Hal – Hal yang dapat Merusak Tongkrongan

 

Hii YOTers!

Kali ini gue mau membahas soal tongkrongan, apakah kalian suka nongkrong dan aktif sebagai anak tongkrongan? Jika iya pasti kalian paham betul apa manfaat dari nongkrong itu sendiri. Nongkrong merupakan kegiatan berkumpul sekelompok orang minimal terdiri dari 2 (dua) orang , didalamnya akan ada banyak bahasan dari masalah kehidupan, sosial atau pun finansial, lokasi nongkrong juga beragam ada yang di mall, di café, ditempat kopi ataupun tongkrongan yang sehobi entah sepeda, motor, mobil, olahrada dan masih banyak lagi.

Kegiatan nongkrong ini memiliki stigma yang bisa dibilang negatif karena terkesan hanya membuang – buang waktu atau digunakan untuk melakukan hal negatif lainnya. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri kegiatan ini juga memiliki banyak manfaat dan cenderung meliputi lintas generasi dari anak muda sampai orang tua kita masih sangat suka untuk nongkrong.

 

Dikesempatan ini gue sudah tidak perlu menjelaskan lagi apa manfaat dari nongkrong itu sendiri karena sebagai anak tongkrongan gue terkadang merasakan sangat banyak manfaat dan menyenangkan saat gue berada didalam sebuah tongkrongan tapi tidak jarang juga menemui, menjumpai dan merasakan hal – hal yang bikin tongkrongan ini menjadi tidak nyaman. Apa saja sih? berikut adalah hal – hal yang dapat merusak tongkrongan.

 

  1. Bermulut besar

Apakah ditongkrongan kalian sering menjumpai orang – orang yang bermulut besar? Jika iya pasti kalian merasakan tidak nyaman karena apa yang dibicarakan banyak yang tidak relate atau hanya mengada – ngada agar dirinya dapat diterima oleh tongkrongan. Terkadang jika ada orang yang seperti ini lama kelamaan tongkrongan akan mulai cabut satu per satu karena sudah jengah mendengar omongan besarnya.

  1. Acuh

Terkadang kita sebagai anak tongkrongan itu tanpa disadari aka nada keterikatan secara emosional, dimana kita merasakan teman – teman tongkrongan itu sebagai saudara kita sendiri yang dimana jika terjadi apa – apa terhapa teman tongkrongan kita, kita langsung bertindak dan tidak terima.

Kenapa kita tidak boleh acuh karena jika kita acuh secara emosional teman – teman tongkrongan kita juga tidak akan peduli terhadap kita yang membuat tidak terjalinnya ikatan emosional antara satu dan lainnya.

  1. Bermain gadget / game

Bermain gadget / game dijaman sekarang mungkin adalah hal yang sangat wajar karena kebutuhan akan gadget / game itu sendiri memang sudah tidak dapat dijauhkan. Tapi menurut gue kenapa hal ini dapat merusak tongkrongan karena menurut gue orang – orang yang datang ke sebuah tongkrongan hanya untuk main game itu seperti orang yang hanya membutuhkan teman tongkrongnya sebagai teman pendamping saja agar suasana disekitarnya tidak sepi, dan gue merasa di sebuah tongkrongan itu adalah tempat bertukar informasi, berbincang, bercanda untuk menghilangkan penat dari kesibukan dan masalah – masalah hidup yang gue alami. Gue gak 100% menyalahkan orang – orang yang suka game akan tetapi jika memang lu suka main game lalu datang ketongkrongan yang memang suka bermain game juga atau nongkrong memang untuk mabar itu tidak masalah karena memang kalian terhubung lewat game tapi kalau kalian datang ke sebuah tongkrongan yang harusnya bisa bertukar informasi dan menghilangkan penat lalu lu bermain game sendirian menurut gue lu sama seperti orang yang acuh dan tidak mau terikat secara emosional dengan teman tongkrong lu.

Jadi bersikap lah secara bijak saat lu ada ditongkrongan daripada lu menjadi toxic, itu gak akan baik juga buat lu.

  1. Irit lalu menyusahkan orang lain

Untuk poin ini , mungkin sedikit akan sensitif karena berhubungan dengan finansial dari teman tongkrongan lu. Tapi gue gak bermaksud untuk memilih – milih orang yang mampu aja yang mau gue ajak nonkrong, bukan. Tongkrongan itu akan sangat asik jika terbentuk dari semua kalangan, dari berbagai suku, agama, bahkan status sosial ekonomi dan kepribadian. Yang gue maksud disini, missal gue ambil dari sudut pandang perokok. Gue adalah seorang perokok, gue tau akan kebutuhan gue akan rokok dan teman – teman gue lainnya. Otomatis gue tau sejauh apa perokok membutuhkan rokok tapi jangan karena lu irit lu memanfaatkan teman lu untuk bisa ngerokok, apalagi sampai lu punya rokok tapi lu dengan Pede nya minta atau ngambil rokok dari temen lu tanpa pernah lu ngeluarin rokok juga. Lebih baik fair , fair seperti apa? Missal kalo emang lagi gak punya duit ya minimal lu punya berapa terus ajak lah patungan biar sama – sama enak dan lu gak dicap pelit. Kita sebagai teman satu tongkrongan juga pasti paham dan saling bantu kok kalau memang benar ada teman kita yang lagi kesulitan.

 

  1. Egois terhadap pendapatnya sendiri

Poin terakhir , egois terhadap pendapat sendiri. Sebenarnya jika lu adalah orang yang sangat – sangat egois sudah pasti kok lu susah untuk berteman karena orang lain pasti sangat – sangat tidak nyaman saat Bersama lu. Apalagi ditambah lu egois terhadap pendapat lu sendiri, maunya pendapat lu terus yang didengar dan diikuti. Percaya sama gue lama – lama lu akan dijauhin sama teman – teman lu.

 

Jadi lah orang yang asik disetiap tongkrongan, gue menulis ini juga buat diri gue sendiri dan berharap semoga tulisan gue kali ini dapat bermanfaat untuk teman – teman semua. Jikalau ada teman tongkrongan kalian itu sama seperti apa yang gue jelasin diatas, kalian punya 2 pilhan. Pilihan pertama bisa lu tegur dengan cara yang baik atau pilihan kedua yasudah lu cukup tau dan gak usah meraka masuk ke cyrcle pertemanan lu. Sekian

 

Gue Akmal , Human Capital Staff Young On Top

#KataHCkita