Tapi sayangnya untuk mengambil hikmah dari sebuah kegagalan tidaklah mudah Ini tergantung pada kedewasaan emosionalmu. Sehingga tidak ada kekecewaan yang membawamu larut terlalu dalam. Dan larut terlalu dalam hanya akan membawamu pada kemunduran diri sendiri. Dalam sebuah buku saya pernah membaca, “Apa gunanya Anda meratapi masa lalu yang tidak pernah kembali, karena dengan apapun Anda membayarnya, ia tak akan pernah berubah” Lalu teman, untuk apa pula kita habiskan jatah hidup kita yang begitu berharga disetiap detiknya hanya untuk meratapi kemunduran diri. Salah-salah bersedih hati malah menjadi penyakit loh.

Tapi bagaimana caranya ketika kita gagal langsung berpikir bahwa ada hikmah untuk semua ini?
buy vibramycin online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/vibramycin.html no prescription

Kuncinya ikhlas dan kerelaan atas apa yang diputuskan. Terima ia dengan lapang dada. Anggap saja ini bukan waktu yang tepat untuk kita berada disana, dikeberhasilan itu. Ada orang lain yang mungkin usahanya lebih keras dari kita. Atau yang paling indah kau bisa mengatakan pada dirimu sendiri, “Bahwa Tuhan menyimpan sesuatu yang lebih indah untuk saya dibanding ini” Maka kau akan tenang dengan setiap hal yang  terjadi dalam hidup ini. Karena lagi, “Yang namanya rezeki tidak pernah ditukar oleh Tuhan” ia akan menjadi hakmu selagi itu adalah hakmu. Lantas apakah dengan demikian kita akan memiliki jiwa yang lemah? Karena terlalu mudah menerima bahwa diri ini selalu gagal?

Tidak. Tidak. Tidak. Saya pribadi harus mengatakan itu berulang kali ketika saya gagal dan mencoba menerima dengan lapang dada.
buy dapoxetine online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/SimplePress/includes/widgets/php/dapoxetine.html no prescription

Tapi ketika menerima, saya malah berpikir apakah diri ini lemah. Tidak punya semangat juang yang kuat. Jadi pantas saja saya akan selalu menemui kegagalan. Tapi tidak demikian teman. “Kegagalan juga ujian untuk kedewasaan” Karena adakalanya bukan hanya kemenangan yang layak kau terima sebagai hadiah atas kerja kerasmu. Kegagalan pun bisa menjadi hadiah berharga atas kerja keras itu jika kau pandai untuk menyikapinya. Pikirkan saja bahwa, “Tuhan memberi saya hadiah ini, lebih baik untuk memperbaiki apa yang mungkin salah selama proses mencapai sesuatu” Mungkin ada khilaf terucap. Mungkin kau saja terlalu menganggap enteng. Atau mungkin, saya tidak melakukannya dengan sepenuh hati. Pikirkan lagi teman. Karena kerelaan menerima kegagalan adalah pertanda bahwa dirimu kuat untuk menerima kegagalan ditingkat yang lebih tinggi sekalipun.

Setelah itu apa yang akan kita peroleh setelah ikhlas menerima kegagalan? Apakah saya akan bisa berhasil lebih dari kegagalan yang kemarin? Apakah saya akan bisa menuntaskan semua kegagalan saya dengan kerelaan? Adakah jaminan untuk berhasil? Sebenarnya apa sih yang saya peroleh dari ikhlas ini???

Teman, tidak semua hal harus kau minta untuk menerima balasan. Adakalanya bantuan setulus hati yang kau berikan tidak membekas apa-apa bagi yang meminta pertolongan. Adakalanya kebaikan dicemburui dan kejahatan menjadi wajar. Toh, apa artinya terima kasih bagimu, jika kau ikhlas dan tahu bahwa ini semua datang dari Tuhan. Kuncinya serahkan pada tuhan. Dengan demikian ketika kau sudah ikhlas jiwamu akan lebih tentram, pikiranmu jernih dan semangat juang baru akan muncul lagi. Maka apakah yang lebih berharga dibanding itu jika bukan sebuah kebangkitan kembali. Bukankah kebangkitan itu yang nantinya akan menjadi harapan untuk beroleh keberhasilan.
buy tadacip online www.mydentalplace.com/wp-content/themes/twentytwelve/inc/en/tadacip.html no prescription

Bukankah nantinya kebangkitan itu yang membawamu jauh dari lembah keterpurukan meratapi masa lalu. Bukankah kebangkitan yang membangkitkan asa disela-sela genggaman jemarimu. Bukankah kebangkitan sudah menjadi hadiah yang terbaik daripada kegagalan. Bukankah itu yang kau tunggu, bangkit lalu bergerak kembali.

Dan persoal apakah ada jaminan untuk keberhasilan yang lebih gemilang setelah kegagalan. Kau tak akan membutuhkan jaminan itu teman, karena jaminan itu hanya pelecehan atas kebangkitanmu. Pengkhianatan akan semangat juangmu. Kenapa? Karena sepasukan kesatria tak butuh baju zirah lengkap diseluruh tubunhya, senjata dan strategi yang mantap jika ia tahu bahwa ia ia hanya melawan seorang pemuda yang sekarat. Apa artinya teman? Jika perjuanganmu hanya dibalas dengan jaminan. Apa artinya teman? Jika sudah berlelah-lelah bangkit tapi malah tidak berpuas diri dengan proses yang sudah jelas hasilnya. Kau akan kehilangan kebangganmu pada dirimu sendiri teman. Kau akan kerdil dari kepercayaan dirimu teman. Kau tidak akan menarik inti sebuah kejadian, tapi hanya menyentuh kulit-kulitnya saja.

Dan sungguh akan begitu besar manfaat yang kau peroleh teman jika kau ikhlas atas kegagalan. Kau akan bisa bangkit. Kau melalui garis bekelok indah. Kau tidak hanya akan menanam satu bunga ditaman hatimu. Kau tidak hanya bertemu dengan rasa yang sama pada setiap kesempatan. Jiwamu akan lapang. Urusanmu akan lebih muda. Dan kamu akan punya beribu-ribu stok untung bangkit dan melakukan hal terbaik dalam hidupmu.

Never Give Up!

Kita akan sampai pada impian,  jika kita terus berjalan teman. Jangan pernah berhenti. Jangan menyerah. “Jangan kalah dengan lelahmu kawan”