Hari Jadi Doi dengan Cikar

Gambar: Bupati Kediri, Mas Dhito mengendalikan cikar di acara parade cikar

Hai, YOTers!
Siapa nih di sini yang suka merayakan ulang tahun bersama doi? Tau gak sih, di Kediri ada juga perayaan Hari Jadi Doi, loh?

Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1218 tahun mengusuh tema, yakni “Kadiri Raya Mukti, Hayo Gumregah Nyawiiji”. Bagaimana menurutmu dari tema nya? Penasaran kan dengan apa yang dilakukan doi untuk merayakannya? Mari, simak ulasan dari arek Kediri berikut ini!

Tema “Kadiri Raya Mukti, Hayo Gumregah Nyawiji” memiliki arti bahasa, yaitu Kediri raya (kabupaten/kota dan sekitarnya) sejahtera, ayo bangkit bersama. Maksud dari tema tersebut dapat dilihat dari kondisi saat ini yang terus membaik dan saatnya membuat bangkit atau memberikan momentum pembangunan secara bersama-sama sebagaimana yang telah dilakukan oleh Surabaya Raya dan Malang Raya.

Dalam rangka memerihkan Hari Jadi Kabupaten Kediri yang ke-1218 tahun,  Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa dengan nama Mas Dhito, menampilkan parade cikar. Dalam parade tersebut, diharapkan bagi para generasi Z dapat mengenal asal-usul transportasi tradisional dari nenek moyang bangsa kita. yang memanfaatkan hewan ternak sapi. Selain itu, diadakannya parade ini juga menjadi acara untuk mengobati rasa rindu warga terhadap tontonan atau parade budaya yang sempat absen selama pandemi ini.

Pada umumnya, cikar digunakan untuk mengangkut hasil panen seperti padi, jagung, hingga pasir, batu, dan sekaligus pupuk kompos. Meskipun cikar kian sulit ditemukan bahkan jarang ada orang yang memilikinya lagi di masa modern seperti sekarang ini. Namun, pemandangan akan semacam ini bukanlah hal yang asing di kalangan Kabupaten Kediri. Dahulu kala, cikar memiliki roda besi dengan ukuran berdiameter 160 cm. Kini, seiring perkembangan zaman, cikar telah mengalami modifikasi, baik dalam fungsi maupun bentuknya dengan mengikuti kebutuhan yang berbeda di masa sekarang.

Parade cikar ini diramaikan dengan 19 cikar yang diawali dari situs Totok Kerot Kecamatan Pagu sampai Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri pada 25 Maret 2022. Hal yang menjadi sorotan bagi masyarakat ialah Mas Dhito yang dengan mantap, mengendalikan sapi dengan cikar nya yang dimulai dari Kecamatan Pagu hingga menuju tempat final nya, yaitu SLG. Tidak heran, antusias masyarakat sangat besar untuk memeriahkan kegiatan parade tersebut. Tidak sedikit warga yang memeriahkannya dengan menyapa, memotret, bahkan memberi ungkapan salam dan doa untuk Mas Dhito.

“Assalamu’alaikum, sehat-sehat nggeh”. Ucap Mas Dhito

“Hari ini ulang tahun Kabupaten Kediri ke 1218. Selaku Bupati Kediri dan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten kita bersama-sama berdoa. Seluruh masyarakat Kabupaten Kediri tetap terus sejahtera, tetap terus bahagia, itu doa saya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri”.

Dengan banyak nya respon positif dari masyarakat Kediri yang telah sukses memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kediri, Mas Dhito akan merealisasikan secepatnya untuk mengadakan acara rutin parade cikar. Hal ini menjadi semangat bagi para pengendali cikar (dalam bahasa Jawa, disebut sebagai Bajingan) untuk terus melestarikan budaya tersebut.

Bagaimana YOTers menarik, kan? Tak kalah seru dan unik dari Hari Jadi Doi, kan? Yuk, kenal lebih jauh budaya Kediri. Tulis tanggapanmu di kolom komentar yang telah disediakan, ya! Matursuwun!

 

by: Aisya Dyva Rahmanita

Referensi: berita.kedirikab.go.id