Hari Perempuan Internasional : Perempuan Tidak Butuh Disetarakan!

hari perempuan internasional

Hari Perempuan Internasional

Halo YOTers! Tanggal 8 Maret ini diputuskan menjadi peringatan Hari Perempuan Internasional. Dunia memusatkan perhatian terhadap hak, kebebasan, kesetaraan dan perlindungan terhadap wanita. Dilihat dari sudut pandang bermasyarakat, bekerja, pendidikan dan berkarya. Tahun 2021 lalu sudah banyak berita yang tidak mengenakkan terhadap kaum perempuan. Harapannya ditahun 2022 ini tidak ada lagi berita yang mematahkan hati kita.

YOTers, Tahun 2022  ini, tema dari Hari Perempuan Internasional mengusung hastag #BreakTheBias. Pengusungan tema #BreakTheBias ini dibuat agar perempuan bisa lebih dipermudah buat terus maju. Tindakan ini diperlukan banget YOTers untuk mencapai tujuan. Karena nyatanya perempuan masih di gaji lebih rendah dari pada laki-laki, dilansir dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, saat ini, masih terjadi kesenjangan gaji antara pekerja perempuan dan pekerja laki-laki.

Baca Juga

Hak Asasi Manusia yang Sering Kita Abaikan Sehari-hari

4 Zodiak Paling Idealis

5 Rekomendasi Aplikasi Lowongan Kerja

Kesenjangan gaji ini tentunya bukan tanpa sebab, ada beragam alasan mengapa hal ini bisa teradi, berikut beberapa alasan terjadinya perbedaan upah yang dilansir dari Future Women:

  • Bias dan Diskriminasi

Faktanya adalah bias dan diskriminasi masih terjadi pada kita. Dimata recruiter, Laki-laki sering kali dianggap lebih kompeten untuk bekerja dari pada perempuan. Dari bias dan diskriminasi ini memberikan efek terhadap menurunnya upah upah rata-rata yang diterima oleh perempuan.

  • Perempuan dituntut Mengurus Keluarga

Dilansir dari The Conversation, perempuan Indonesia, terutama yang berusia di bawah 30 tahun, mengalami perbedaan pendapatan yang signifikan dibandingkan dengan laki-laki.

Dalam konsepnya, para perempuan bisa mendapatkan jabatan manajerial pada kantor yang ditempatinya, sayangnya tuntutan masyarakat bagi perempuan untuk memilih keluarga adalah hal yang masih berjalan di masyarakat. Alhasil banyak perempuan yang resign dan mengurus keluarga dan memilih pekerjaan dengan waktu yang fleksibel dan gaji yang lebih sedikit.

 

  • Sulit Kembali Bekerja Setelah Melahirkan¬†

Di Dalam prakteknya, perempuan yang sudah melahirkan memiliki kemungkinan akan dipanggil recruiter lebih kecil dibandingkan laki-laki saat melamar pekerjaan. Hal ini yang menyebabkan kesenjangan gaji perempuan dan laki-laki membesar.

Dan fakta lainnya YOTers, para laki-laki juga lebih memilih dipimpin oleh sesama laki-laki. Padahal untuk menjadi seorang pemimpin harus melalui beberapa proses, baik laki-laki atau perempuan harus melalui proses tersebut untuk dinyatakan sebagai pemimpin. Jadi ketika proses itu terlewati artinya baik laki-laki atau perempuan, dialah yang cocok untuk memimpin. Jadi YOTers, selama sesuai aturan, laki-laki atau perempuan harusnya engga perlu kita pilih.

Balik lagi ke hari perempuan international, Tema #BreakTheBias di tahun 2022 ini sangat mewakili kaum perempuan. Dimana bias dan stigma di masyarakat sudah berat sebelah terhadap laki-laki. Tapi perlu diketahui ternyata banyak sosok perempuan yang sudah membuktikan keunggulan mereka di level pemimpin perusahaan dan sosok yang berpengaruh.

Dari Direktur Utama, CEO, Influencer, Pemain Film, Penyanyi, Group Band, Pilot, dan banyak jenis bidang pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki. #BreakTheBias memang sangat perlu, karena perempuan tidak butuh disetarakan, karena sejatinya perempuan sudah memang setara dengan laki-laki dan hak yang melekat pada masing-masing perempuan di dunia!

Selamat hari perempuan internasional, stay healthy and see you on top!