HOBBY MENIRU

Sejak kecil saya suka menonton serial televisi yang berbahasa Inggris seperti Mac Gyver atau Knight Rider, ketika beranjak remaja saya suka santa barbara dan beberapa serial tv yang menggunakan subtitle bahasa Indonesia. Saya suka memperhatikan hal-hal sekecil apapun yang mereka ucapkan di acara tv tersebut. Misalnya sang aktor mengucapkan “how are you?” atau “alright”. Saya akan langsung melihat terjemahan yang ada di text bagian bawah layar tv. Saya sangat senang kalau setiap hari ada kata baru (vocabulary) yang bisa saya ucapkan dan saya ingat-ingat artinya.
buy ventolin online www.dentalharmony.co.uk/wp-content/themes/miracle/lib/wp-scss/lib/new/ventolin.html no prescription

Biasanya setelah menonton masing-masing tayangan tersebut ada saja pengetahuan baru yang saya dapat dan tentunya selalu saya ingat. Bahkan terkadang saking excitednya saya suka mengajak Ibu saya sebagai bahan praktek saya menirukan gaya bicara artis hollywood terebut. Misalnya  “Mom, you love me mom?” atau “Mom I want cake pisang mom” dan kalimat lain yang sangat simpel meskipun belum sesuai grammarnya, tapi cukup membanggakan untuk anak usia sekolah dasar kelas 2 saat itu.

Menginjak  SMP, saya mengikuti les bahasa Inggris yang diadakan oleh guru Bahasa Inggris dari sekolah saya dan sangat excited setiap kali diadakan tes walau mendadak sekalipun. Saat SMA tiba, saya mempunyai guru bahasa Inggris yang tegas dan sangat disiplin, tapi meski pernah kena hukuman karena lupa membawa buku saat jam pelajaran, saya tetap menyukai pelajarannya.
buy zoloft online healthcoachmichelle.com/wp-content/themes/twentytwentyone/inc/en/zoloft.html no prescription

Apalagi saat itu ada mata pelajaran praktik laboratorium bahasa Inggris berupa drama yang diperankan perkelompok. Naah disinilah kesempatan saya mengaplikasikan imajinasi saya waktu kecil saat menonton serial tv. Saya msih ingat saat saya memerankan tokoh korban penculikan sementara dua orang teman saya sebagai penculiknya. Saya mendapatkan nilai 98 saat itu, dan sangat senang sekali. Entah karena hafalan bahasa Inggris saya dinilai cukup bagus ataukah saya dianggap menjiwai tokoh yang saya perankan pada pertunjukan drama itu. Hampir setiap praktik lab bahasa nilai saya selalu diatas delapan. Ini pasti karena hobby saya menonton serial tv dan menirukan bicara dan akting pemeran serial tersebut sejak kecil pikir saya hehe…

Singkatnya semenjak memulai karir di dunia kerja, saya semakin lebih suka meniru. Iya, saya meniru apapun yang orang katakan atau tuliskan dalam bahasa Inggris, lalu penasaran dan langung mencari artinya di kamus. Saya banyak mendapat ilmu dari apa yang orang lain tulis atau katakan. Saya tidak merasa digurui ataupun terganggu  dengan orang yang suka berbicara dalam bahasa Inggris, karena saya justru mengambil ilmu dari mereka. Jika ada yang mengoreksi kesalahan yang saya katakan atau tuliskan saya malah berterima kasih, misalnya dulu saya masih bingung membedakan waktu am dengan pm. Ketika saya salah dan ada teman yang memberitahu saya, saya sangat menghargainya. Karena jika kita dikoreksi untuk kebaikan kedepan, menurut saya orang tersebut berarti peduli dengan kita, justru jika kita salah dan didiamkan maka orang terebut tidak peduli dengan kemajuan kita.

Naah mulai sekarang jangan sungkan yaa meniru untuk belajar apapun itu. Menurut saya Hal baik dan poitif sangat patut ditiru untuk self improvement. Bersyukurlah  jika ada yang memberi input atau mengkoreksi  kesalahan kita.
buy nolvadex online www.dentalharmony.co.uk/wp-content/themes/miracle/lib/wp-scss/lib/new/nolvadex.html no prescription

Namun sepatutnya jika ingin memberi input/saran alangkah lebih baik tidak didepan orang banyak, karena kemungkinan yang bersangkutan akan merasa malu, jauh lebih baik jika kita komunikasikan langsung dengan yang bersangkutan dengan penyampaian yang baik.

Yuuk Yoters jangan malu untuk meniru hal-hal baik dan positif yang orang lain lakukan!